Konten Media Partner

TikTok Shop Buka Lagi, Eri: Digitalisasi Tak Bisa Ditinggalkan

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Foto: Diskominfo Surabaya
zoom-in-whitePerbesar
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Foto: Diskominfo Surabaya

TikTok Shop resmi buka lagi di Indonesia mulai hari Selasa (12/12) kemarin. Meski demikian aplikasi TikTok tidak bisa digunakan untuk melakukan transaksi jual beli. Nantinya, jual beli TikTok Shop akan bisa dilakukan di bawah Tokopedia.

Untuk mengantisipasi terjadinya persaingan harga antara pedagang di pasar (offline) dengan TikTok Shop, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi akan melakukan pembinaan untuk para pedagang terkait market digitalisasi.

Menurut Eri, perdagangan tak bisa terlepas dari digitalisasi.

"Daya beli tergantung bagaimana kita memasarkannya, tidak hanya di pasar, tapi juga dunia maya (online). Karena itu digitalisasi tidak bisa ditinggalkan," ujarnya, Rabu (13/12).

Eri menegaskan, setiap pedagang tetap harus mulai belajar menjual lewat online agar mengimbangi penjualan secara offline.

“Biar orang pesan, bisa, karena itu digitalisasi tidak bisa ditinggalkan,” imbuhnya.

Eri menuturkan, pihaknya melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (Dinkopdag) akan melakukan pelatihan kepada para pedagang mengenai penjualan lewat sosial media atau e-commerce.

"Caranya melatih mereka untuk menjual barang atau program yang dimiliki di pasar digital. Nanti Dinkopdag yang akan menyiapkan (program pelatihan)," tukasnya.