Konten dari Pengguna

Prediksi Harga Emas Akhir Tahun 2026 yang Dapat Dicermati

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi prediksi harga emas akhir tahun 2026. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi prediksi harga emas akhir tahun 2026. Foto: Shutterstock

Emas dikenal sebagai aset lindung nilai yang relatif stabil, meski harganya tetap berfluktuasi dari waktu ke waktu. Kondisi tersebut membuat investor perlu mencermati pergerakan harga, termasuk prediksi harga emas akhir tahun 2026 untuk membantu menentukan langkah investasi.

Pada awal tahun ini, emas sempat menguat sebelum melandai tajam hingga ke titik terendah. Belakangan, nilainya kembali melonjak di tengah kondisi ekonomi global yang turut memengaruhi permintaan dan sentimen pasar.

Berbagai proyeksi dari lembaga keuangan bisa memberikan gambaran mengenai potensi arah pergerakan hingga penghujung tahun. Informasi tersebut dapat membantu calon investor dalam menentukan strategi, baik saat hendak membeli maupun menjual emas.

Prediksi Harga Emas Akhir Tahun 2026

Ilustrasi emas batangan Foto: Shutter Stock

Pergerakan harga emas dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti inflasi, suku bunga, ketidakstabilan geopolitik, hinggakebijakan bank sentral. Berikut sejumlah proyeksi harga emas dari lembaga keuangan global yang perlu diketahui:

1. J.P. Morgan

J.P. Morgan memproyeksikan rata-rata harga emas mencapai US$6.000 per ons pada kuartal IV 2026. Nilai tersebut diperkirakan kembali meningkat hingga US$6.300 per ons pada akhir 2027.

Konflik geopolitik yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat dinilai berpotensi menjadi faktor penghambat. Di sisi lain, perkembangan konflik tersebut juga dapat memperkuat dorongan diversifikasi permintaan ke emas.

Sejumlah faktor yang mendukung permintaan tersebut mencakup risiko jangka panjang akibat inflasi yang lebih tinggi dan penurunan daya beli, kekhawatiran terhadap kondisi fiskal maupun ketidakpastian kebijakan Amerika Serikat.

2. Goldman Sachs

Sementara itu, Goldman Sachs memperkirakan emas masih berpeluang melanjutkan penguatan pada paruh kedua 2026. Namun, peningkatan penggunaan instrumen investasi yang berkaitan dengan logam mulia ini berpotensi membuat pergerakannya lebih fluktuatif.

Goldman Sachs memperkirakan emas mencapai US$4.900 per ons pada akhir 2026.

Proyeksi tersebut belum memasukkan kemungkinan lonjakan permintaan lindung nilai melalui instrumen derivatif emas, yang dapat mendorong nilainya melampaui perkiraan tersebut.

Adapun sejumlah faktor yang mendukung penguatan emas menurut Goldman Sachs meliputi:

  • Permintaan bank sentral: Bank sentral meningkatkan kepemilikan emas sebagai bagian dari diversifikasi aset cadangan. Emas dinilai memiliki risiko pembekuan yang lebih rendah dibandingkan cadangan dalam mata uang asing.

  • Ekspektasi suku bunga: Perkiraan mengenai arah suku bunga turut memberikan dukungan terhadap penguatan emas belakangan ini.

3. Bank of America

Berbeda dari kedua proyeksi sebelumnya, Bank of America justru menurunkan perkiraan rata-rata harga emas pada 2026 sebesar 14% menjadi US$4.360 per ons. Sebelumnya, lembaga tersebut memperkirakan rata-rata nilainya mencapai US$5.093 per ons.

Penurunan proyeksi tersebut berkaitan dengan perubahan pandangan internal Bank of America terhadap sikap Federal Reserve yang dinilai lebih hawkish. Sikap tersebut mengarah pada kecenderungan mempertahankan atau menaikkan suku bunga pada level tinggi.

Baca Juga: Morgan Stanley Perusahaan Apa? Kenali Sejarah dan Bisnisnya

(SA)