Konten dari Pengguna

Bedanya Erupsi dan Meletus pada Gunung Berapi yang Perlu Diketahui Masyarakat

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bedanya Erupsi dan Meletus. Foto: Aditya Pradana Putra/ ANTARA FOTO/ KumparanTRAVEL
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bedanya Erupsi dan Meletus. Foto: Aditya Pradana Putra/ ANTARA FOTO/ KumparanTRAVEL

Bedanya erupsi dan meletus pada gunung berapi penting untuk dipahami karena kedua istilah tersebut sering digunakan ketika membahas aktivitas gunung berapi.

Pemahaman mengenai istilah ini dapat membantu masyarakat mengetahui informasi vulkanik dengan lebih tepat, terutama ketika terjadi peningkatan aktivitas gunung berapi di suatu daerah.

Bedanya Erupsi dan Meletus Ketika Terjadi Peningkatan Aktivitas dari Gunung Berapi

Ilustrasi Bedanya Erupsi dan Meletus. Foto: AFP PHOTO / FERDI AWED/ KumparanSAINS

Bedanya erupsi dan meletus pada gunung berapi menjadi informasi penting bagi masyarakat. Terlebih, Indonesia memiliki banyak gunung api aktif sehingga istilah erupsi maupun gunung meletus cukup sering dijumpai dalam berbagai informasi kebencanaan.

Dikutip dari laman blitarkab.go.id, dan bpmpp.uma.ac.id, secara umum, erupsi dan meletus masih berkaitan dengan proses keluarnya material vulkanik dari dalam gunung api. Namun, keduanya memiliki cakupan penggunaan yang berbeda.

Erupsi merupakan proses keluarnya material vulkanik dari dalam bumi menuju permukaan. Material yang dikeluarkan dapat berupa magma, lava, gas vulkanik, abu, maupun material batuan lainnya. Proses tersebut terjadi ketika tekanan dan energi di dalam gunung api mendorong magma bergerak naik melalui rekahan atau saluran menuju permukaan bumi.

Erupsi tidak selalu berlangsung dalam bentuk ledakan besar. Berdasarkan proses dan karakteristiknya, erupsi secara umum dapat dibedakan menjadi erupsi efusif dan erupsi eksplosif.

Erupsi efusif terjadi ketika magma keluar ke permukaan secara relatif perlahan dan kemudian mengalir sebagai lava. Proses ini tidak selalu disertai ledakan atau dentuman yang kuat.

Sementara itu, erupsi eksplosif terjadi ketika magma dan material vulkanik keluar dengan tekanan yang besar sehingga menghasilkan ledakan, lontaran material, abu vulkanik, dan fenomena vulkanik lainnya.

Dengan demikian, istilah erupsi memiliki makna yang lebih luas karena mencakup berbagai bentuk aktivitas atau keluarnya material vulkanik, baik yang berlangsung secara efusif maupun eksplosif.

Istilah meletus lebih umum digunakan untuk menggambarkan erupsi yang bersifat eksplosif. Kata tersebut merujuk pada keluarnya material dari gunung api secara tiba-tiba akibat tekanan yang kuat, yang dapat disertai suara ledakan atau dentuman.

Ketika masyarakat mengatakan gunung meletus, umumnya yang dimaksud adalah gunung api sedang mengalami erupsi dengan aktivitas eksplosif. Namun, secara ilmiah, istilah erupsi tetap menjadi istilah yang lebih umum karena tidak semua erupsi harus berupa ledakan.

Sederhananya, erupsi merupakan istilah untuk proses keluarnya material vulkanik dari gunung api, sedangkan meletus lebih sering digunakan untuk menggambarkan erupsi yang disertai ledakan atau bersifat eksplosif.

Dengan demikian, keduanya tidak sepenuhnya merujuk pada dua peristiwa yang berbeda. Istilah "meletus" dapat digunakan untuk menggambarkan salah satu bentuk erupsi, terutama erupsi yang berlangsung secara eksplosif.

Itulah penjelasan mengenai bedanya erupsi dan meletus pada gunung berapi yang penting untuk dipahami agar tidak keliru dalam menggunakan kedua istilah tersebut. (Idaf)

Baca juga: Red Zone Abu Vulkanik: Definisi, Contoh, dan Hal yang Perlu Diwaspadai