Pelaksanaan dan Nilai Kearifan Lokal dalam Upacara Pasola di Sumba
Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Upacara Pasola merupakan tradisi warisan masyarakat Sumba yang berlangsung setiap tahun. Perayaan ini selalu menarik perhatian, baik masyarakat lokal maupun wisatawan, karena memadukan unsur adat, spiritual, dan keunikan budaya. Dalam pelaksanaannya, Pasola tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga sarat makna sosial dan nilai kearifan lokal.
Pengantar Upacara Pasola
Menurut jurnal Pasola Sebagai Kearifan Lokal Masyarakat Sumba: Kajian Antropologi Budaya dalam Tradisi Ritual dan Sosial oleh Dian Ayu Sejati dan Eko Ribawati, Pasola adalah upacara adat yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Sumba. Tradisi ini telah berlangsung turun-temurun, menjadi bagian penting dalam siklus kehidupan masyarakat di pulau tersebut.
Sejarah dan Asal Usul Pasola
Pasola berasal dari kata “sola” yang berarti tombak kayu. Awalnya, Pasola merupakan bentuk penghormatan kepada leluhur dan menjadi sarana menyambut musim tanam. Tradisi ini diyakini telah ada sejak masa lampau.
Peran Pasola dalam Identitas Budaya Sumba
Upacara ini berperan sebagai penanda identitas kolektif masyarakat Sumba. Pasola juga menjadi ajang pertemuan antarwarga dari berbagai kampung, memperkuat rasa kebersamaan.
Pelaksanaan Upacara Pasola
Pelaksanaan upacara Pasola melibatkan sejumlah tahapan yang terstruktur dan penuh makna. Dalam jurnalnya, Dian Ayu Sejati dan Eko Ribawati menjelaskan bahwa rangkaian Pasola dimulai dari ritual persiapan, pelaksanaan pertarungan, hingga penutup.
Tahapan Upacara Pasola
Persiapan dimulai dengan ritual adat oleh para tetua, dilanjutkan dengan pertarungan dua kelompok penunggang kuda yang saling melempar tombak kayu. Setelah itu, upacara diakhiri dengan doa bersama sebagai penutup.
Simbolisme dan Makna Ritual
Lontar atau tombak kayu dianggap simbol kekuatan. Sedangkan pertarungan Pasola dimaknai sebagai sarana menjaga keseimbangan antara dunia manusia dan alam.
Nilai Kearifan Lokal dalam Upacara Pasola
Nilai kearifan lokal sangat terasa dalam setiap pelaksanaan upacara Pasola. Tradisi ini mengajarkan masyarakat untuk hidup rukun dan menjaga harmoni sosial.
Nilai Sosial dan Budaya
Gotong royong dan solidaritas menjadi fondasi utama, terlihat dari kerja sama selama persiapan dan pelaksanaan. Pasola juga menjadi ruang untuk mempererat persatuan dan sebagai pemersatu masyarakat.
Fungsi Pasola dalam Kehidupan Masyarakat
Upacara Pasola diyakini sebagai ritual pemanggil kesuburan, harapan akan panen yang melimpah. Selain itu, Pasola berperan menjaga keseimbangan alam dan sosial melalui penghormatan terhadap leluhur dan alam sekitar.
Penutup
Upacara Pasola tetap menjadi simbol kekuatan budaya dan kearifan lokal masyarakat Sumba. Pelestarian tradisi ini mendukung keberlanjutan identitas serta memperkuat rasa kebersamaan di tengah tantangan modernisasi. Menjaga nilai-nilai yang terkandung dalam Pasola berarti menjaga kekayaan budaya bangsa.
Ditinjau oleh Fakhri Nurzaman