Perbedaan serta Persamaan Cerpen dan Puisi Malaikat Juga Tahu

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jika ditanya apa persamaan cerpen dan puisi Malaikat juga Tahu, jawaban yang paling utama tentu saja adalah judulnya. Tapi, bukan hanya itu. Masih ada beberapa hal menarik yang menjadi persamaan antara cerpen dan puisi tersebut.
Selain itu, ada juga beberapa perbedaannya. Dari struktur dan bentuk tulisan, cerpen dan puisi memang memiliki banyak perbedaan. Khususnya bila disesuaikan dengan keterangan menurut materi dalam bahasa Indonesia.
Apa Persamaan Cerpen dan Puisi Malaikat juga Tahu?
Sebelum mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, sebaiknya ketahui dulu apa yang dimaksud cerpen dan puisi. Cerpen adalah singkatan dari cerita pendek, suatu bentuk narasi fiksi berupa cerita atau kejadian dalam jangka waktu yang relatif singkat.
Sedangkan, yang dimaksud puisi adalah bentuk sastra yang menggunakan bahasa secara kreatif dan artistik. Puisi dapat dianggap sebagai bentuk ekspresi seni yang memadukan keindahan kata-kata dengan ritme, nada, dan struktur unik.
Pembahasan mengenai perbedaan dan persamaan cerpen dan puisi Malaikat juga Tahu terdapat pada buku Cergas Cerdas Berbahasa dan Bersastra Indonesia Kelas 11, Bab 4: Menulis Puisi, 2021.
Jadi, apa persamaan cerpen dan puisi Malaikat juga Tahu tersebut? Inilah jawabannya.
Memiliki judul yang sama, yaitu "Malaikat juga Tahu".
Ditulis oleh penulis yang sama, yaitu Dee Lestari.
Tema dan cerita yang ada di dalamnya pun sama.
Tokoh utama dalam cerpen dan puisi adalah "Bunda".
Baik cerpen maupun puisi tersebut sama-sama menggambarkan karakter yang kompleks dan menyajikan emosi dengan kuat.
Lantas, apa perbedaannya?
Tipografi yang digunakan pada puisi menggunakan bait. Sementara, cerpen dalam bentuk paragraf atau alinea.
Dalam puisi tersebut, sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang orang pertama atau point of view (POV) 1. Sedangkan, pada cerpen penulis memilih untuk menggunakan sudut pandang orang ketiga atau point of view (POV) 3.
Pada puisi, bahasa penyebutan yang digunakan adalah aku dan kau. Pada cerpen, penyebutan tokoh menggunakan sebutan Bunda dan Abang.
Puisi jauh lebih pendek, singkat, dan padat bila dibandingkan dengan cerpen.
Baca Juga: Jenis-jenis Sudut Pandang Adalah Teknik Dalam Cerita
Demikian pembahasan singkat mengenai apa persamaan cerpen dan puisi Malaikat juga Tahu karya Dee Lestari. Termasuk juga beberapa hal yang menjadi perbedaannya. Dengan begitu, siswa akan lebih mudah memahami cerpen dan puisi sebelum belajar membuatnya. (DNR)
