Konten dari Pengguna

Petakan Potensi ASN, 39 Pegawai Pemasyarakatan Yogyakarta Jalani ProASN 2026

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Warta PAS Yogyakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

39 ASN Pemasyarakatan Yogyakarta Ikuti Uji Kompetensi ProASN Tahun 2026 di Kanreg I BKN Yogyakarta (Sumber : Humas Kanwil Ditjenpas DIY)
zoom-in-whitePerbesar
39 ASN Pemasyarakatan Yogyakarta Ikuti Uji Kompetensi ProASN Tahun 2026 di Kanreg I BKN Yogyakarta (Sumber : Humas Kanwil Ditjenpas DIY)

YOGYAKARTA – Sebanyak 39 Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Daerah Istimewa Yogyakarta (Kanwil Ditjenpas DIY) mengikuti Uji Kompetensi Program Profiling ASN (ProASN) Tahun 2026 di Kantor Regional I Badan Kepegawaian Negara (BKN) Yogyakarta, Senin (26/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemetaan potensi dan kompetensi aparatur secara objektif guna mendukung pengembangan karier serta penerapan manajemen talenta ASN yang berbasis sistem merit.

Pelaksanaan ProASN dilakukan melalui metode Computer Assisted Test (CAT) dengan sejumlah instrumen penilaian yang dirancang untuk mengidentifikasi kemampuan, karakteristik, serta potensi pengembangan setiap pegawai. Dari keseluruhan peserta yang mengikuti asesmen, satu pegawai lainnya tidak mengikuti ujian karena masih memiliki hasil uji kompetensi yang tercatat dalam sistem.

Dalam pelaksanaannya, peserta menjalani Tes Potensi dan Situational Judgement Test (SJT) untuk mengukur kemampuan penalaran, analisis, serta pengambilan keputusan dalam menghadapi berbagai situasi pekerjaan. Asesmen juga mencakup kompetensi manajerial dan sosio-kultural, meliputi integritas, kerja sama, komunikasi, orientasi pelayanan publik, perekat bangsa, hingga orientasi pada hasil.

Selain kompetensi dasar dan manajerial, pengukuran turut difokuskan pada aspek literasi digital dan emergent skills. Kedua aspek tersebut menjadi bagian penting dalam memetakan kesiapan ASN menghadapi perkembangan teknologi serta tuntutan transformasi digital yang semakin berkembang dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.

Sebelum asesmen dimulai, panitia terlebih dahulu melakukan koordinasi teknis bersama fasilitator dan asesor, verifikasi kepesertaan, serta memastikan kesiapan perangkat komputer, jaringan internet, dan sistem aplikasi. Seluruh peserta kemudian mengikuti registrasi, verifikasi identitas, serta pengarahan teknis sebelum mengerjakan rangkaian modul ujian dengan pengawasan panitia dan dukungan helpdesk.

Kegiatan berlangsung tertib dan lancar sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Setelah seluruh rangkaian asesmen selesai, panitia melakukan penarikan data hasil pengerjaan dari sistem sekaligus mengevaluasi pelaksanaan kegiatan sebagai bagian dari proses pengelolaan hasil uji kompetensi.

Hasil ProASN diharapkan menjadi landasan dalam membangun basis data potensi dan kompetensi pegawai yang lebih akurat. Data tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk mendukung penyusunan talent pool, pengembangan kompetensi, serta pengambilan keputusan kepegawaian, termasuk rotasi, mutasi, promosi, dan perencanaan suksesi berdasarkan kebutuhan organisasi. Selain itu, hasil asesmen diharapkan dapat diintegrasikan dengan Star ASN guna memperkuat pengelolaan data dan pengembangan karier aparatur.

Melalui pelaksanaan ProASN 2026, Kanwil Ditjenpas DIY terus mendukung penguatan manajemen sumber daya manusia aparatur yang profesional, transparan, dan berbasis kompetensi. Pemetaan potensi pegawai secara terukur diharapkan mampu mendorong penempatan ASN sesuai kapasitas dan kebutuhan organisasi, sekaligus menjadi fondasi dalam meningkatkan kualitas kinerja serta pelayanan publik yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.