Konten dari Pengguna

Mengenal Fashion Ramah Lingkungan beserta Contohnya

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi fashion ramah lingkungan. Foto: HollyHarry/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi fashion ramah lingkungan. Foto: HollyHarry/Shutterstock

Produksi fast fashion yang silih berganti turut menyumbang angka pencemaran lingkungan dan pemanasan global yang sangat tinggi. Itu mengapa, sejumlah industri tekstil mulai beralih ke konsep fashion ramah lingkungan.

Konsep ini mengedepankan aspek keberlanjutan (sustainability). Sehingga, daur hidupnya tidak lagi menggunakan model ekonomi linier (buat-gunakan-buang).

Kini, sejumlah industri sudah mulai sadar dan peduli akan dampak pencemaran lingkungan yang dihasilkan oleh limbah tekstil. Menurut Ellen McArthur Foundation, hal ini berpeluang mengurangi timbunan limbah dan polusi dari bisnis busana yang diperkirakan mencapai nilai 500 milar dolar AS per tahun.

Kendati demikian, konsep fashion ramah lingkungan ini masih dalam tahap pengembangan untuk mencapai titik yang sempurna. Agar lebih paham alur dan prosesnya, simaklah pembahasannya berikut ini.

Konsep Fashion Ramah Lingkungan

Ilustrasi sustainable fashion. Foto: Shutterstock

Fashion ramah lingkungan dikenal juga dengan istilah sustainable fashion (fesyen yang berkelanjutan). Ragam fashion ini bertujuan untuk menciptakan pakaian yang dapat mengurangi dampak lingkungan secara global.

Di samping itu, sustainable fashion juga turut memperhatikan orang-orang yang bekerja untuk memproduksi pakaian tersebut. Perusahaan berupaya memenuhi kesejahteraan karyawan, hak kerjanya, serta tunjangan.

Tentu, ada hal yang dikorbankan untuk mewujudkan konsep bisnis ini. Menurut laman Immago, merek yang mengaplikasikan konsep sustainable fashion cenderung menggelontorkan modal yang lebih banyak.

Bahkan, beberapa di antaranya juga harus mengurangi margin keuntungan atau menaikkan harga produknya. Menurut laman Dress Le Muse, ini berkaitan erat dengan proses pembuatan yang kompleks meliputi:

  • Pemilihan bahan organik: Umumnya, merek yang mengusung sustainable fashion menggunakan bahan organik seperti katun dan linen yang ditanam tanpa pestisida atau bahan kimia berbahaya lainnya.

  • Memanfaatkan bahan daur ulang: Beberapa merek umumnya menggunakan bahan ramah lingkungan seperti plastik atau wol daur ulang.

  • Menggunakan pewarna alami: Alih-alih menggunakan pewarna sintetis yang berbahaya, fashion ramah lingkungan justru memilih pewarna alami yang berasal dari tumbuhan. Jenis pewarna ini tidak beracun dan dapat terurai dengan mudah.

Contoh Fashion Ramah Lingkungan

Ilustrasi sustainable fashion. Foto: Shutterstock

Praktik keberlanjutan di ranah fashion bisa dibagi menjadi beberapa bagian, yakni:

1. Slow fashion

Kini, mulai banyak label pakaian yang muncul dengan pendekatan slow fashion. Mereka mengedepankan aspek kelestarian dan keberlanjutan lingkungan pada pakaiannya. Jadi, pakaian bisa digunakan dalam jangka waktu lama.

2. Mode sirkular

Konsep ini menganjurkan agar semua produk fesyen yang dibeli masyarakat dapat digunakan dan diedarkan selama mungkin. Upaya yang dilakukan bisa dalam bentuk daur ulang, upcycling, maupun thrifting.

3. Mode etis

Mode etis mengadopsi praktik perdagangan yang adil dan terkonsep. Perusahaan memastikan tidak ada manusia atau hewan yang terluka akibat prosuksi item fashion mereka.

Baca juga: Memahami Konsep Ramah Lingkungan dalam Islam dan Contohnya

(MSD)