PEDULI‑TBC: Langkah Nyata Mahasiswa UIN Jakarta Mewujudkan Lingkungan Bebas TBC

Mahasiswa aktif Pendidikan Biologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Silvia widia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar program intervensi kesehatan bertajuk PEDULI-TBC (Peningkatan Dukungan Lingkungan Bebas Tuberkulosis) pada Senin, 2 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Baitis Salmah, RW 07, Kelurahan Sawah Baru, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, sebagai bagian dari upaya mendukung gerakan RW Bebas TBC.
Program ini merupakan inisiatif mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Jakarta dalam rangka Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) II Tahun 2026. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai tuberculosis (TBC), sekaligus mengurangi stigma terhadap penyintas.
Tak sekadar penyuluhan, tim mahasiswa menghadirkan berbagai media edukasi berkelanjutan, seperti video dokumenter PEDULI-TBC, lembar balik (flipchart) untuk kader kesehatan, serta standing banner berisi informasi seputar gejala, penularan, dan pencegahan TBC. Seluruh media tersebut diserahkan kepada warga dan pengurus setempat agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan setelah kegiatan selesai.
Indonesia saat ini masih menempati peringkat kedua dunia dalam jumlah kasus TBC. Di tingkat lokal, Kecamatan Ciputat tercatat sebagai wilayah dengan kasus TBC tertinggi di Kota Tangerang Selatan pada tahun 2024. Ironisnya, angka penemuan kasus di wilayah kerja Puskesmas Sawah Baru masih tergolong rendah, yang mengindikasikan kemungkinan masih banyak penderita belum terdeteksi dan belum mendapatkan pengobatan yang tepat.
Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa menggelar rangkaian kegiatan PEDULI-TBC di Masjid Baitis Salmah dengan fokus pada penyuluhan kepada tokoh masyarakat dan kader, serta pelatihan kader. Materi disampaikan oleh ibu Catur Rosidati, SKM., MKM., dosen Kesehatan Masyarakat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Peserta mengisi formulir pre-test dan post-test untuk diukur peningkatan pemahamannya.
Program ini mendapat dukungan penuh dari Puskesmas Sawah Baru dan Kelurahan Sawah Baru. Ketua pelaksana, Khansa Syahla Hidayat, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam mengatasi persoalan TBC. “TBC bisa disembuhkan. Yang perlu kita sembuhkan bersama adalah ketakutan dan stigma di masyarakat,” ujarnya. Melalui program PEDULI-TBC, mahasiswa tidak hanya mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan, tetapi juga berkontribusi nyata dalam upaya pengendalian TBC berbasis masyarakat. Kolaborasi antara akademisi, tenaga kesehatan, dan warga diharapkan mampu memperkuat langkah menuju lingkungan yang lebih sehat dan bebas TBC.
