Pabrik Biskuit Marie akan Tutup di Malaysia, Ini Profilnya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lee Biscuits Sdn Bhd disebut-sebut akan menutup pabrik biskuit Marie di Malaysia. Perusahaan yang juga dikenal sebagai Nam Lee tersebut, dikabarkan akan menghentikan operasional pabrik yang memproduksi berbagai jenis makanan itu pada akhir Oktober 2026.
Rencana penghentian produksi ini pun kini menyita perhatian publik, mengingat reputasi panjang perusahaan tersebut di kawasan Asia Tenggara. Adapun Lee Biscuits sendiri merupakan produsen makanan ringan legendaris yang telah berusia 92 tahun.
Pabrik Biskuit Marie akan Tutup di Malaysia
Berdasarkan laporan China Press, yang dikutip dari The Straits Times, Lee Biscuits belum mengumumkan adanya agenda produksi di masa mendatang. Pabrik itu dikabarkan sedang melaksanakan pemutusan hubungan kerja (PHK).
Tak hanya itu, para pemasok (supplier) dan pelanggan juga telah menerima informasi terkait penghentian operasional di Pontian, Johor, Malaysia, sejak September lalu.
Anggota Dewan Undangan Negeri (ADUN) untuk kawasan N55 Pekan Nanas, Teng Eng Meng, mengaku menerima kabar mengenai penutupan pabrik Marie yang bakal segera terealisasi.
Melansir New Straits Times, penghentian ini disebut menjadi bagian dari strategi penataan ulang organisasi oleh kelompok usaha induknya, yang diberitakan bakal menyudahi keterlibatan pada industri pembuatan camilan.
Korporasi tersebut bakal menggabungkan seluruh aset dan memfokuskan perhatian pada lini usaha utamanya, termasuk pengelolaan perkebunan karet dan kelapa sawit.
Penghentian kegiatan operasional ini menjadi catatan bagi fasilitas pengolahan pangan kedua milik grup Lee di Johor yang gulung tikar dalam kurun tiga tahun belakangan.
Pada November 2023, kelompok usaha itu telah menghentikan kegiatan pabrik pengemasan buah nanas kaleng Lee Pineapple di Skudai akibat memindahkan fokus bisnis ke ranah penanaman kelapa sawit.
Profil Pabrik Biskuit Marie
Lee Kong Chian merupakan sosok di balik berdirinya Lee Biscuits. Usaha ini awalnya berakar di Singapura, sebelum kegiatan manufakturnya dialihkan ke Tampoi, Johor Baru, pada 1955 dan selanjutnya diboyong ke Pontian pada 2005.
Entitas bisnis ini mengandalkan sejumlah varian unggulan, seperti biskuit soda klasik, biskuit Marie, kerupuk asin, kue tart pisang, biskuit sandwich lemon, biskuit iced gem, biskuit berbentuk hewan, hingga biskuit gandum utuh spirulina.
Berbagai produk makanan ringan buatan manufaktur ini dapat dijumpai di Singapura melalui etalase supermarket maupun pedagang daring (online).
Menyadur Malay Mail, penelusuran AsiaOne pada gerai internet National Trades Union Congress (NTUC) FairPrice, mendapati sedikitnya 23 merek Lee Biscuits yang dipasarkan oleh jejaring pasar swalayan tersebut di Singapura.
Profil Pendiri Pabrik Biskuit Marie
Mengacu pada laman resmi National Library Board (NLB) Singapore atau Dewan Perpustakaan Nasional Singapura, Lee Kong Chian lahir pada 18 Oktober 1893 di Nan'an, Quanzhou, Fujian, Cina, lalu menghembuskan napas terakhirnya pada 2 Juni 1967 di Singapura.
Sosok yang memiliki nama lain Geok Kun ini merupakan seorang filantropis sekaligus pebisnis di sektor niaga karet, pengolahan nanas, minyak kelapa, hingga pemotongan kayu.
Lee diketahui juga menanamkan modal dalam jumlah besar pada banyak korporasi, termasuk Oversea-Chinese Banking Corporation (OCBC), Great Eastern Life Insurance, Sime Darby (Singapura), Cold Storage, dan Straits Trading Company.
Baca Juga: Jadwal Dividen Interim SIDO 2026 Rp300 Miliar, Ini Tanggalnya
(MDP)
