Konten dari Pengguna

Apa itu Panda Bond? Ini Penjelasan Lengkapnya

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi apa itu Panda Bond. Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi apa itu Panda Bond. Foto: Unsplash.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan resmi menerbitkan Panda Bond perdana pada 23 Juli 2026. Penerbitan senilai CNY 7 miliar atau setara Rp 18,5 triliun ini menjadi sorotan publik sehingga banyak pihak mempertanyakan apa itu Panda Bond.

Instrumen Panda Bond sebenarnya sudah diperkenalkan sejak tahun 2005 dan terus berkembang di pasar keuangan global. Simak penjelasan lengkap mengenai Panda Bond, mulai dari pengertian, sejarah, hingga penerbitan perdananya di Indonesia berikut ini!

Apa itu Panda Bond?

Ilustrasi apa itu Panda Bond. Foto: Unsplash.

Mengutip dari laman Deutsche Bank, Panda Bond adalah obligasi berdenominasi Yuan atau Renminbi (RMB) yang diterbitkan di pasar obligasi domestik China oleh entitas yang berdomisili di luar daratan China. Penamaan Panda Bond mengikuti tradisi internasional penamaan obligasi berdasarkan ciri khas negara penerbit, seperti Samurai Bond di Jepang, Yankee Bond di Amerika Serikat, dan Bulldog Bond di Inggris.

Penerbit Panda Bond terbagi menjadi empat kategori berikut ini:

  • Pemerintah asing: Hungaria, Mesir, British Columbia Kanada, dan Emirat Sharjah Uni Emirat Arab

  • Lembaga pembangunan internasional: Asian Development Bank, New Development Bank, dan Asian Infrastructure Investment Bank

  • Lembaga keuangan asing: Deutsche Bank, Crédit Agricole, National Bank of Canada, dan United Overseas Bank

  • Perusahaan non-keuangan asing: Mercedes-Benz, BMW, Volkswagen, BASF, Bayer, dan Suzano

Sejarah dan Perkembangan Panda Bond

Ilustrasi apa itu Panda Bond. Foto: Unsplash.

Panda Bond mulai diperkenalkan pada 2005. Asian Development Bank dan International Finance Corporation didapuk sebagai penerbit perintis instrumen ini. Pada tahun-tahun awal kemunculannya, perkembangan Panda Bond tergolong lambat karena instrumen tersebut awalnya hanya diperuntukkan bagi organisasi pembangunan internasional.

Sejak 2010, terjadi reformasi regulasi yang memperluas jangkauan pihak-pihak yang berhak menerbitkan Panda Bond dan memberi keleluasaan dalam pemanfaatan dana hasil penerbitannya. Disebabkan oleh faktor tersebut, serta biaya pendanaan yang kompetitif dan tegangnya kondisi geopolitik, penerbitan Panda Bond pun terus mengalami kenaikan sejak 2023. Nilai penerbitan bruto Panda Bond tercatat sebesar RMB 155 miliar pada 2023, kemudian naik menjadi RMB 195 miliar pada 2024.

Perbedaan Panda Bond dengan Dim Sum Bond

Ilustrasi apa itu Panda Bond. Foto: Unsplash.

Panda Bond dan Dim Sum Bond sama-sama berdenominasi RMB, tetapi keduanya memiliki sejumlah perbedaan. Mengutip dari Deutsche Bank, berikut perbedaan Panda Bond dan Dim Sum Bond:

  • Ukuran pasar: Pasar Dim Sum Bond lebih besar dibandingkan pasar Panda Bond.

  • Basis penerbit: Penerbit Panda Bond didominasi korporasi, sedangkan Dim Sum Bond banyak diterbitkan lembaga keuangan.

  • Proses pencatatan: Proses pencatatan Dim Sum Bond lebih sejalan dengan norma pasar global.

Penerbitan Perdana Panda Bond Indonesia

Ilustrasi apa itu Panda Bond. Foto: Unsplash.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan resmi menerbitkan Panda Bond perdana senilai CNY 7 miliar pada 23 Juli 2026. Penerbitan tersebut terbagi menjadi obligasi tenor tiga tahun senilai CNY 5,6 miliar dengan yield 1,9 persen dan obligasi tenor lima tahun senilai CNY 1,4 miliar dengan yield 2,19 persen.

Penerbitan Panda Bond Indonesia mendapatkan respon positif dari investor di pasar domestik China. Total permintaan yang masuk mencapai CNY 17 miliar, setara dengan bid-to-cover ratio sebesar 2,4 kali. Dana hasil penerbitan tersebut rencananya dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

(FHK)

Baca juga: Apakah Sumber Daya Manusia di Indonesia Memenuhi Syarat untuk Mengelola SDA?