Apakah Siklon Tropis Senyar Sudah Berakhir? Ini Penjelasan BMKG

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa Indonesia tidak sepenuhnya aman dari ancaman siklon tropis. Ini terlihat dari kemunculan Siklon Tropis Senyar yang memicu cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Sumatra.
Dalam unggahan Instagram @infobmkg, dijelaskan bahwa cuaca buruk di Aceh dan Sumatra Utara berawal dari bibit siklon 95B yang cepat menguat. Pusaran ini kemudian berkembang menjadi Siklon Tropis Senyar hingga menimbulkan hujan lebat disertai angin kencang.
Selain menimbulkan banyak kerugian, cuaca ekstrem juga memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat. Lantas, apakah siklon tropis sudah benar-benar berakhir atau justru berpotensi menimbulkan dampak lanjutan? Yuk, simak penjelasan lengkapnya di sini!
Siklon Tropis Senyar
Dikutip dari laman BMKG, siklon tropis merupakan badai berkecepatan tinggi yang terbentuk di atas perairan laut tropis. Salah satu jenis yang kerap muncul di kawasan Asia Tenggara adalah Siklon Tropis Senyar. Fenomena ini dapat terjadi di wilayah Semenanjung Malaysia, Thailand Selatan, hingga Sumatra.
BMKG melaporkan bahwa Senyar memicu hujan ekstrem pada 25-27 November 2025 di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Sejumlah wilayah mencatat curah hujan ekstrem seperti Aceh Utara (310,8 mm/hari), Medan (262,2 mm/hari), Tapanuli Tengah (229,7 mm/hari), dan Padang Pariaman (154 mm/hari).
Gelombang Rossby Ekuator yang aktif di wilayah yang sama juga turut memperkuat intensitas hujan. Selain itu, Siklon Tropis KOTO dari Laut Filipina memberi dampak tidak langsung berupa hujan sedang hingga lebat serta gelombang tinggi 1,25-4 meter di perairan utara Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku Utara.
Menurut BMKG, Senyar termasuk peristiwa yang tidak lazim terjadi di Selat Malaka karena Indonesia berada dekat garis ekuator. Namun, dalam lima tahun terakhir semakin banyak sistem siklon yang mendekati Indonesia dan memberi dampak signifikan, termasuk Senyar.
Apakah Siklon Tropis Senyar Sudah Berakhir?
Berdasarkan laporan resmi BMKG pada Kamis (27/11/2025), Siklon Tropis Senyar dinyatakan telah punah dan tidak lagi berstatus sebagai sistem siklon aktif. Meski begitu, potensi cuaca ekstrem di Indonesia masih berlanjut akibat pengaruh berbagai fenomena atmosfer.
Hingga 3 Desember 2025, beberapa wilayah masih berisiko mengalami hujan deras dan angin kencang. Berikut daftar wilayah yang perlu mewaspadai kondisi tersebut.
Hujan sedang (berpotensi meningkat):
Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, Papua Selatan.
Status Siaga (hujan lebat-sangat lebat):
Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Papua Pegunungan.
Selain hujan, BMKG juga mengeluarkan peringatan gelombang tinggi di perairan Indonesia untuk periode 1–4 Desember 2025. Gelombang kategori sedang (1,25–2,5 meter) berpotensi terjadi di berbagai wilayah berikut:
Selat Malaka bagian utara
Samudra Hindia barat Aceh
Samudra Hindia barat Kep. Nias
Samudra Hindia barat Kep. Mentawai
Samudra Hindia barat Bengkulu
Samudra Hindia barat Lampung
Samudra Hindia selatan Banten
Samudra Hindia selatan Jawa Barat
Samudra Hindia selatan Jawa Tengah
Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta
Samudra Hindia selatan Jawa Timur
Samudra Hindia selatan Bali
Samudra Hindia selatan NTB
Samudra Hindia selatan NTT
Laut Arafuru bagian barat
Selat Karimata bagian utara
Laut Natuna Utara
Laut Maluku
Samudra Pasifik utara Maluku
Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya
Samudra Pasifik utara Papua Barat
Samudra Pasifik utara Papua
Baca Juga: Penjelasan Apa itu Siklon Tropis Senyar yang Sebabkan Banjir-Longsor di Sumatra
(ANB)
