Apa itu Siklon Tropis Bakung yang Diperingatkan BMKG? Ini Penjelasannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan tentang Siklon Tropis Bakung yang dapat memberi dampak signifikan untuk cuaca di wilayah Indonesia. Dalam rilis BMKG pada Selasa (16/12), disebutkan bahwa dalam sepekan ke depan, siklon tersebut diprediksi berada di Samudra Hindia barat daya Lampung.
Siklon Tropis ini memiliki kecepatan angin maksimum 60 knot, tekanan udara minimum 981 hPa, dan bergerak ke arah barat daya atau menjauhi wilayah Indonesia. Kehadirannya dapat menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai angin kencang di wilayah Bengkulu dan Lampung.
Sebenarnya, apa itu Siklon Tropis Bakung dan wilayah mana saja yang diprediksi bakal terdampak? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.
Apa itu Siklon Tropis Bakung?
BMKG menjelaskan bahwa Siklon Tropis Bakung merupakan fenomena badai berkecepatan tinggi yang muncul dari bibit Siklon Tropis 91S. Bibit tersebut terbentuk pada 7 Desember 2025 pukul 07.00 WIB.
Kemudian, intensitas bibitnya semakin meningkat dan mencapai level Siklon Tropis pada 12 Desember 2025 pukul 19.00 WIB. Keberadaannya terdeteksi di wilayah Samudra Hindia sebelah barat daya Lampung.
Pergerakan siklon ini menjauh wilayah Indonesia, tapi tetap dapat memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi gelombang tinggi di wilayah terdampak. Berikut ini daftar wilayahnya:
Samudera Hindia barat Kepulauan Nias
Samudera Hindia barat Kepulauan Mentawai
Samudera Hindia barat Bengkulu
Samudera Hindia barat Lampung
Selat Sunda bagian selatan
Oleh karena itu, BMKG mengimbau kepada seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk melakukan persiapan sebagai antisipasi menghadapi potensi cuaca ekstrem.
“Berdasarkan hasil pemantauan ini, dalam beberapa hari terakhir BMKG telah menyampaikan peringatan dini secara bertahap dan berkelanjutan kepada masyarakat serta sektor terkait,” kata Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam Konferensi Pers perkembangan Bibit Siklon 91S dan 93S di wilayah Indonesia, Jumat (12/12).
Tidak hanya Siklon Tropis Bakung yang ditemukan, tapi juga bibit Siklon Tropis 93S. BMKG memprediksi keberadaannya di Samudra Hindia selatan Jawa Timur, dengan kecepatan angin maksimum 20 knot dan tekanan udara minimum 1005 hPa.
Bibit Siklon Tropis 93S dapat memberikan dampak tidak langsung berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, gelombang tinggi, dan angin kencang di wilayah terdampak. Berikut daftar wilayahnya:
Cuaca Ekstrem
Jawa Tengah
Daerah Istimewa Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Gelombang Tinggi
Samudera Hindia selatan Jawa Timur
Selat Lombok bagian selatan
Samudera Hindia selatan Bali
Selat Badung
Selat Bali bagian selatan
Samudera Hindia selatan NTB
Selat Alas bagian selatan
Samudera Hindia selatan Jawa Barat
Samudera Hindia selatan Jawa Tengah
Perairan Sukabumi - Cianjur
Perairan Garut - Pangandaran
Perairan Cilacap
Perairan Kebumen - Purworejo
Perairan Yogyakarta
Perairan selatan Jawa Timur
Samudera Hindia selatan P. Sumba - P. Sabu
Samudera Hindia selatan Banten
Angin Kencang
Bali
Jawa Timur
Jawa Tengah
Daerah Istimewa Yogyakarta
Baca Juga: Apakah Siklon Tropis Senyar Sudah Berakhir? Ini Penjelasan BMKG
(DEL)
