Red Zone Abu Vulkanik: Definisi, Contoh, dan Hal yang Perlu Diwaspadai

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Red zone abu vulkanik atau wilayah zona merah adalah wilayah dengan tingkat bahaya vulkanik tertinggi. Zona ini ada di sekitar gunung api yang sedang atau berpotensi mengalami erupsi.
Berdasarkan pembagian zona bahaya pada Peta Bahaya Vulkanik nemo.gov.vc, zona bahaya 1 atau red zone disebut sebagai zona dengan bahaya sangat tinggi.
Kawasan tersebut diperkirakan mengalami dampak paling serius dalam jangka pendek apabila terjadi letusan gunung api.
Definisi Red Zone Abu Vulkanik yang Perlu Diketahui
Red zone abu vulkanik ditentukan oleh kemungkinan terkenanya berbagai material dan fenomena berbahaya yang menyertai erupsi gunung api.
Wilayah ini utamanya dapat menjadi jalur aliran piroklastik, aliran lumpur atau lahar, gelombang pasang akibat aktivitas vulkanik, dan lontaran material vulkanik dari kawah.
Zona merah juga merupakan wilayah yang kemungkinan besar menerima lebih dari 30 sentimeter abu vulkanik. Akibat intensitas bahayanya yang amat tinggi, kawasan ini tidak cocok dihuni manusia selama letusan berlangsung.
Fenomena Gunung Anak Krakatau saat ini dapat digunakan untuk menggambarkan contoh pentingnya konsep zona merah.
Pada saat Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi, material vulkanik yang keluar dari kawah berupa lava dan abu. Selain itu ada juga fragmen batuan, lapili, dan material vulkanik berukuran lebih besar yang ikut terlontar ke sekitar gunung.
Abu yang lebih halus dapat terbawa angin dan menyebar jauh dari sumber erupsi. Sebab itu, kawasan paling dekat dengan kawah memiliki tingkat bahaya yang tinggi dibandingkan wilayah yang hanya terkena hujan abu akibat material yang terbawa angin.
Sebagai contoh, pulau lokasi Gunung Anak Krakatau berada dan kawasan laut di sekitarnya dipandang sebagai wilayah yang memiliki potensi bahaya tertinggi secara langsung dari aktivitas erupsi.
Material yang terlontar dari kawah bisa jatuh kembali di sekitar gunung. Sedangkan aliran material vulkanik dan fenomena lain tentu akan menimbulkan bahaya di kawasan yang lebih rendah dan di laut.
Hal yang perlu diwaspadai masyarakat yang ada di kawasan dengan hujan abu adalah gangguan pernapasan, jarak pandang, air bersih, tanaman, kendaraan, dan berbagai peralatan.
Abu vulkanik partikelnya dapat sangat halus dan bersifat abrasif. Sehingga dapat mengganggu sistem pernapasan, masuk ke mesin atau peralatan, dan menumpuk di atap rumah.
Apabila jumlahnya sangat banyak, berat endapan abu dapat memberikan beban tambahan pada bangunan. Abu yang bercampur air hujan akan berubah menjadi lumpur dan semakin mempersulit aktivitas masyarakat.
Istilah red zone abu vulkanik bisa dipahami sebagai kawasan dengan potensi kombinasi bahaya vulkanik paling serius. Wawasan ini sangat penting dipahami, khususnya bagi masyarakat yang terdampak abu vulkanik akibat erupsi. (Win)
Baca juga: Apakah Abu Vulkanik Dapat Menyuburkan Tanah? Ini Penjelasannya
