Konten dari Pengguna

Bagaimana Cara Menerapkan Budaya 5S Setiap Hari di Sekolah?

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Siswa SMA. Foto: Agewib/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Siswa SMA. Foto: Agewib/Shutterstock

Membentuk karakter peserta didik menjadi salah satu tantangan besar dalam dunia pendidikan. Untuk menjawab tantangan tersebut, sekolah sebagai institusi pendidikan formal memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai moral dan etika kepada para siswa.

Salah satu upaya yang memiliki dampak besar adalah penerapan budaya 5S, yaitu Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun. Dikutip dari laman Kemendikdasmen, kebiasaan positif ini mampu menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan penuh rasa saling menghargai.

Jika diterapkan secara konsisten, kebiasaan sederhana ini dapat membentuk karakter positif pada peserta didik yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Lantas, bagaimana cara menerapkan budaya 5S setiap hari di sekolah? Mari simak informasi lengkapnya berikut ini.

Bagaimana Cara Menerapkan Budaya 5S Setiap Hari di Sekolah?

Ilustrasi Siswa SMP Foto: Diah Harni/kumparan

Mengutip Jurnal Pembiasaan Program Budaya 5S di Sekolah pada Siswa SDN Kuin Selatan 3 karya Norazmi Sari dkk. dan jurnal Implementasi Budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun) sebagai Penguatan Pendidikan Karakter Siswa Kelas I SD N 1 Gondang karya Tania Chandra dkk., berikut beberapa cara menerapkan budaya 5S dalam kehidupan sehari-hari di sekolah:

1. Senyum

Senyum merupakan bentuk keramahan yang dapat menciptakan suasana sekolah menjadi lebih hangat dan menyenangkan. Beberapa contoh penerapan budaya senyum di sekolah antara lain:

  • Tersenyum ketika bertemu guru di gerbang sekolah.

  • Menyambut teman yang datang ke kelas dengan senyum ramah.

  • Memberikan senyum saat bekerja sama dalam kegiatan kelompok.

  • Tersenyum ketika menyapa petugas kebersihan, satpam, atau tenaga kependidikan.

2. Salam

Mengucapkan salam merupakan salah satu bentuk etika dan penghormatan kepada orang lain. Beberapa contoh penerapan budaya salam di sekolah, antara lain:

  • Mengucapkan salam kepada guru saat memasuki kelas sebelum kegiatan belajar dimulai.

  • Memberi salam ketika bertemu kepala sekolah atau tenaga kependidikan di lingkungan sekolah.

  • Mengawali presentasi atau penyampaian tugas di depan kelas dengan salam sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.

  • Mengucapkan salam saat memasuki ruang guru atau ruang administrasi sekolah.

3. Sapa

Ilustrasi Siswa SMA. Foto: Fazazakka/Shutterstock

Penerapan budaya 5S berikutnya adalah sapa. Menyapa merupakan bentuk interaksi sosial yang dilakukan setelah mengucapkan salam. Kebiasaan sederhana ini juga dapat menciptakan suasana yang lebih akrab, serta membangun komunikasi yang positif di lingkungan sekolah.

Contohnya, menyapa teman dengan ucapan "Selamat pagi, apa kabar?", menanyakan kondisi teman yang sedang sakit, atau menyapa petugas kebersihan dan tenaga kependidikan ketika berpapasan di lingkungan sekolah.

4. Sopan

Selain ditunjukkan melalui pilihan kata yang baik, sikap sopan juga dapat diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. Contohnya, mengucapkan kata "tolong", "maaf", dan "terima kasih" saat berkomunikasi, mengetuk pintu sebelum memasuki ruang guru, tidak memotong pembicaraan orang lain, serta mendengarkan guru dengan saksama ketika menjelaskan materi.

5. Santun

Santun berarti memperlakukan orang lain dengan penuh hormat, empati, dan kepedulian. Sikap ini dapat diwujudkan melalui penggunaan bahasa yang baik, menghargai perbedaan pendapat, serta menyelesaikan masalah tanpa emosi.

Contohnya, membantu teman yang kesulitan belajar, meminjam barang dengan izin terlebih dahulu, mengantre dengan tertib di kantin, serta menerima kritik atau saran dari guru dan teman dengan lapang dada.

Baca Juga: Mengapa Budaya 5S Penting Diterapkan di Sekolah? Ini Urgensinya untuk Masa Depan

(ANB)