Konten dari Pengguna

Zona Gempa Bumi Megathrust dan Potensi Magnitudo yang Dihasilkan

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Gempa Bumi. Foto: MuhsinRina/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Gempa Bumi. Foto: MuhsinRina/Shutterstock

Kekhawatiran terkait gempa bumi megathrust merebak di masyarakat akhir-akhir ini. Gempa bumi yang dihasilkan zona megathrust dikabarkan memiliki potensi magnitudo hingga 9.2 dan bisa memicu tsunami.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pun telah meminta masyarakat untuk mewaspadai gempa megathrust, terutama di segmen Selat Sunda dan Mentawai-Siberut. Kedua segmen itu diperkirakan menyimpan potensi gempa yang besar karena sudah lama tidak melepaskan energi.

Lantas, di mana saja zona gempa bumi megathrust yang mesti diwaspadai? Simak informasi selengkapnya berikut ini.

Apa itu Gempa Bumi Megathrust?

Ilustrasi gempa bumi. Foto: Inked Pixels/shutterstock

Sebelum mengetahui zona gempa bumi megathrust, penting untuk memahami fenomena ini terlebih dahulu. Mengutip informasi dari Instagram resmi @infobmkg, megathrust merupakan zona di mana dua lempeng tektonik bertemu, kemudian salah satu lempeng menyusup ke bawah lempeng lainnya. Proses ini menimbulkan penumpukan energi yang suatu saat bisa dilepaskan dalam bentuk gempa besar hingga tsunami.

Ada dua zona atau segmen megathrust yang mesti diwaspadai menurut BMKG untuk saat ini, yakni Selat Sunda dan Mentawai-Siberut. Ini karena kedua segmen tersebut sudah lama tidak melepaskan energinya.

Terakhir kali segmen megathrust Selat Sunda melepaskan gempa besar terjadi pada tahun 1757. Sedangkan segmen Mentawai-Siberut belum gempa lagi sejak tahun 1797. Kondisi “puasa gempa” ini dikenal dengan istilah seismic gap.

BMKG menekankan bahwa potensi gempa megathrust dari dua segmen tersebut nyata. Meski begitu, bukan berarti akan terjadi dalam waktu dekat. BMKG hanya menyampaikan bahwa fenomena ini perlu diwaspadai, bukan memberikan peringatan dini (warning).

Sampai saat ini, belum ada teknologi yang bisa memprediksi waktu, lokasi, dan kekuatan gempa secara pasti. Jadi, tak ada yang mengetahui kapan gempa bumi megathrust di dua segmen itu akan terjadi.

Zona Gempa Bumi Megathrust

instagram embed

Merujuk data Peta Zona Gempa Megathrust yang dirilis BMKG pada 2025, berikut ini zona megathrust di Indonesia beserta potensi magnitudo gempa buminya:

  • Megathrust Aceh-Andaman - 9,2 magnitudo

  • Megathrust Mentawai-Siberut - 8,9 magnitudo

  • Megathrust Selat Sunda - 8,7 magnitudo

  • Megathrust Nias-Simeulue - 8,7 magnitudo

  • Megathrust Batu - 7,8 magnitudo

  • Megathrust Mentawai-Pagai - 8,9 magnitudo

  • Megathrust Enggano - 8,4 magnitudo

  • Megathrust Jawa bagian barat-tengah - 8,7 magnitudo

  • Megathrust Jawa bagian timur - 8,7 magnitudo

  • Megathrust Sumba - 8,5 magnitudo

  • Megathrust Sulawesi Utara - 8,5 magnitudo

  • Megathrust Filipina - 8,2 magnitudo

  • Megathrust Papua - 8,7 magnitudo

Sebagai informasi, Megathrust Filipina masuk ke dalam data ini karena guncangannya berpotensi menjangkau wilayah Indonesia, khususnya wilayah Sulawesi Utara.

Perlu dipahami bahwa BMKG tidak merilis peringatan dini terkait gempa megathrust di Selat Sunda maupun Mentawai-Siberut, sehingga informasi ini jangan dimaknai seolah-olah gempa bumi akan terjadi dalam waktu dekat. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan memantau informasi dari kanal resmi BMKG.

Baca Juga: Apa itu Megaquake yang Diperingatkan Badan Meteorologi Jepang? Ini Penjelasannya

(DEL)