Daftar Saham HSC yang Bakal Dicoret dari IHSG, BREN hingga MTEL

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Informasi mengenai daftar saham HSC (High Shareholding Concentration) kini menjadi perhatian bagi para investor. Hal ini terjadi setelah adanya indikasi bahwa puluhan emiten berpotensi dikeluarkan dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Perubahan komposisi konstituen saham tersebut tentu memberikan dampak tersendiri terhadap strategi investasi dan pergerakan portofolio para pelaku pasar. Oleh karena itu, kecermatan dalam memantau pengumuman resmi menjadi sangat krusial.
Daftar Saham HSC
Berdasarkan data PT Bursa Efek Indonesia (BEI), terdapat 80 saham yang masuk kategori HSC atau dengan konsentrasi kepemilikan tinggi, per Selasa, 13 Oktober 2026. Berikut daftarnya:
PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO).
PT Akasha Wira International Tbk (ADES).
PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA).
PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI).
PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII).
PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR).
PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI).
PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA).
PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk (BMAS).
PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA).
PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII).
PT Bank Mega Tbk (MEGA).
PT Bank Mestika Dharma Tbk (BBMD).
PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD).
PT Bank Permata Tbk (BNLI).
PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN).
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).
PT Bayan Resources Tbk (BYAN).
PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR).
PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE).
PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA).
PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP).
PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT).
PT Charnic Capital Tbk (NICK).
PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA).
PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP).
PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY).
PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL).
PT DCI Indonesia Tbk (DCII).
PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG).
PT Diamond Food Indonesia Tbk (DMND).
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA).
PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI).
PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA).
PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT).
PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY).
PT FAP Agri Tbk (FAPA).
PT Global Digital Niaga Tbk (BELI).
PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT).
PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS).
PT Golden Flower Tbk (POLU).
PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM).
PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING).
PT Hotel Fitra International Tbk (FITT).
PT Ifishdeco Tbk (IFSH).
PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP).
PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET).
PT Intermedia Capital Tbk (MDIA).
PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB).
PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE).
PT Kota Satu Properti Tbk (SATU).
PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI).
PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO).
PT Mahkota Group Tbk (MGRO).
PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI).
PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE).
PT Multi Spunindo Jaya Tbk (MSJA).
PT Multipolar Technology Tbk (MLPT).
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI).
PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI).
PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN).
PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL).
PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK).
PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO).
PT Samator Indo Gas Tbk (AGII).
PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME).
PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA).
PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS).
PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS).
PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ).
PT Siantar Top Tbk (STTP).
PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO).
PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP).
PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR).
PT Soho Global Health Tbk (SOHO).
PT Steady Safe Tbk (SAFE).
PT Temas Tbk (TMAS).
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).
PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI).
PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI).
Alasan Saham HSC Dicoret dari IHSG
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, kebijakan mengeliminasi 80 saham HSC dilakukan guna menghadirkan IHSG yang lebih riil. Langkah ini ditempuh lantaran ada potensi risiko pada deretan emiten yang tingkat penguasaan sahamnya terkonsentrasi.
Pasalnya, porsi saham HSC saat ini mencakup kurang lebih 18 persen dari keseluruhan IHSG. Atas dasar itulah, BEI bakal mentransisikan seluruh saham kategori HSC keluar dari perhitungan IHSG.
Meskipun begitu, dia menjamin bahwa saham-saham ini masih terus bisa ditransaksikan oleh publik. Hanya saja, fluktuasi nilainya kelak tidak akan lagi berdampak terhadap arah pergerakan IHSG.
“Saham-saham dalam High Shareholding Concentration itu sudah dikeluarkan atau tidak dapat masuk ke dalam beberapa indeks flagship, seperti IDX30, LQ45, dan IDX80,” kata Jeffrey dalam konferensi pers di BEI, Jakarta, Senin, 19 Oktober 2026, seperti dikutip dari kumparanBISNIS.
Baca Juga: Apa Itu Emerging Market? Ini Arti, Indikator Penilaian, dan Contoh Negara
(MDP)
