Konten dari Pengguna

Haus Tren atau Haus Kesehatan? Fenomena Pembelian Tumbler di Kalangan Gen Z

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nur fitrianatasya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi by : Nur Fitrianatasya
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi by : Nur Fitrianatasya

Tumbler kini bukan lagi sekadar wadah untuk membawa minuman. Di kalangan Gen Z, tumbler telah menjadi bagian dari gaya hidup. Berbagai desain dan merek yang viral di media sosial membuat penggunaannya semakin populer, terutama di kalangan anak muda. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan: apakah Gen Z membeli tumbler karena kebutuhan atau hanya sekedar mengikuti tren?

FOMO dan Pengaruh Media Sosial

Media sosial memiliki peran besar dalam membuat tumbler menjadi produk yang populer. Konten TikTok dan Instagram yang menampilkan tumbler tertentu dapat membuat produk tersebut terlihat menarik dan seolah wajib dimiliki. Hal ini berkaitan dengan Fear of Missing Out (FOMO), yaitu rasa takut tertinggal dari tren yang sedang diikuti banyak orang.

Akibatnya, seseorang terkadang membeli tumbler baru meskipun masih memiliki tumbler yang dapat digunakan. Dalam kondisi ini, keputusan pembelian lebih dipengaruhi oleh tren dan lingkungan sosial dibandingkan kebutuhan.

Tren yang Mendorong Hidup Sehat

Di sisi lain, tren tumbler tidak selalu berarti perilaku konsumtif. Penggunaan tumbler dapat membantu Gen Z membiasakan diri membawa dan mengonsumsi air putih selama beraktivitas.

Survei JakPat yang dipublikasikan Statista pada 2024 menunjukkan bahwa mencukupi kebutuhan air menjadi salah satu kebiasaan yang diperhatikan Gen Z dalam menjalani pola hidup sehat. Tumbler pun dapat menjadi sarana sederhana untuk mendukung kebiasaan tersebut.

Lebih Ramah terhadap Lingkungan

Penggunaan tumbler juga berkaitan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Membawa botol minum sendiri dapat mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai. Hal ini menjadi semakin relevan mengingat Indonesia masih menghadapi persoalan sampah plastik dalam jumlah besar.

Namun, manfaat tersebut akan berkurang jika seseorang terus membeli tumbler baru hanya karena mengikuti tren. Membeli satu tumbler dan menggunakannya dalam jangka panjang tentu lebih sejalan dengan tujuan mengurangi konsumsi dan sampah.

Bijak Mengikuti Tren

Tren tumbler pada dasarnya bukan sesuatu yang buruk. Masalahnya terletak pada alasan seseorang membelinya. Jika tumbler digunakan karena kebutuhan, membantu menjaga kesehatan, dan mengurangi penggunaan plastik, tren tersebut dapat memberikan dampak positif. Sebaliknya, jika pembelian dilakukan berulang kali hanya karena FOMO, tumbler justru dapat menjadi bentuk konsumsi berlebihan.

Fenomena tumbler di kalangan Gen Z merupakan perpaduan antara tren, FOMO, kesadaran kesehatan, dan kepedulian lingkungan. Gen Z boleh saja mengikuti tren, tetapi yang lebih penting adalah memastikan tumbler benar-benar digunakan dan memberikan manfaat.