Buyback Saham GOTO, Siapkan Rp 3,5 Triliun untuk Periode 2026–2027

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menyiapkan dana hingga Rp 3,5 triliun untuk melaksanakan program pembelian kembali saham (buyback) periode 2026–2027. Program ini menjadi salah satu langkah perseroan dalam mengelola struktur permodalan dengan mempertimbangkan kondisi pasar serta dinamika ekonomi global dan nasional.
Di sisi lain, GOTO juga telah menyetujui rencana pengurangan modal dengan membatalkan saham treasuri hasil buyback pada periode sebelumnya. Aksi ini akan mengurangi jumlah saham perseroan yang beredar sehingga porsi kepemilikan pemegang saham yang tersisa dapat meningkat secara proporsional.
Buyback Saham GOTO
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), GOTO telah mengantongi persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 18 Juni 2026 untuk melaksanakan buyback saham dengan anggaran maksimal Rp 3,5 triliun.
Aksi korporasi tersebut berlangsung selama 12 bulan, mulai 19 Juni 2026 hingga 18 Juni 2027, dengan pendanaan yang bersumber dari kas internal perseroan. Dana tersebut mencakup biaya transaksi, jasa perantara pedagang efek, serta biaya lainnya yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelian kembali saham.
Selama periode tersebut, GOTO memiliki fleksibilitas untuk melakukan buyback dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi pasar, baik di tingkat global maupun nasional.
“Implementasi dari buyback saham oleh perseroan akan bergantung pada keputusan manajemen, dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi pasar global dan nasional terkini beserta segala dinamika yang terjadi pada saat ini,” tulis manajemen GOTO pada keterbukaan informasi BEI pada Kamis (1/10).
Selain kondisi pasar, pertimbangan manajemen juga mencakup potensi dampak perubahan peraturan perundang-undangan terhadap kegiatan usaha perseroan, kepentingan GOTO, serta upaya memberikan manfaat optimal bagi seluruh pemegang saham.
GOTO Batalkan 32,18 Miliar Saham Treasuri
Terbaru, pemegang saham GOTO menyetujui rencana pengurangan modal melalui pembatalan atau penarikan 32,18 miliar saham treasuri atau setara dengan 2,7 persen saham beredar perseroan. Keputusan tersebut diambil dalam RUPSLB pada Rabu (14/10).
Saham treasuri yang dibatalkan merupakan saham hasil pembelian kembali dari pemegang saham dalam program buyback GOTO pada 12 Juni 2024–11 Juni 2025. Setelah pembatalan tersebut, jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan kini menjadi 1,159 triliun saham.
Pembatalan saham treasuri tersebut diharapkan memberikan manfaat kepada pemegang saham melalui peningkatan porsi kepemilikan secara proporsional. Selain menyetujui pengurangan modal, pemegang saham juga menerima pengunduran diri Catherine Hindra Sutjahyo dari jabatannya sebagai Wakil Direktur Utama GoTo.
Dengan perubahan tersebut, berikut susunan terbaru dewan komisaris dan direksi GOTO.
Dewan Komisaris
Komisaris Utama: Agus D.W. Martowardojo
Komisaris: Wishnutama Kusubandio
Komisaris: Andre Soelistyo
Komisaris: Santoso Kartono
Komisaris Independen: Dirk Van den Berghe
Komisaris Independen: Marjorie Tiu Lao
Komisaris Independen: John A. Prasetio
Direksi
Direktur Utama: Hans Patuwo
Direktur: Simon Tak Leung Ho
Direktur: Sudhanshu Raheja
Direktur: R.A. Koesoemohadiani
Direktur: Wuzhen (William) Xiong
Direktur: Monica Lynn Mulyanto
Baca Juga: Batas ARB Saham Terbaru yang Ditetapkan BEI
(SA)
