Daftar Sesar Aktif di Indonesia, dari Sumatera hingga Papua

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sesar atau patahan adalah bidang rekahan yang diikuti oleh terjadinya pergeseran relatif satu blok terhadap blok batuan lainnya. Daerah dengan sesar yang masih aktif bergerak sangat rawan mengalami gempa bumi.
Sebagai salah satu negara yang berada di jalur Ring of Fire, Indonesia menjadi salah satu daerah yang rawan gempa. Gempa bumi ini umumnya terjadi di jalur sesar atau patahan tersebut.
Lantas, ada berapa total daftar sesar aktif di Indonesia? Simak informasinya melalui ulasan berikut.
Daftar Sesar Aktif di Indonesia
Berdasarkan buku Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Tahun 2024 oleh Kementerian Pekerja Umum (Kemenpu), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya peningkatan jumlah sumber gempa sesar aktif baru dibandingkan peta gempa sebelumnya.
Terdapat total 401 sesar aktif baru di Indonesia per tahun 2024. Angka tersebut lebih besar dibandingkan jumlah sesar aktif yaitu 273 sesar aktif pada tahun 2017 dan 52 sesar aktif pada tahun 2010. Berikut daftar sesar aktif per wilayah dari tahun 2010 hingga 2024.
Sumatra
2010: 19 sesar aktif
2017: 56 sesar aktif
2024: 86 sesar aktif
Jawa
2010: 6 sesar aktif
2017: 36 sesar aktif
2024: 82 sesar aktif
Kalimantan
2017: 3 sesar aktif
2024: 10 sesar aktif
Sulawesi
2010: 7 sesar aktif
2017: 48 sesar aktif
2024: 77 sesar aktif
Bali-NT-Banda-Maluku
2010: 4 sesar aktif
2017: 47 sesar aktif
2024: 68 sesar aktif
Malut-Papua
2010: 16 sesar aktif
2017: 80 sesar aktif
2024: 78 sesar aktif
Dampak Sesar Aktif di Indonesia
Adanya peningkatan sesar aktif yang menjadi sumber gempa ini turut meningkatkan nilai bahaya dan risiko yang terjadi di Indonesia. Para pemangku kebijakan dan perancang ahli perlu memperkuat perencanaan infrastruktur tahan gempa di Indonesia.
Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi (PRKG) BRIN, Nuraini Rahma Hanifa, mengatakan jika total 401 sesar aktif dikaitkan dengan jumlah penduduk di Indonesia, maka sekitar 200 juta penduduk bisa mengalami goncangan gempa bumi.
“Kalau kita overlay-kan dengan jumlah penduduk di Indonesia, maka sekitar 200 juta penduduk Indonesia bisa mengalami goncangan gempa dengan intensitas magnitudo 6 ke atas atau sekitar 77 persen. Ada sekitar empat juta jiwa yang tinggal di atas patahan atau sesar,” tutur Nuraini, dikutip dari laman resmi BRIN.
Dengan adanya risiko yang meningkat ini, Nuraini mengatakan bahwa mitigasi bencana dapat menjadi salah satu strategi untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh bencana. Selain dengan pemetaan sesar aktif, mitigasi bencana juga bisa dilakukan dengan membangun kesadaran masyarakat mengenai potensi bencana dan menciptakan sistem peringatan dini yang efektif.
“Selain itu, kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam upaya mitigasi bencana juga merupakan kunci dalam meminimalkan dampak bencana di Pulau Jawa,” ucap Nuraini.
Baca juga: Apa Itu Ring of Fire? Ini Penjelasan Lengkapnya
(MFT)
