Konten dari Pengguna

Kolaborasi Mahasiswa untuk Memajukan Produk Tradisional

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Anugerah Gemilang Arif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang yang sedang melakukan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) bersama Bapak Rahem, seorang pembuat sekaligus pemilik usaha gula siwalan asal Desa Aenganyar, mengungkapkan bahwa produksi gula merah atau gula siwalan merupakan mata pencaharian yang telah diwariskan secara turun-temurun. Bapak Rahem menjelaskan.

“Sejak tahun 1980-an saya menekuni bidang ini. Produksi gula siwalan ini merupakan warisan nenek moyang yang terus kami pertahankan hingga kini," ungkapnya

Memanjat pohon siwalan untuk mengambil sari bunga siwalan. Dok.pribadi/ Anugerah Gemilang Arif
zoom-in-whitePerbesar
Memanjat pohon siwalan untuk mengambil sari bunga siwalan. Dok.pribadi/ Anugerah Gemilang Arif

Proses pembuatan gula siwalan di Desa Aenganyar masih dilakukan secara tradisional dengan tahapan yang cukup menantang. Untuk mendapatkan bahan baku, setiap hari harus menaiki pohon siwalan setinggi 15 hingga 30 meter untuk mengambil sari dari tangkai bunga siwalan. Cairan sari tersebut kemudian dimasak di atas tungku batu hingga mengental. Pada saat adonan mulai berubah warna menjadi kemerahan, pengrajin harus terus mengaduk agar gula tidak gosong dan kualitas tetap terjaga.

Setelah proses memasak selesai, gula siwalan siap dicetak sesuai permintaan konsumen dan kemudian dipasarkan. Selain belajar dalam proses produksi, mahasiswa juga berkesempatan langsung mencoba tahapan pembuatan gula merah secara tradisional. Pengalaman ini menjadi momen berharga untuk memahami tantangan dan keunikan usaha gula siwalan yang diwariskan secara turun-temurun ini.

Salah satu mahasiswa sedang melihat hasil dari produk gula siwalan. Dok.pribadi/ Anugerah Gemilang Arif

Namun, upaya untuk belajar terkait produksi gula siwalan tidak berhenti sampai di situ. Pada kesempatan tersebut, mahasiswa juga menginisiasi forum diskusi terbuka yang membahas strategi pemasaran serta peningkatan kualitas kemasan produk.

Diskusi mahasiswa dengan pelaku usaha gula siwalan. Dok.pribadi/ Anugerah Gemilang Arif

Melalui kegiatan belajar dan kolaborasi ini, para pelaku usaha gula siwalan didorong untuk merancang ide-ide kreatif yang dapat memperkuat daya saing produk gula siwalan tradisional di pasar modern. Langkah ini diharapkan dapat membantu menjaga kelangsungan usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Aenganyar.