Konten dari Pengguna

Morgan Stanley Perusahaan Apa? Kenali Sejarah dan Bisnisnya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

 Ilustrasi bank investasi asal AS, Morgan Stanley. Foto: Ken Wolter/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bank investasi asal AS, Morgan Stanley. Foto: Ken Wolter/Shutterstock

Dalam industri keuangan global, nama Morgan Stanley tentu sudah cukup dikenal. Meski begitu, masih banyak yang bertanya-tanya mengenai Morgan Stanley perusahaan apa sebenarnya serta bidang bisnis yang dijalankannya.

Morgan Stanley merupakan bank investasi sekaligus penyedia layanan keuangan multinasional yang berkantor pusat di New York, Amerika Serikat. Perusahaan ini melayani beragam klien, mulai dari individu, perusahaan, institusi, hingga pemerintah.

Melalui sejumlah afiliasi dan anak perusahaan, Morgan Stanley menawarkan berbagai layanan keuangan, termasuk konsultasi, investasi, serta pengelolaan kekayaan. Layanan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan nasabah individu maupun institusi.

Morgan Stanley Perusahaan Apa?

Ilustrasi bank investasi asal AS, Morgan Stanley. Foto: Sergei Elagin/Shutterstock

Morgan Stanley merupakan institusi finansial yang telah berdiri sejak 1935. Dikutip dari laman Britannica, perusahaan ini terbentuk setelah disahkannya Glass-Steagall Act pada tahun 1933 yang mewajibkan bank memisahkan kegiatan perbankan komersial dari perbankan investasi.

Aturan tersebut kemudian berdampak pada J.P. Morgan & Co. yang memilih berfokus pada bisnis perbankan komersial. Sejumlah karyawannya, termasuk Henry S. Morgan dan Harold Stanley, kemudian meninggalkan perusahaan tersebut untuk membentuk Morgan Stanley bersama mitra lainnya. Perusahaan baru ini berfokus pada bisnis perbankan investasi.

Henry S. Morgan sendiri merupakan cucu dari John Pierpont Morgan Sr., tokoh yang mendirikan J.P. Morgan. Seiring perkembangannya, Morgan Stanley memperluas bisnis ke berbagai layanan keuangan. Saat ini, kegiatan usahanya mencakup sekuritas institusional, manajemen kekayaan, dan manajemen investasi.

Apa Saja Bisnis Morgan Stanley?

Berdasarkan laman resminya, Morgan Stanley memiliki tiga divisi utama yang menyediakan layanan sesuai kebutuhan nasabah. Ketiganya mencakup Institutional Securities, Wealth Management, serta Investment Management.

1. Institutional Securities

Sekuritas institusional menyediakan layanan perbankan investasi bagi perusahaan, pemerintah, lembaga keuangan, serta nasabah dengan kekayaan bersih tinggi atau high-net-worth. Layanan yang tersedia dalam divisi ini mencakup:

  • Investment banking, yang mencakup penggalangan modal bagi perusahaan, institusi, dan pemerintah, serta konsultasi keuangan terkait merger dan akuisisi.

  • Sales and trading, yang mencakup aktivitas pembentukan pasar atau market-making untuk ekuitas, produk pendapatan tetap, valuta asing, dan komoditas, serta layanan prime brokerage yang mendukung berbagai strategi perdagangan dan investasi nasabah.

2. Wealth Management

Divisi manajemen kekayaan ditujukan bagi individu, pelaku bisnis, dan institusi dalam membangun, menjaga, serta mengelola kekayaan agar mencapai tujuan keuangan mereka. Beberapa layanan yang ditawarkan meliputi:

  • Aktivitas pembentukan pasar (market-making) dalam sekuritas pendapatan tetap atau fixed income

  • Layanan pialang dan penasihat investasi

  • Perencanaan keuangan dan kekayaan

  • Produk asuransi dan anuitas

  • Produk kredit serta pinjaman lainnya

  • Program pensiun

  • Layanan perbankan

3. Investment Management

Manajemen investasi menghadirkan strategi investasi aktif di pasar publik maupun privat. Layanan ini ditujukan bagi investor institusional maupun individu dengan solusi yang dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan investasi.

Produk manajemen aset yang tersedia mencakup ekuitas, pendapatan tetap atau fixed income, likuiditas, aset digital, serta investasi alternatif. Produk dan layanan tersebut dapat diakses oleh individu melalui penasihat keuangan, pialang, maupun distributor pihak ketiga lainnya.

Baca Juga: Fenomena Makan Tabungan, Kenali Faktor yang Menyebabkannya

(SA)