Masalah yang Dihadapi Pengusaha Mebel
Tulisan dari Imam Rusdi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mulia Mebel usaha mebel milik bapak Midi berdiri sejak 1994, memproduksi berbagai furniture seperti meja, jendela, pintu, kusen, lemari, dll. Mebel ini yang berlokasi di Kabupaten Sleman. Memperkerjakan 7 orang pegawai antara lain, 3 orang tukang kayu dan 5 orang finishing. Furniture diproduksi dan didistribusikan dari loputih, Jatimulyo, Kec. Dlingo, Kabupaten Bantul.
Banyak pengusaha mebel dari kecamatan Dlingo dan beroperasi di Sleman, tidak membuat Mulia Mebel mempunyai saingan yang berat karena sudah memiliki market share sendiri. Mebel ini cenderung menjual pintu, kusen, dan jendela, karena market share-nya adalah para pemborong dari proyek. Jika membeli selain pintu, kusen dan jendela pelanggan harus memesan terlebih dahulu. Mulia mebel memiliki keunggulan yang mana pelanggan bisa meminta memperbaiki pintu, kusen, dan jendela tanpa harus membeli yang baru.
Permasalahan yang sering terjadi pada usaha mebel yaitu banyaknya oknum pemborong proyek yang tidak melunasi pembelian barang. Masalah ini tidak bisa terselesaikan karena ketidaktahuan tentang undang-undang usaha, mengakibatkan kerugian dalam usaha mebel ini. Mulia mebel sendiri juga pernah mengalami permasalahan tersebut dan hasilnya barang sudah di antar namun pembayaran belum juga dilunasi. Selain itu mulia mebel ini mempunyai masalah dengan pemilik tanah yang mana tanah ini mau dibangun rumah. Tanah masih bisa digunakan namun bangunan mebel harus di gusur sedikit di bagian belakang. Pemilik Mulia Mebel yaitu bapak Midi sudah menawarkan untuk membeli tanah tersebut tetapi pemilik tanah belum mau menjualnya, namun pemilik tanah memberi perpanjangan kontrak 5 tahun dengan potongan harga.
Harapan bapak Midi selaku pemilik usaha Mulia Mebel?
“ Saya bisa memiliki tanah yang berada di dekat toko mebel saat ini atau tanah yang saat ini saya tempati bisa saya beli, dan bisa mengembangkan usaha mebel ini dengan membuka cabang baru ”
Muhamad Imam Rusdi, Ignatius Soni Kurniawan, S.E, M. Sc (Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa)

