Konten dari Pengguna

Daftar Saham Buyback Oktober 2026, Cek Nilai dan Jadwalnya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi daftar saham buyback oktober 2026. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi daftar saham buyback oktober 2026. Foto: Unsplash

Sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai menggelar program pembelian kembali saham (buyback) di tengah tekanan pasar modal yang ditandai dengan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Perseroan yang mengambil langkah ini berasal dari berbagai sektor, mulai dari perbankan, energi, hingga petrokimia.

Dana yang disiapkan untuk aksi korporasi tersebut mencapai ratusan miliar hingga triliunan rupiah. Buyback merupakan aksi korporasi berupa pembelian kembali saham yang telah diterbitkan perusahaan dan beredar di pasar.

Upaya ini umumnya dilakukan untuk meningkatkan nilai saham dengan mengurangi jumlah saham yang beredar. Selain itu, buyback juga menjadi salah satu cara bagi perusahaan untuk mengoptimalkan penggunaan kelebihan kas.

Daftar Saham Buyback Oktober 2026

Ilustrasi daftar saham buyback oktober 2026. Foto: Unsplash

Berdasarkan keterbukaan informasi di laman BEI, sejumlah emiten menjalankan program buyback saham pada Oktober 2026 dengan nilai dan periode pelaksanaan yang beragam, di antaranya:

1. PT Barito Pacific Tbk. (BRPT)

PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) mengumumkan program buyback saham dengan menggunakan dana kas internal. Perseroan menyatakan dana yang digunakan merupakan kelebihan kas yang tidak akan mengganggu kelangsungan operasional perusahaan. Berikut rincian program buyback BRPT:

  • Nilai maksimum buyback: Rp1 triliun

  • Periode buyback: 19 Oktober–31 Desember 2026

2. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA)

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) juga menyiapkan dana maksimal Rp 1 triliun untuk melaksanakan buyback saham selama tiga bulan. Perseroan menyebut aksi korporasi ini bertujuan meningkatkan nilai bagi pemegang saham, memperbaiki kinerja saham agar lebih mencerminkan fundamental perusahaan, serta menjaga kepercayaan publik.

DSSA juga meyakini pelaksanaan buyback tidak akan berdampak negatif terhadap kinerja keuangan, pendapatan, maupun pembiayaan perseroan. Rincian program buyback DSSA adalah sebagai berikut:

  • Nilai maksimum buyback: Rp1 triliun

  • Periode buyback: 19 Oktober 2026–18 Januari 2027

3. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA)

Dari sektor perbankan, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) kembali melaksanakan program pembelian kembali saham pada 19–21 Oktober 2026. Aksi ini merupakan kelanjutan dari program buyback yang sebelumnya telah direalisasikan pada April dan Juni 2026.

BCA menyatakan pelaksanaan buyback tersebut tidak menimbulkan dampak material terhadap kinerja keuangan maupun kegiatan usaha perseroan. Adapun rincian program buyback lanjutan BBCA adalah sebagai berikut:

  • Nilai maksimum buyback: Tidak disebutkan dalam informasi yang tersedia

  • Periode buyback: 19–21 Oktober 2026

4. PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN)

Masih dari kelompok emiten energi, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) menyiapkan dana sebesar Rp1 triliun untuk program buyback saham. Dana tersebut bersumber dari kas internal perusahaan dan akan dialokasikan secara bertahap selama periode pelaksanaan. Berikut rincian program buyback BREN:

  • Nilai maksimum buyback: Rp1 triliun

  • Periode buyback: 19 Oktober–31 Desember 2026

5. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN)

PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) juga masuk dalam daftar emiten yang mengumumkan program buyback pada Oktober 2026. Perseroan menyiapkan dana maksimal Rp500 miliar untuk pembelian kembali saham selama periode 19 Oktober hingga 31 Desember 2026.

Dana buyback berasal dari saldo kas internal. CUAN menyatakan pelaksanaan aksi korporasi ini tidak akan mengganggu operasional perusahaan karena perseroan memiliki arus kas dan modal kerja yang cukup untuk membiayai transaksi tersebut serta mendukung kegiatan usaha. Rincian program buyback CUAN adalah sebagai berikut:

  • Nilai maksimum buyback: Rp500 miliar

  • Periode buyback: 19 Oktober–31 Desember 2026

6. PT Paramita Bangun Sarana Tbk. (PBSA)

Sementara itu, PT Paramita Bangun Sarana Tbk. (PBSA) turut mengumumkan rencana buyback saham di tengah tekanan pasar saham domestik. Perseroan menyiapkan dana hingga Rp100 miliar untuk melaksanakan pembelian kembali saham tersebut.

Program buyback PBSA dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan, dengan rincian sebagai berikut:

  • Nilai maksimum buyback: Rp100 miliar

  • Periode buyback: 20 Oktober 2026–19 Januari 2027

Baca Juga: Apa Itu Emerging Market? Ini Arti, Indikator Penilaian, dan Contoh Negara

(SA)