Mengapa Budaya 5S Penting Diterapkan di Sekolah? Ini Urgensinya untuk Masa Depan

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengapa budaya 5S penting diterapkan di sekolah dan untuk masa depan? Budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun) mulai digalakkan sejak anak ada di bangku sekolah. Meliputi jenjang PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK.
Budaya 5S adalah bagian tak terpisahkan dari Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) dalam rangka menuju Indonesia Emas 2045.
Pendidikan karakter perlu ditanamkan kepada anak sejak dini karena akan menjadi fondasi dalam membentuk generasi unggul yang cerdas secara akademik, berakhlak mulia dan berkepribadian yang kuat.
Penjelasan Mengapa Budaya 5S Penting Diterapkan di Sekolah?
Mengapa budaya 5S penting diterapkan di sekolah dan untuk masa depan? Budaya 5S ditanamkan sejak anak di bangsu sekolah sebagai bagian dari penanaman pendidikan karakter pada anak. Ini sejalan dengan gerakan pemerintah yang menggalakkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Dikutip dari cerdasberkarakter.kemendikdasmen.go.id, pembiasaan budaya 5S di sekolah bertujuan agar anak Indonesia senantiasa menjadi anak-anak yang hebat, sehat, cerdas, berkarakter, berakhlak mulia, terampil, dan berdedikasi kepada bangsa dan negara. Mereka adalah generasi pemimpin Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
Dengan pembiasaan 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun), anak menjadi belajar untuk menghargai orang lain, membangun hubungan yang baik di sekitarnya, dan menumbuhkan sikap peduli dan bertanggung jawab.
Urgensi budaya 5S adalah untuk menanamkan karakter anak sejak dini. Kebiasaan tersenyum, memberi salam, menyapa, bersikap sopan kepada orang lain, dan bertutur kata yang santun dapat membentuk pribadi yang berakhlak mulia dan berintegritas.
Budaya 5S juga penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif di sekolah. Hubungan yang hangat antara siswa, guru, dan warga sekolah tentu akan menciptakan suasana belajar aman, nyaman, dan menyenangkan.
Selain itu, penerapan budaya 5S juga dapat menumbuhkan rasa hormat dan empati kepada siswa. Siswa dapat belajar menghormati orang yang lebih tua, menghargai teman sebaya, serta peduli terhadap perasaan orang lain.
Budaya 5S turut melatih anak untuk berkomunikasi dengan baik, bekerja sama, dan mampu menyelesaikan perbedaan secara santun.
Nilai-nilai yang terkandung dalam 5S juga menjadi dasar tumbuhnya kebiasaan positif lainnya, termasuk disiplin, tanggung jawab, hidup sehat, semangat belajar, dan peduli terhadap lingkungan sekitar.
Tak cukup di bangku sekolah saja. Kelak saat sudah memasuki dunia kerja, budaya 5S ini menjadi sangat krusial di lingkungan kerja. Penerapan budaya ini penting untuk menciptakan suasana kerja yang sehat dan memberikan layanan terbaik untum masyarakat umum.
Implementasi budaya 5S membutuhkan bantuan empat pusat pendidikan atau Catur Pusat Pendidikan. Diantaranya yaitu sekolah, keluarga (orang tua), masyarakat, dan media.
Guru di sekolah dan tenaga pendidik diharapkan mendukung penerapan budaya ini di lingkungan sekolah, sedangkan orang tua memainkan peran penting untuk membiasakan budaya 5S di rumah.
Tak hanya itu, dukungan masyarakat dan semua pihak diperlukan guna menciptakan lingkungan sosial yang positif, dan media massa yang menjadi mitra strategis mengkampanyekan nilai-nilai yang terkandung di dalam budaya 5S secara luas.
Mengapa budaya 5S penting diterapkan di sekolah dan untuk masa depan? Penerapan budaya 5S sangat penting dilakukan sejak dini. Karena generasi muda saat ini nantinya yang akan menjadi pemimpin Indonesia Emas 2045. (Aya)
Baca juga: Susunan Acara Penutupan MPLS SMP Lengkap dari Pembukaan hingga Penutup
