Rangkaian Acara Sekaten Jogja 2026, Ini Informasinya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Acara Sekaten Jogja 2026 resmi digelar Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Perayaan ini merupakan tradisi turun-temurun yang menjadi bagian dari syiar Islam sekaligus warisan budaya Keraton Yogyakarta.
Dikutip dari akun Instagram resmi @kratonjogja, rangkaian Hajad Dalem Sekaten kali ini akan berlangsung mulai 19 hingga 26 Agustus 2026 dengan sejumlah prosesi penting di dalamnya.
Jika tertarik menyaksikan langsung tradisi ini, simak rangkaian acara Sekaten Jogja 2026 berikut ini!
Rangkaian Acara Sekaten Jogja 2026
Bersumber dari akun Instagram @kratonjogja, berikut susunan lengkap rangkaian acara Sekaten Jogja 2026 yang dapat disaksikan masyarakat:
Miyos Gangsa: Rabu, 19 Agustus 2026 pukul 19.30-22.00 WIB di Bangsal Pancaniti, Pagelaran, dan Pagongan Masjid Gedhe. Prosesi diawali dengan penyebaran udhik-udhik oleh Utusan Dalem pukul 20.00 WIB. Kegiatan ini akan dibuka untuk masyarakat umum sejak pukul 19.30 WIB.
Tabuh Gangsa Sekaten: Berlangsung di Pagongan Masjid Gedhe mulai 20-25 Agustus 2026 dengan jadwal berbeda setiap harinya, baik pagi, siang, maupun malam hari.
Kondur Gangsa: Selasa, 25 Agustus 2026 pukul 19.00-22.00 WIB di Pagongan dan Halaman Masjid Gedhe, diawali penyebaran udhik-udhik oleh Ingkang Sinuwun Sri Sultan HB Ka-10 pukul 19.00 WIB.
Garebeg Mulud: Rabu, 26 Agustus 2026, digelar sederhana tanpa gunungan maupun iring-iringan prajurit.
Jadwal Tabuh Gangsa Sekaten
Selama masa Sekaten berlangsung, gamelan pusaka Kraton akan ditabuh secara berkala di Pagongan Masjid Gedhe. Berikut jadwal lengkapnya:
Kamis, 20 Agustus 2026: Pukul 08.00-11.00 WIB dan 14.00-17.00 WIB.
Jumat, 21 Agustus 2026: Pukul 20.00-23.00 WIB.
Sabtu-Senin, 22-24 Agustus 2026: Pukul 08.00-11.00 WIB, 14.00-17.00 WIB, dan 20.00-23.00 WIB.
Selasa, 25 Agustus 2026: Pukul 08.00-11.00 WIB.
Sajian dan Kerajinan Khas Sekaten
Selama Hajad Dalem Sekaten berlangsung, halaman Kagungan Dalem Masjid Gedhe akan menyajikan berbagai kuliner dan kerajinan khas. Dikutip dari akun Instagram @kratonjogja, berikut beberapa di antaranya:
Sego Gurih atau Nasi Gurih Sekaten.
Endog Abang atau Telur Merah.
Sate Gajih atau Sate Lemak Bacem.
Roti Kembang Waru dan Roti Jok.
Sumpil, Kembang, dan Sirih Pinang.
Kapal Thot-Thot atau Otak-Otak.
Pecut Sekaten atau Cambuk Mainan.
Pasaran Gerabah Tanah Liat atau Kreweng.
Sempritan Burung dan Celengan Gerabah.
Makna Sekaten bagi Masyarakat
Menurut laman resmi Kraton Jogja, Sekaten berasal dari kata sekati yang merujuk pada gamelan pusaka bernama Kiai Gunturmadu dan Kiai Nagawilaga. Upacara ini pertama kali digelar pada zaman Kerajaan Demak sebagai sarana dakwah penyebaran agama Islam.
Melalui gamelan yang ditabuh, masyarakat pada masa itu tertarik mendekat ke masjid untuk mendengarkan ajaran Islam dari para wali. Hingga kini, Sekaten tetap dilestarikan sebagai bagian dari syiar keislaman yang selaras dengan nilai budaya masyarakat Yogyakarta.
Baca juga: 2 Ceramah Maulid Nabi yang Menyentuh Hati dan Menginspirasi
(FHK)
