Istilah Lain dari BEP dan Cara Menghitungnya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

BEP atau Break Even Point memiliki istilah lain dalam akuntansi yang biasanya digunakan perusahaan. Istilah ini didapatkan dari definisi BEP itu sendiri, yakni biaya produksi sama dengan pendapatan.
Melalui perhitungan BEP, suatu usaha dapat mengetahui berapa banyak jumlah unit yang harus dibuat atau dijual agar perusahaan tak merugi. Ini juga menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan harga jual suatu produk.
Selain mengetahui istilah lain dari BEP dan informasi lainnya, simak terlebih dulu pengertian BEP dan cara menghitungnya di artikel Berita Bisnis berikut.
Istilah Lain dari BEP adalah Ini
Mengutip sba.gov, Break Even Point (BEP) atau titik pulang pokok adalah titik dengan total biaya dan total pendapatan sama. Hal ini berarti tak ada kerugian atau keuntungan untuk bisnis kecil.
Istilah lain dari BEP adalah titik impas atau balik modal. Umumnya perusahaan menyebut BEP sebagai titik impas.
Konsep dari titik impas ini adalah bisnis yang ada telah mencapai tingkat produksi dengan biaya produksi sama dengan pendapatan untuk suatu produk. Di setiap bisnis baru, perhitungan BEP sangat penting dalam rencana bisnis.
Mengutip jurnal Analisis Break Even Point (BEP) sebagai Dasar Perencanaan Laba bagi Manajemen oleh Martuta, BEP sangat penting dalam suatu bisnis agar bisnis yang dijalankan tak merugi, baik itu bisnis yang bergerak di bidang jasa atau manufaktur.
Baca Juga: Alasan Mengapa Konsep Equilibrium Penting dalam Teori Ekonomi Mikro
Cara Menghitung BEP
Mengutip thebalancemoney.com, berikut rumus dari BEP dan contoh perhitungannya:
1. Rumus BEP
Berikut rumus dalam menghitung BEP perusahaan:
BEP = Biaya Tetap ÷ (Harga - Biaya Variabel)
dengan ketentuan:
Biaya tetap: total semua biaya overhead perusahaan
Harga dan Biaya Variabel: Biaya per unit produk dan harga untuk setiap unit produk yang terjual
2. Contoh Perhitungan
Perusahaan XYZ merupakan perusahaan yang memproduksi motor. Perusahaan telah menghitung bahwa mereka memiliki biaya tetap yang terdiri dari sewa, penyusutan aset, gaji eksekutif, dan pajak properti sebesar Rp500.000.000.
Biaya variabel yang terkait dengan produksi motor adalah bahan baku, tenaga kerja pabrik, dan komisi penjualan. Biaya variabel telah dihitung menjadi Rp10.000.000 per unit dan dijual dengan harga Rp20.000.000 per unit. Berapa BEP Perusahaan XYZ?
Penyelesaian:
Biaya Tetap: Rp500.000.000
Harga per unit motor: Rp20.000.000
Biaya per unit motor: Rp10.000.000
maka,
BEP = Biaya Tetap ÷ (Harga - Biaya Variabel)
BEP = Rp500.000.000 ÷ (Rp20.000.000 - Rp10.000.000)
BEP = 50 unit
Artinya, perusahaan XYZ harus memproduksi dan menjual 50 motor untuk menutupi total biaya, baik biaya tetap maupun biaya variabel. Pada tingkat penjualan ini, perusahaan XYZ tak akan mendapatkan keuntungan, melainkan hanya mencapai titik impas.
(MQ)
