5 Strategi Bisnis Menghadapi AI agar Tak Tergerus Kemajuan Teknologi

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penggunaan AI pada berbagai bidang kehidupan tak lagi dapat dibendung, termasuk di ranah profesional. Menurut riset kumparan x Populix dalam Indonesia AI Report 2025, mayoritas pekerja (57%) sudah menggunakan chatbot AI generatif untuk membantu menyelesaikan tugas-tugasnya di kantor.
Sayangnya, masih banyak perusahaan di Indonesia yang bersikap pasif terhadap keberadaan AI, maksudnya tidak mewajibkan ataupun melarang penggunaannya. Sikap ini dapat membawa dampak negatif karena tidak adanya regulasi yang membatasi karyawan.
Lantas, seperti apa strategi bisnis menghadapi AI yang tepat? Simak ulasan selengkapnya di bawah ini.
Strategi Bisnis Menghadapi AI
Temuan dalam riset Indonesia AI Report 2025 mengungkapkan bahwa perusahaan yang masih bersikap netral di era transformasi AI seperti sekarang ibarat menggali kuburannya sendiri. Ada dua alasannya, yakni:
Telah terbentuk kebiasaan di sebagian masyarakat untuk mengabaikan batas profesional dan keselamatan dalam memanfaatkan AI.
Ada atau tidaknya dukungan perusahaan dalam menggunakan AI, karyawan akan tetap menggunakan kecerdasan buatan itu.
Jadi, penggunaan AI yang tidak teregulasi dan teredukasi dapat meningkatkan ancaman pada keamanan data perusahaan, serta pengambilan keputusan-keputusan strategis yang salah.
Oleh sebab itu, perusahaan sebaiknya segera menyusun strategi untuk meregulasi penggunaan AI. Apalagi, mayoritas pekerja di Indonesia sebenarnya menyambut baik dan optimistis kemajuan teknologi ini.
Hal ini bisa dibuktikan dari tingkat kepercayaan pekerja yang tinggi terhadap kemampuan penggunaan AI mereka. Mayoritas publik juga meyakini bahwa AI akan membawa perubahan pada cara bekerja dalam lima tahun ke depan,
Menurut Dr. Sri Safitri, S.T., B.Eng (Hons)., M.Eng sekalu Sekjen Partnership Kolaborasi Riset & Inovasi Kecerdasan Artificial Indonesia (KORIKA), optimisme pekerja tersebut sebenarnya hal yang bagus.
“Augmentasi AI di perusahaan dapat meningkatkan produktivitas, membuka berbagai peran baru, dengan memberikan reskilling, karyawannya diberikan pelatihan sehingga bisa beradaptasi dengan peran baru yang memiliki nilai tambah,” ucapnya.
Perusahaan bisa mendukung optimisme karyawan terhadap AI dengan menyusun strategi yang tepat. Berikut ini beberapa strategi yang direkomendasikan riset terbaru kumparan:
1. Susun kode etik penggunaan AI
Perusahaan perlu memiliki pedoman yang jelas agar penggunaan AI dilakukan dengan benar, aman, transparan, dan tetap menghargai nilai kemanusiaan di dalam prosesnya.
2. Adopsi AI secara bertahap dan transparan
Identifikasi mana pekerjaan yang bisa dibantu AI dan komunikasikan rencana penerapannya agar karyawan siap beradaptasi.
3. Bangun sistem tata kelola AI yang bertanggung jawab
Bentuk tim atau mekanisme internal untuk mengawasi penggunaan AI. Tujuannya untuk memastikan setiap penerapan sesuai dengan regulasi, etika, dan kepentingan bisnis perusahaan.
4. Tingkatkan keterampilan karyawan
Berikan pelatihan dan dukungan agar karyawan mampu menggunakan AI secara produktif dan etis. Kapabilitas SDM adalah kunci keberhasilan transformasi digital perusahaan.
5. Posisikan AI sebagai mitra kreatif, bukan pengganti
Dorong karyawan untuk menggunakan AI dengan tujuan memperkaya ide dan efisiensi pekerjaan tanpa menghilangkan nilai kemanusiaan dan orisinalitas karya.
Baca hasil riset lengkap Indonesia AI Report 2025 di sini!
Untuk pengalaman membaca yang lebih nyaman, Klik “View on Slideshare”
ALTERNATIVE DOWNLOAD LINK: kumparan Indonesia AI Report 2025
Baca Juga: Tingkat Penggunaan AI dalam Pekerjaan versi Survei Indonesia AI Report 2025
(DEL)
