Konten dari Pengguna

Tips Aman Saat Terjadi Petir di Ruang Terbuka

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi petir. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi petir. Foto: Unsplash

Saat terjebak di luar ruangan ketika badai datang, penting untuk segera mengambil langkah pencegahan. Tips aman saat terjadi petir di ruang terbuka perlu dipahami karena petir bisa menyambar kapan saja dan bisa berbahaya bagi keselamatan. Simak panduan meminimalkan risiko tersambar petir seperti yang dikutip dari laman Denton County dan The Royal Society for The Prevention of Accidents berikut.

Daftar isi

1. Cari Tempat Berlindung yang Aman

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah segera mencari tempat berlindung yang aman. Pilihan terbaik adalah rumah, gedung besar beratap, pusat perbelanjaan, atau mobil dengan jendela tertutup rapat. Hindari berteduh di tempat terbuka atau di bawah pohon tinggi.

2. Hindari Area Lapang yang Terbuka

Jika terjebak di luar ruangan tanpa tempat berlindung yang aman di dekatnya, tindakan berikut dapat mengurangi risiko tersambar petir.

  • Turun dari area tinggi seperti bukit, punggung gunung, atau puncak gunung.

  • Jangan berlindung di bawah pohon tinggi. Jika berada di hutan, pilihlah pohon kecil yang tingginya tidak jauh berbeda dengan tinggi tubuh.

  • Segera keluar dari air dan jauhi pantai, kolam, danau, atau perairan lain.

  • Hindari area terbuka seperti lapangan, gazebo, taman bermain, atau kolam renang.

  • Jauhi objek tinggi seperti tiang listrik atau menara, karena petir cenderung menyambar titik tertinggi di sekitarnya.

3. Jauhi Objek Logam

Logam dapat menghantarkan listrik dengan baik sehingga bisa menarik sambaran petir. Oleh karena itu, usahakan menjauh dari pagar kawat, kabel listrik, tongkat golf, payung logam, pancing, sepeda, sepeda motor, traktor, sekop, maupun rel kereta api.

4. Jangan Gunakan Gadget

Ponsel, kamera, dan perangkat elektronik lain dapat meningkatkan risiko saat petir menyambar. Kecuali dalam keadaan darurat, sebaiknya jangan gunakan ponsel atau gadget apa pun hingga badai benar-benar reda.

5. Lakukan Posisi Aman

Jika tidak menemukan tempat berlindung, lakukan posisi jongkok dengan kepala menunduk, tangan menutup telinga, dan kaki rapat. Posisi ini membantu meminimalkan kontak tubuh dengan tanah. Hindari berbaring telentang karena arus listrik bisa menyebar di permukaan tanah dan mengenai tubuh.

6. Jaga Jarak dari Orang Lain

Jika berada dalam kelompok saat terjadi badai petir. Usahakan ada jarak sekitar 1,5 meter antar orang. Tujuannya agar jika terjadi sambaran petir di tanah, tidak semua orang terkena dampaknya sekaligus.

7. Tetap Waspada Setelah Petir Reda

Bahaya petir tidak langsung hilang setelah hujan berhenti. Petir bisa tetap menyambar meski langit sudah mulai cerah. Tunggu setidaknya 30 menit setelah suara gemuruh terakhir sebelum keluar dari tempat berlindung.

Baca Juga: 5 Cara Memahami Konsep Magnet dengan Alat Sehari-hari

(SA)