Tingkat Penggunaan AI dalam Pekerjaan versi Survei Indonesia AI Report 2025

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kecerdasan buatan atau yang lebih dikenal dengan Artificial Intelligence (AI) kini menjadi salah satu inovasi yang menyita perhatian publik. Tak lagi terbatas pada sektor teknologi, AI juga hadir di berbagai bidang pekerjaan.
Dalam dunia kerja dan bisnis, AI dapat mendorong produktivitas dan meringankan beban tugas sehari-hari. Untuk memahami lebih dalam tentang bagaimana masyarakat memandang peran AI, kumparan bersama Populix merilis laporan Indonesia AI Report 2025.
Riset tersebut melibatkan 1.000 responden dari kalangan Milenial dan Gen Z untuk menggambarkan sejauh mana teknologi AI telah memengaruhi kebiasaan, pola pikir, dan cara mereka bekerja di era digital. Yuk, simak temuan menarik mengenai tingkat penggunaan AI dalam pekerjaan berikut ini.
Tingkat Penggunaan AI dalam Pekerjaan
Hasil riset Indonesia AI Report 2025 menunjukkan bahwa adopsi chatbot AI generatif di dunia kerja semakin meluas dan tak lagi bisa dibendung. Sebanyak 57% responden telah menggunakan teknologi ini, baik dengan dukungan maupun tanpa bantuan organisasi.
Selain itu, sebagian besar masyarakat sudah cukup akrab dengan keberadaan AI generatif. Sekitar 27% responden mengaku pernah mendengarnya namun belum terlalu memahami cara kerjanya, sedangkan 5% lainnya sama sekali belum mengenal teknologi ini.
Menariknya, ada 38% responden yang mengaku sesekali menggunakan chatbot AI dalam pekerjaan mereka. Sementara itu, 19% lainnya sudah mengandalkan AI secara rutin untuk membantu aktivitas sehari-hari.
Hasil tersebut menegaskan bahwa kesadaran dan penggunaan AI di Indonesia tengah meningkat pesat. Meski belum sepenuhnya merata, tren ini berjalan ke arah positif menuju lingkungan kerja yang semakin digital, adaptif, dan berbasis teknologi cerdas.
Tak hanya mengukur tingkat penggunaan AI, riset juga menyoroti bagaimana keterampilan dan kesiapan tenaga kerja Indonesia dalam menghadapi gelombang transformasi AI.
Mayoritas responden, yakni 70%, menilai keterampilan yang mereka miliki sudah sesuai dengan kebutuhan kerja di era kecerdasan buatan, dan 21% menyatakan sangat sesuai. Sebaliknya, hanya 9% yang merasa kemampuan mereka belum sepenuhnya relevan dengan tuntutan kerja berbasis AI.
Di sisi lain, publik juga menunjukkan optimisme tinggi bahwa pengaruh AI terhadap pekerjaan akan terasa dalam lima tahun ke depan.
Sebanyak 36% responden menilai perubahan itu sangat mungkin terjadi, 58% merasa kemungkinan terjadi cukup besar, dan hanya 6% yang menilai hal tersebut tidak mungkin terjadi.
Temuan ini menunjukkan bahwa, baik bagi organisasi yang mendorong maupun yang menolak penerapan AI, mayoritas tetap percaya bahwa teknologi ini akan membawa perubahan besar pada dunia kerja di masa depan.
Baca hasil riset lengkap Indonesia AI Report 2025 di sini!
Untuk pengalaman membaca yang lebih nyaman, Klik “View on Slideshare”
ALTERNATIVE DOWNLOAD LINK: kumparan Indonesia AI Report 2025
Baca Juga: Riset Tingkat Ketergantungan AI di Indonesia dan Sumber Publik Belajar AI
(ANB)
