402 Rumah Sakit Angker Korea Syuting di Mana? Ini Lokasinya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

402 Rumah Sakit Angker Korea syuting di mana memunculkan rasa penasaran setelah film horor adaptasi ini resmi tayang di bioskop Indonesia.
Film garapan Anggy Umbara menghadirkan nuansa mencekam lewat bangunan rumah sakit kosong yang dipilih sebagai latar utama. Suasana gelap dan sunyi ikut memperkuat kesan horor sepanjang cerita.
Lokasi tersebut bukan sekadar latar visual, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang benar-benar dirasakan para pemain selama menjalani setiap adegan.
Film Horor Adaptasi 402 Rumah Sakit Angker Korea Syuting di Mana?
402 Rumah Sakit Angker Korea syuting di mana? Dikutip dari rri.co.id, proses pengambilan gambar dilakukan di Korea Selatan dengan memanfaatkan sebuah rumah sakit terbengkalai yang dipilih demi menghadirkan nuansa horor senyata mungkin.
Bangunan kosong itu memiliki lorong panjang, ruang perawatan yang sudah rusak, hingga sudut-sudut gelap yang masih mempertahankan kesan menyeramkan sehingga mampu mendukung cerita film secara alami.
Tim produksi sempat merencanakan syuting di lokasi asli yang menginspirasi film Gonjiam: Haunted Asylum. Rencana tersebut akhirnya dibatalkan karena bangunan rumah sakit asli Gonjiam sudah tidak lagi berdiri.
Kondisi itu membuat tim kreatif melakukan riset cukup panjang sebelum menciptakan rumah sakit fiktif bernama Ongwon sebagai pusat cerita.
Rumah sakit Ongwon bukan lokasi nyata, melainkan latar fiktif yang dirancang dengan tetap mempertahankan nuansa horor khas Korea.
Mulai dari tata ruang, lorong, ruang perawatan, hingga keberadaan ruangan bernomor 402 disusun agar tetap selaras dengan semangat cerita asli tanpa menyalin lokasi yang sudah hilang.
Angka 402 tetap dipertahankan karena memiliki peran penting dalam cerita. Penulis naskah Lele Laila menjelaskan bahwa penentuan judul film baru diputuskan setelah proses syuting dan penyuntingan selesai.
Tim produksi bersama bagian pemasaran kemudian menonton ulang keseluruhan film untuk mencari elemen yang paling mewakili inti cerita.
Hasil diskusi itu mengarah pada ruangan bernomor 402 yang menjadi pusat misteri sekaligus tujuan utama para karakter.
Ruangan tersebut digambarkan menyimpan teror paling besar sehingga akhirnya dipilih sebagai identitas utama film melalui judul 402 Rumah Sakit Angker Korea.
Penambahan frasa "Rumah Sakit Angker Korea" juga dipilih supaya latar cerita langsung mudah dipahami.
Judul tersebut menggambarkan bahwa kisah berlangsung di sebuah rumah sakit angker yang berada di Korea tanpa perlu penjelasan panjang sejak awal.
Pemilihan rumah sakit terbengkalai sebagai lokasi syuting ternyata memberi pengalaman yang tidak mudah bagi para pemain.
Lea Ciarachel, pemeran Yuri, mengaku suasana menyeramkan di lokasi membuat rasa merinding yang dirasakan benar-benar nyata, bukan sekadar tuntutan akting.
Lea bahkan menyebut salah satu adegan paling berat dilakukan di area hutan yang sangat gelap. Pada adegan tersebut, karakter Yuri harus mengalami kesurupan di lokasi yang letaknya cukup jauh dari kru produksi.
Kondisi sunyi membuat rasa takut muncul secara alami hingga ia mengaku sempat khawatir suasana syuting terbawa ke dunia nyata. Selama menjalani adegan tersebut, Lea memilih terus berdoa agar proses pengambilan gambar berjalan lancar.
Diandra Agatha yang memerankan Arum turut menemaninya ketika menjalani adegan di tengah hutan sehingga suasana terasa sedikit lebih tenang.
Film ini merupakan adaptasi resmi dari Gonjiam: Haunted Asylum karya Jung Bum-shik.
Versi Indonesia menghadirkan kisah sekelompok kreator konten bernama Para Pencari Hantu yang melakukan siaran langsung uji nyali demi mengejar jutaan penonton.
Perjalanan menuju rumah sakit Ongwon justru membawa seluruh anggota ke rangkaian teror yang berpusat pada ruangan misterius bernomor 402.
Jawaban mengenai 402 Rumah Sakit Angker Korea syuting di mana memperlihatkan bahwa lokasi pengambilan gambar memang berada di Korea Selatan, tetapi menggunakan rumah sakit terbengkalai lain karena lokasi asli Gonjiam sudah tidak ada.
Kombinasi lokasi nyata, rumah sakit fiktif Ongwon, dan pengalaman para pemain membuat nuansa horor dalam film terasa lebih kuat sejak awal hingga akhir. (Shofia)
Baca Juga: Dune Part Three Kapan Tayang di Indonesia, Penggemar Film Perlu Tahu
