Konten dari Pengguna

Apa Itu Ring of Fire? Ini Penjelasan Lengkapnya

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi gunung berapi. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gunung berapi. Foto: Shutterstock

Cincin Api Pasifik atau Pacific Ring of Fire adalah istilah yang disematkan kepada Indonesia karena memiliki banyak gunung berapi. Secara geografis, Indonesia memang berada di atas tumbukan tiga lempeng besar, yaitu lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Lempeng Pasifik.

Itulah mengapa negara ini memiliki banyak gunung berapi dan sering mengalami gempa bumi. Simak penjelasan selengkapnya tentang Pacific Ring of Fire atau sering disingkat jadi Ring of Fire berikut ini.

Pengertian Ring of Fire

Ilustrasi Ring of Fire adalah. Foto: Pexels.com.

Merangkum dari buku Ring of Fire: Volcanoes Around the Pacific Rim oleh Kevin Hunt, Ring of Fire adalah jalur aktivitas vulkanik dan segala getaran atau gelombang elastis yang merambat melalui bumi (seismik). Jalur ini berbentuk tapal kuda yang mengelilingi Samudra Pasifik.

Wilayah Ring of Fire berisi 75% gunung berapi aktif dan tidak aktif di dunia. Hal ini menjadikannya pusat aktivitas geologis yang jauh lebih intens dibandingkan wilayah lain.

Gunung-gunung berapi dalam kawasan sekitar Cincin Api Pasifik merupakan yang paling eksplosif dan berbahaya di dunia. Itulah mengapa wilayah ini menjadi lokasi terjadinya beberapa letusan gunung berapi paling mematikan dalam sejarah.

Salah satu contohnya yaitu letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883. Mengutip laman resmi Badan Geologi Kementerian ESDM, ledakannya setara dengan sekitar 30.000 kali bom atom yang diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia II. Ledakannya terdengar sampai 4.600 km dari pusat letusan, bahkan dapat didengar oleh 1/8 penduduk bumi saat itu.

Membentang sepanjang lebih dari 40.000 kilometer, Cincin Api Pasifik terbentuk akibat pergerakan lempeng tektonik di sepanjang batas Lempeng Pasifik. Pergerakan ini menciptakan pertumbukan dua lempeng yang memicu aktivitas vulkanik dan seismik yang besar.

Penyebab Tingginya Aktivitas Gunung Berapi di Ring of Fire

Ilustrasi Ring of Fire adalah. Foto: Pexels.com.

Tingginya aktivitas gunung berapi di Ring of Fire disebabkan oleh beberapa faktor. Mengutip dari laman resmi National Geographic, berikut faktor-faktornya.

Batas Lempeng

Ring of Fire merupakan hasil dari pergerakan lempeng tektonik, yakni lempengan besar kerak bumi yang saling menyatu. Fenomena tabrakan, gerakan menjauh, dan bergesernya lempeng di wilayah ini menjadi salah satu faktor dari tingginya aktivitas gunung berapi.

Batas Konvergen

Batas lempeng konvergen terbentuk akibat lempeng tektonik bertabrakan satu sama lain. Batas konvergen ini seringkali berupa zona subduksi, di mana lempeng yang lebih berat menyelinap di bawah lempeng yang lebih ringan sehingga menciptakan palung lebih dalam.

Subduksi ini kemudian mengubah material mantel yang padat menjadi magma yang mengapung. Dengan demikian, magma akan naik melalui kerak bumi ke permukaan bumi.

Batas Divergen

Batas divergen terbentuk ketika lempeng tektonik saling menjauh satu sama lain. Dasar laut akan mekar dan membentuk lembah retakan. Pemekaran dasar laut merupakan proses naiknya magma ke celah retakan yang kemudian akan didinginkan oleh air laut.

Oleh karena itu, pergerakan kerak baru ke atas dan pendinginan magma ini telah membentuk punggungan tinggi di dasar samudra selama jutaan tahun.

Batas Transform

Batas transform terbentuk ketika lempeng tektonik saling bergeser secara horizontal. Bagian-bagian lempeng dapat tersangkut di titik pertemuan keduanya. Tekanan ini menyebabkan batuan retak atau bergeser, kemudian memicu pergerakan lempeng secara tiba-tiba dan gempa bumi.

Titik Panas

Wilayah Ring of Fire juga memiliki titik panas, yaitu area jauh di dalam mantel bumi tempat panas naik ke permukaan. Panas ini memicu batuan untuk meleleh di bagian atas mantel yang rapuh. Batuan cair atau magma kerap menerobos celah-celah kerak bumi untuk membentuk gunung berapi.

Memahami Kondisi Indonesia yang Berada di Ring of Fire

Ilustrasi Gunung Berapi. Foto: AFP/TORSTEN BLACKWOOD

Mengutip dari buku Mountains of Fire karya Robert W. Decker, Barbara B. Decker, Indonesia berada di urutan kedua setelah Amerika yang memiliki potensi volkano aktif paling banyak di dunia. Jumlah gunung api aktif di Indonesia adalah 127 gunung.

Disebutkan juga di dalam buku Pintar Penanggulangan Tanah Longsor oleh Rizem Aizid bahwa penyumbang gempa bumi terbanyak salah satunya dari zona Sabuk Alpine atau Alpine Belt. Nah, Indonesia tidak hanya berada di jalur Cincin Api Pasifik, tapi juga Sabuk Alpine tersebut. Sabuk Alpine ini menyumbang sekitar 5-6% gempa bumi.

Dengan letak geografis ini, Indonesia rawan terkena bencana geologi, seperti gempa bumi, tsunami, hingga erupsi atau letusan gunung berapi. Dengan demikian, Indonesia memerlukan mitigasi bencana yang memadai demi keselamatan seluruh warganya.

Baca juga: Bedanya Erupsi dan Meletus pada Gunung Berapi yang Perlu Diketahui Masyarakat

(MFT)