Konten dari Pengguna

Apa itu Siklon Tropis Bakung yang Diperingatkan BMKG? Ini Penjelasannya

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bibit siklon tropis S91 di barat daya Lampung terbentuk pada 7 Desember 2025. Foto: Dok BMKG
zoom-in-whitePerbesar
Bibit siklon tropis S91 di barat daya Lampung terbentuk pada 7 Desember 2025. Foto: Dok BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan tentang Siklon Tropis Bakung yang dapat memberi dampak signifikan untuk cuaca di wilayah Indonesia. Dalam rilis BMKG pada Selasa (16/12), disebutkan bahwa dalam sepekan ke depan, siklon tersebut diprediksi berada di Samudra Hindia barat daya Lampung.

Siklon Tropis ini memiliki kecepatan angin maksimum 60 knot, tekanan udara minimum 981 hPa, dan bergerak ke arah barat daya atau menjauhi wilayah Indonesia. Kehadirannya dapat menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai angin kencang di wilayah Bengkulu dan Lampung.

Sebenarnya, apa itu Siklon Tropis Bakung dan wilayah mana saja yang diprediksi bakal terdampak? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Apa itu Siklon Tropis Bakung?

Dua bibit siklon tropis terpantau pada Kamis (12/12/2024). Foto: Dok. BMKG

BMKG menjelaskan bahwa Siklon Tropis Bakung merupakan fenomena badai berkecepatan tinggi yang muncul dari bibit Siklon Tropis 91S. Bibit tersebut terbentuk pada 7 Desember 2025 pukul 07.00 WIB.

Kemudian, intensitas bibitnya semakin meningkat dan mencapai level Siklon Tropis pada 12 Desember 2025 pukul 19.00 WIB. Keberadaannya terdeteksi di wilayah Samudra Hindia sebelah barat daya Lampung.

Pergerakan siklon ini menjauh wilayah Indonesia, tapi tetap dapat memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi gelombang tinggi di wilayah terdampak. Berikut ini daftar wilayahnya:

  • Samudera Hindia barat Kepulauan Nias

  • Samudera Hindia barat Kepulauan Mentawai

  • Samudera Hindia barat Bengkulu

  • Samudera Hindia barat Lampung

  • Selat Sunda bagian selatan

Oleh karena itu, BMKG mengimbau kepada seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk melakukan persiapan sebagai antisipasi menghadapi potensi cuaca ekstrem.

“Berdasarkan hasil pemantauan ini, dalam beberapa hari terakhir BMKG telah menyampaikan peringatan dini secara bertahap dan berkelanjutan kepada masyarakat serta sektor terkait,” kata Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam Konferensi Pers perkembangan Bibit Siklon 91S dan 93S di wilayah Indonesia, Jumat (12/12).

Pergerakan siklon tropis Bakung di wilayah Indonesia. Foto: Youtube/Info BMKG

Tidak hanya Siklon Tropis Bakung yang ditemukan, tapi juga bibit Siklon Tropis 93S. BMKG memprediksi keberadaannya di Samudra Hindia selatan Jawa Timur, dengan kecepatan angin maksimum 20 knot dan tekanan udara minimum 1005 hPa.

Bibit Siklon Tropis 93S dapat memberikan dampak tidak langsung berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, gelombang tinggi, dan angin kencang di wilayah terdampak. Berikut daftar wilayahnya:

Cuaca Ekstrem

  • Jawa Tengah

  • Daerah Istimewa Yogyakarta

  • Jawa Timur

  • Bali

  • Nusa Tenggara Barat

  • Nusa Tenggara Timur

Gelombang Tinggi

  • Samudera Hindia selatan Jawa Timur

  • Selat Lombok bagian selatan

  • Samudera Hindia selatan Bali

  • Selat Badung

  • Selat Bali bagian selatan

  • Samudera Hindia selatan NTB

  • Selat Alas bagian selatan

  • Samudera Hindia selatan Jawa Barat

  • Samudera Hindia selatan Jawa Tengah

  • Perairan Sukabumi - Cianjur

  • Perairan Garut - Pangandaran

  • Perairan Cilacap

  • Perairan Kebumen - Purworejo

  • Perairan Yogyakarta

  • Perairan selatan Jawa Timur

  • Samudera Hindia selatan P. Sumba - P. Sabu

  • Samudera Hindia selatan Banten

Angin Kencang

  • Bali

  • Jawa Timur

  • Jawa Tengah

  • Daerah Istimewa Yogyakarta

Baca Juga: Apakah Siklon Tropis Senyar Sudah Berakhir? Ini Penjelasan BMKG

(DEL)