Sejarah Thanksgiving Tradisi yang Berlangsung pada Minggu Keempat November

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap perayaan besar di dunia selalu mempunyai sejarah, demikian pula dengan Thanksgiving. Sejarah Thanksgiving terjadi pada tahun 1621. Pada masa itu, Thanksgiving merupakan perayaan yang memiliki kaitan dengan panen raya.
Perayaan tersebut mulai berkembang di Amerika Serikat seiring dengan tradisi peziarah (penjajah Inggris) di wilayah Plymouth. Perayaan yang terjadi setiap hari Kamis terakhir bulan November itu sekarang sudah tersebar ke banyak negara, termasuk Indonesia.
Sejarah Thanksgiving yang Bermula pada Tahun 1621
Manusia sebagai makhluk sosial yang memiliki budaya mampu menghasilkan berbagai macam tradisi. Contoh tradisi dalam kehidupan manusia adalah Thanksgiving. Tradisi tersebut merupakan berlangsung setiap hari Kamis terakhir bulan November.
Dikutip dari buku 10 Rahasia Kuno untuk Meraih Kesuksesan, Kekayaan, dan Kebahagiaan, Suhardi (2019: 45), Thanksgiving adalah hari libur menjelang Natal di Amerika Serikat. Sejarah Thanksgiving diawali oleh tradisi peziarah di Plymouth.
Sekitar tahun 1621, terjadi peristiwa panen raya. Pada masa itu, para kolonial mencari binatang buruan untuk mengadakan pesta. Kemudian, masyarakat suku Wampanoag menyumbang sejumlah bahan makanan, seperti:
Unggas;
Daging rusa;
Sayur;
Ikan; serta
Bir.
Tradisi tersebut terus terjadi secara turun-temurun, bahkan berkembang ke seluruh penjuru dunia. Mengutip dari buku yang sama karya Suhardi (2019: 45), suasana khas dari Thanksgiving adalah berkumpul bersama keluarga dan mengucap syukur.
Thanksgiving di Indonesia
Amerika Serikat merupakan negara yang rutin mengadakan Thanksgiving menjelang Natal. Selain Amerika Serikat, tradisi Thanksgiving juga mengalami perkembangan sampai ke Indonesia.
Salah satu kelompok masyarakat Indonesia yang mengadakan Thanksgiving adalah masyarakat Minahasa. Pelaksanaan Thanksgiving di Minahasa pun memiliki kisah yang serupa dengan asal-usulnya, yakni karena ada panen besar.
Panen besar tersebut terjadi karena mayoritas masyarakat Minahasa merupakan petani padi. Walaupun memiliki asal-usul yang serupa dengan Thanksgiving di dunia, perayaan di Indonesia memiliki keunikan tersendiri.
Dikutip dari buku Pemahaman Lintas Budaya, Susilo (2021: 444), Thanksgiving di Minahasa tidak hanya sehari, melainkan berbulan-bulan. Hal itu terjadi karena musim panen di setiap daerah Minahasa berbeda-beda.
Baca juga: Mengenal Sejarah Perayaan Halloween
Berdasarkan penjelasan di atas, diketahui bahwa sejarah Thanksgiving bermula sejak tahun 1621. Perayaan tersebut terjadi karena adanya peristiwa panen raya. (AA)
