3 Puisi tentang Hari Santri yang Menginspirasi Generasi Muda

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
¡waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi tentang hari santri menjadi salah satu tema yang menarik untuk diangkat dalam berbagai kegiatan, baik di lingkungan sekolah maupun pesantren.
Melalui rangkaian kata yang indah, seseorang dapat menuangkan gagasan dan perasaannya ke dalam tulisan yang memiliki makna tersendiri.
Referensi Puisi tentang Hari Santri Nasional
Berikut adalah puisi tentang hari santri yang bisa dibaca dan dijadikan inspirasi dalam memperingati Hari Santri Nasional dikutip dari situs kemenag.go.id dan Buku Kumpulan Puisi Santri MAWI oleh santri mawi kebarongan (2022).
1. Sarung Santri
Menjelang 10 November yang menjadi arus balik sejarah tanah air ini
Ketika Proklamasi Kemerdekaan terus diuji oleh jiwa pongah Jenderal Mallaby
Kaum santri dengan sarungnya menjelma pagar berduri agar kolonial Belanda tak bisa menjajah lagi
Kota Surabaya tak hanya menjadi bara api
Saat takbir dan zikir ratusan ribu santri berhadapan dengan mortir dan lapisan baja
Memanjatkan doa Bagimu Negeri Itulah prasasti paling suci dari bongkahan batu-batu sejarah yang telah lama berdebu di negeri ini
Saat jihad dan shalawat menjelma tali jagat yang menjadikan Indonesia tetap selamat
Satu tekad dan kebulatan hati: Para Kyai dan Santri pantang berkhianat bagi Ibu Pertiwi
Hari ini tanggal 22 Oktober Kukenang kembali Resolusi
Jihad yang menggemuruh dan sarat makna Ketika jutaan santri sarungan itu begitu tulus mencintai tanah air dan kebangsaaan Indonesia
Itulah kenapa Hadratusysyaikh Hasyim Asy'ari pantang berhenti berjuang sebelum bangsa ini benar-benar merdeka
Ditemani Kyai Wahab Chasbullah para Kyai Khos se Jawa-Madura Pekik takbir digemakan melalui bibir Bung Tomo yang gagah perkasa
Wahai santri-santri millenial dimana pun kini kalian berada
Jangan pernah kalian punggungi batu-batu prasasti dan buku sejarah kaum santri di tanah air kita ini
Sebab tak akan ada Indonesia jika para santri hanya sibuk bersolek dan berpangku tangan saja
Di tanganmu ada Kitab Suci Al-Qur'an dan Sunnah Nabi Jadikan sabar dan shalat itu sebagai pilar peradaban
Berdiri kokoh dalam amukan badai kerakusan dan ketamakan
Selamatkan bangsa ini dari darurat narkoba dan syahwat kotor korupsi
Jadikan Kitab Jurumiyah sebagai pedang melawan penjajah
Jadikan Kitab Imriti sebagai pisau bedah untuk menajamkan ilmu dan pemikiran di dalam diri
Jadikan Kitab Alfiyah untuk berkhotbah di zaman pongah dan jahiliyyah agar anak-anak bangsa tak saling mencaci
Inilah saatnya kalian bergegas mencari dan menemukan makna keindonesiaan sejati
Sebab Kanjeng Nabi Muhammad sudah mewanti-wanti agar kita jangan pernah berhenti membaca dan mencari ilmu sampai mati
Jadilah pemimpin yang berdiri kokoh di atas kaki Rahmatan Lil 'Alamin
Jadilah pedagang yang tak pernah merugi dengan modal kejujuran dan tak pernah ingkar janji
Jadilah pendakwah yang tutur katanya menyejukkan dan menunjukkan dalil aqli dan naqli yang pasti
Jadilah petani nelayan buruh atau profesi apa saja yang memberikan manfaat bagi manusia dan memakmurkan bumi
Wahai Kaum Sarungan setanah air Indonesia Para santri yang berada di kota desa gunung lembah bahkan di mancanegara
Jadilah rantai emas bagi Ibu Pertiwi Sebagaimana rumus Mbah Hasyim Asy'ari dalam menjalankan hidup ini
Pada masa muda menjadi Sang Pencari Ilmu Setelah berilmu beriman dan beramal maka jadilah Sang Pemberani
Tegakkan kebenaran dan ajak berbuat baik dimanapun berada
Lalu jadilah Sang Pemimpin bagi diri sendiri dan keluarga serta bagi Nusa dan Bangsa
Sebagai pemimpinan jagalah pikiran dan tindakan
Rawatlah kata-kata agar tak menjadi fitnah ghibah dan membuat luka bagi sesama
Lalu jadilah Sang Pemersatu Jangan pernah menjadi provokator dan menjalankan politik belah-bambu
Kibarkan Bendera Merah Putih dengan Panji Rahmatan Lil 'Alamin di seluruh bumi dan langit NKRI
Merdeka! Merdeka! Merdeka! Allahu Akbar!!!
2. Santri Harus Bertekad di Jalannya
Oleh: Siti Nur Azizah
Aku bangga menjadi seorang santri
Jauh dari orang tua dan keluarga tak menjadikanku sepi
Aku bahagia dalam mencari ilmu dan mengaji
Itu pun untuk masa depanku nanti
Jadi santri tidaklah sulit untuk masa kini
Di mana santri harus beraktivitas setiap hari
Dalam mencari ilmu yang pasti
Dan berjihad di dalamnya dengan setulus hati
Aku bangga menjadi santri
Karna santri harapan negeri
Menuntut ilmu kepada ridha sang Ilahi
Dan punya wawasan yang tinggi
3. Seutas Makna Santri
Oleh: Wahyu Hidayaul K.
Ketika goresan tinta memenuhi kertas putih
Dengan segenap tekad yang menjalar bersih
Semangat menuntut ilmu diraih dengan gigih
Walau keringat bercucuran tak kenal letih
Bagaikan bulan yang menyinari bumi
Menyalurkan kehangatan di malam yang sunyi
Sebuah insan dengan akhlak budi pekerti
Mengerahkan jiwa raga untuk kesatuan NKRI
Suatu insan yang memiliki makna sejati
Dengan Iman, Islam, dan Ihsan yang terpatri dalam hati
Sebuah nama yang terukir dalam sanubari
Dialah SANTRI, masa depan kebanggaan negeri
Puisi tentang Hari Santri dapat menjadi salah satu cara untuk menuangkan perasaan dan kreativitas melalui rangkaian kata yang bermakna. Setiap baitnya bisa ditulis dengan gaya yang berbeda sesuai dengan ide dan pengalaman penulis. (shr)
Baca juga: 30 Ide Kegiatan Hari Santri di Sekolah yang Menarik dan Edukatif
