Pemuda Tani Indonesia: Rakyat Dukung MBG, Percaya Sudaryono Nakhodai BGN

Sekretaris Jenderal Pemuda Tani Indonesia
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Bung Suroyo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Didukung 76,1% Publik, Pemuda Tani Indonesia Sebut MBG Sebagai "Kunci Ganda" Kesehatan Anak dan Kesejahteraan Petani Lokal
JAKARTA. Pemuda Tani Indonesia menyambut hasil survei nasional Adidaya Institute yang memotret dukungan kuat masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan tata kelola Badan Gizi Nasional (BGN) di bawah kepemimpinan Mas Sudaryono.
Dalam survei itu, Mas Sudaryono meraih tingkat kepercayaan publik sebesar 76,1 persen. Sebanyak 68,8 persen responden juga menyatakan puas atas kinerjanya sebagai Kepala BGN.
"Angka 76,1 persen bukan sekadar statistik. Itu mandat moral dari rakyat. Publik melihat kerja, bukan sekadar mendengar kata. Kami mengapresiasi kepemimpinan Mas Sudaryono yang terbukti mampu menumbuhkan kepercayaan," ujar Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat (DPP) Pemuda Tani Indonesia, Suroyo.
Dukungan terhadap program itu sendiri juga tegas. Survei mencatat 69,9 persen responden setuju dengan Program MBG, dan 61,6 persen meminta program ini terus dilanjutkan. Sebanyak 58,2 persen menilai MBG sudah sesuai dengan kebutuhan nyata masyarakat di lapangan.
"Suara rakyat sudah bicara. Mayoritas ingin MBG berlanjut karena merasakan manfaatnya. Narasi yang berusaha menggambarkan program ini tidak dikehendaki masyarakat telah terbantahkan oleh data," tegas Suroyo.
Bagi Pemuda Tani Indonesia, MBG punya arti strategis yang lebih luas dari sekadar piring makan anak bangsa. Suroyo menyebutnya kunci ganda.
"Bagi kami, MBG adalah kunci ganda. Ia mencetak generasi yang sehat, sekaligus memprioritaskan hasil panen petani, peternak, dan nelayan lokal sebagai rantai pasok utama. Anak-anak kita kenyang bergizi, petani kita bergairah menanam. Itulah ekosistem yang kami perjuangkan," ujarnya.
Aspirasi itu sejalan dengan temuan survei. Sebanyak 78,8 persen masyarakat menginginkan petani, nelayan, pelaku usaha lokal, dan UMKM terlibat dalam penyediaan bahan pangan MBG.
Survei Adidaya Institute dilakukan secara tatap muka pada 15–21 September 2026 terhadap 1.240 responden di 38 provinsi. Margin of error survei ini 2,78 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
"Sampel menjangkau seluruh provinsi, dengan margin of error dan tingkat kepercayaan yang memenuhi standar. Hasil ini layak dipercaya dan menjadi cermin persepsi masyarakat Indonesia," kata Suroyo.
Pemuda Tani Indonesia juga mencatat bahwa publik menuntut pengawasan ketat terhadap dapur penyedia layanan gizi. Karena itu, Suroyo mendorong kepercayaan yang tinggi ini harus dijawab dengan tata kelola yang makin bersih dan keamanan pangan yang terjamin.
"Kepercayaan rakyat adalah amanah, bukan hadiah. Kami siap berdiri bersama BGN, mengawal MBG agar tepat sasaran, aman, dan menyejahterakan petani, peternak, nelayan, dan produsen pangan skala kecil lainnya di Indonesia," pungkasnya
