Lapisan Karagenan: Definisi dan Ragam Jenisnya
Membahas informasi seputar dunia perikanan, baik perikanan air asin maupun air tawar.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dunia Perikanan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lapisan karagenan semakin sering dijumpai dalam industri pangan sebagai bahan pelapis alami. Penggunaan bahan ini terutama berkaitan dengan upaya menjaga kualitas dan daya simpan produk makanan. Untuk memahami manfaat dan penerapannya, penting mengetahui karakteristik dan jenis karagenan yang banyak digunakan.
Apa itu Karagenan?
Karagenan adalah zat yang banyak ditemukan dalam rumput laut merah dan dikenal luas sebagai bahan tambahan pangan. Karagenan memiliki tekstur seperti gel, sehingga sering dimanfaatkan untuk mengentalkan, menstabilkan, maupun membentuk lapisan pada produk makanan. Penggunaan lapisan karagenan dinilai efektif, karena sifatnya yang dapat membungkus bahan makanan tanpa memengaruhi rasa.
Menurut jurnal Penggunaan Lapisan Edibel dari Karagenan sebagai Bahan Pengawet Ikan Segar karya Mursida, karagenan merupakan polisakarida bersulfat yang diekstrak dari rumput laut (alga merah). Karagenan bersifat cair selama proses pemanasan pada suhu 70 derajat Celcius, lalu berbentuk gel ketika didinginkan di bawah suhu 40 derajat Celcius.
Definisi Karagenan
Karagenan merupakan senyawa polisakarida yang larut dalam air dan membentuk gel. Bahan ini sering digunakan dalam produk olahan, karena mampu menjaga tekstur dan kelembapan makanan.
Sumber dan Proses Pembuatan Karagenan
Karagenan diekstrak dari berbagai jenis rumput laut merah, salah satunya Eucheuma cottonii. Proses ekstraksi melibatkan pemanasan dan pengendapan hingga menghasilkan serbuk karagenan yang siap digunakan sebagai bahan pelapis atau pengental pada makanan.
Tiga Jenis Karagenan dan Karakteristiknya
Lapisan karagenan terdiri dari beberapa tipe yang memiliki fungsi berbeda pada produk pangan. Setiap jenisnya menawarkan karakteristik fisik yang unik, sehingga penggunaannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan industri.
Karagenan Kappa
Jenis kappa dikenal menghasilkan gel yang kuat dan padat. Pada umumnya, karagenan kappa digunakan untuk produk makanan yang membutuhkan tekstur kokoh, seperti puding dan jeli.
Karagenan Iota
Berbeda dengan kappa, karagenan iota membentuk gel yang elastis dan lembut. Tipe ini cocok digunakan pada produk dengan tekstur fleksibel, seperti saus atau lapisan tipis.
Karagenan Lambda
Karagenan lambda bersifat tidak membentuk gel, tetapi berfungsi sebagai pengental cairan. Lambda lebih banyak diaplikasikan pada minuman atau produk susu cair, karena mampu memberikan kekentalan tanpa membentuk struktur padat.
Aplikasi Lapisan Karagenan pada Produk Pangan
Lapisan karagenan banyak diterapkan dalam industri makanan untuk meningkatkan daya tahan dan kualitas produk. Bahan ini dinilai ramah lingkungan, karena mudah terurai dan aman dikonsumsi.
Manfaat Karagenan sebagai Lapisan Edibel
Karagenan berperan penting sebagai pelapis permukaan bahan pangan. Selain menjaga kesegaran, lapisan ini dapat memperpanjang umur simpan produk tanpa mengubah rasa dan aroma.
Berdasarkan jurnal Pengaruh Edible Coating dari Karagenan terhadap Mutu Ikan Kembung Perempuan (Rastrelliger brachysoma) Segar Selama Penyimpanan Suhu Dingin karya Slamet Nur Arifin dkk., karagenan dapat digunakan untuk meningkatkan kestabilan bahan pangan, baik yang berbentuk suspensi maupun emulsi. Selain itu, karagenan juga dapat digunakan sebagai bahan penstabil.
Penggunaan Karagenan pada Ikan Segar
Karagenan dapat digunakan sebagai pelapis ikan segar agar tetap awet dan tahan lama. Aplikasi lapisan karagenan dapat menekan pertumbuhan mikroba, sehingga kualitas ikan tetap terjaga.
Kesimpulan
Lapisan karagenan adalah produk olahan perikanan yang banyak digunakan dalam industri pangan, terutama untuk menjaga kualitas dan daya simpan produk. Setiap jenis karagenan, mulai dari kappa, iota, hingga lambda, memiliki karakteristik yang berbeda sesuai kebutuhan aplikasi. Dengan sifatnya yang ramah lingkungan, lapisan karagenan menjadi solusi pelapis makanan yang praktis dan aman digunakan.
(Reviewed by Melynda Dwi Puspita, S.Pi)