Konten dari Pengguna

Apakah Siklon Tropis Senyar Sudah Berakhir? Ini Penjelasan BMKG

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto udara dampak banjir bandang yang melanda pemukiman penduduk di Jalan Murai, Sibolga, Sumatera Utara, Minggu (30/11/2025). Foto: Muhammad Irsal/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Foto udara dampak banjir bandang yang melanda pemukiman penduduk di Jalan Murai, Sibolga, Sumatera Utara, Minggu (30/11/2025). Foto: Muhammad Irsal/ANTARA FOTO

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa Indonesia tidak sepenuhnya aman dari ancaman siklon tropis. Ini terlihat dari kemunculan Siklon Tropis Senyar yang memicu cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Sumatra.

Dalam unggahan Instagram @infobmkg, dijelaskan bahwa cuaca buruk di Aceh dan Sumatra Utara berawal dari bibit siklon 95B yang cepat menguat. Pusaran ini kemudian berkembang menjadi Siklon Tropis Senyar hingga menimbulkan hujan lebat disertai angin kencang.

Selain menimbulkan banyak kerugian, cuaca ekstrem juga memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat. Lantas, apakah siklon tropis sudah benar-benar berakhir atau justru berpotensi menimbulkan dampak lanjutan? Yuk, simak penjelasan lengkapnya di sini!

Siklon Tropis Senyar

Foto udara petugas menggunakan alat berat melakukan pencarian korban longsor di Kampung Duren, Desa Batu Godang, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Minggu (30/11/2025). Foto: Yudi Manar/ ANTARA FOTO

Dikutip dari laman BMKG, siklon tropis merupakan badai berkecepatan tinggi yang terbentuk di atas perairan laut tropis. Salah satu jenis yang kerap muncul di kawasan Asia Tenggara adalah Siklon Tropis Senyar. Fenomena ini dapat terjadi di wilayah Semenanjung Malaysia, Thailand Selatan, hingga Sumatra.

BMKG melaporkan bahwa Senyar memicu hujan ekstrem pada 25-27 November 2025 di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Sejumlah wilayah mencatat curah hujan ekstrem seperti Aceh Utara (310,8 mm/hari), Medan (262,2 mm/hari), Tapanuli Tengah (229,7 mm/hari), dan Padang Pariaman (154 mm/hari).

Gelombang Rossby Ekuator yang aktif di wilayah yang sama juga turut memperkuat intensitas hujan. Selain itu, Siklon Tropis KOTO dari Laut Filipina memberi dampak tidak langsung berupa hujan sedang hingga lebat serta gelombang tinggi 1,25-4 meter di perairan utara Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku Utara.

Menurut BMKG, Senyar termasuk peristiwa yang tidak lazim terjadi di Selat Malaka karena Indonesia berada dekat garis ekuator. Namun, dalam lima tahun terakhir semakin banyak sistem siklon yang mendekati Indonesia dan memberi dampak signifikan, termasuk Senyar.

Apakah Siklon Tropis Senyar Sudah Berakhir?

Foto udara petugas menggunakan alat berat melakukan pencarian korban longsor di Kampung Duren, Desa Batu Godang, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Minggu (30/11/2025). Foto: Yudi Manar/ ANTARA FOTO

Berdasarkan laporan resmi BMKG pada Kamis (27/11/2025), Siklon Tropis Senyar dinyatakan telah punah dan tidak lagi berstatus sebagai sistem siklon aktif. Meski begitu, potensi cuaca ekstrem di Indonesia masih berlanjut akibat pengaruh berbagai fenomena atmosfer.

Hingga 3 Desember 2025, beberapa wilayah masih berisiko mengalami hujan deras dan angin kencang. Berikut daftar wilayah yang perlu mewaspadai kondisi tersebut.

  • Hujan sedang (berpotensi meningkat):

Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, Papua Selatan.

  • Status Siaga (hujan lebat-sangat lebat):

Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Papua Pegunungan.

Selain hujan, BMKG juga mengeluarkan peringatan gelombang tinggi di perairan Indonesia untuk periode 1–4 Desember 2025. Gelombang kategori sedang (1,25–2,5 meter) berpotensi terjadi di berbagai wilayah berikut:

  • Selat Malaka bagian utara

  • Samudra Hindia barat Aceh

  • Samudra Hindia barat Kep. Nias

  • Samudra Hindia barat Kep. Mentawai

  • Samudra Hindia barat Bengkulu

  • Samudra Hindia barat Lampung

  • Samudra Hindia selatan Banten

  • Samudra Hindia selatan Jawa Barat

  • Samudra Hindia selatan Jawa Tengah

  • Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta

  • Samudra Hindia selatan Jawa Timur

  • Samudra Hindia selatan Bali

  • Samudra Hindia selatan NTB

  • Samudra Hindia selatan NTT

  • Laut Arafuru bagian barat

  • Selat Karimata bagian utara

  • Laut Natuna Utara

  • Laut Maluku

  • Samudra Pasifik utara Maluku

  • Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya

  • Samudra Pasifik utara Papua Barat

  • Samudra Pasifik utara Papua

Baca Juga: Penjelasan Apa itu Siklon Tropis Senyar yang Sebabkan Banjir-Longsor di Sumatra

(ANB)