Konten dari Pengguna

Alasan Banyak Orang Meremehkan Usaha Isabel dan Melati

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi alasan banyak orang meremehkan usaha Isabel dan Melati. Foto: Unsplash.com/Sophie Gerasimenko
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi alasan banyak orang meremehkan usaha Isabel dan Melati. Foto: Unsplash.com/Sophie Gerasimenko

Pertanyaan mengapa banyak orang meremehkan usaha Isabel dan Melati mencerminkan pandangan sempit bahwa perubahan besar hanya bisa dilakukan oleh orang-orang tertentu.

Banyak kalangan masih menilai kemampuan berdasarkan usia, bukan dari ketulusan niat dan keberanian untuk bertindak.

Pandangan seperti itu justru mengabaikan fakta bahwa perubahan sering dimulai dari langkah kecil yang dilakukan dengan keyakinan besar.

Alasan Banyak Orang Meremehkan Usaha Isabel dan Melati

Ilustrasi dua wanita muda. Foto: Unsplash.com/Sergio Kian

Mengapa banyak orang meremehkan usaha Isabel dan Melati? Karena keduanya masih sangat muda ketika memulai perjuangan besar untuk menjadikan Bali bebas dari sampah plastik.

Mengutip dari buku Bahasa Indonesia: Anak-anak yang Mengubah Dunia untuk SD/MI Kelas VI, Ade Kumalasari, Latifah (113:2022), banyak pihak menganggap langkah dua gadis kecil ini tidak akan berdampak signifikan karena usianya yang baru 10 dan 12 tahun.

Banyak yang masih berpikir bahwa perjuangan lingkungan hanya bisa dilakukan oleh orang yang memiliki pengalaman, jabatan, atau kekuasaan.

Pandangan semacam itu membuat semangat dan kerja keras Isabel serta Melati dianggap tidak lebih dari permainan anak-anak yang penuh mimpi.

Padahal, keduanya memulai gerakan Bye Bye Plastic Bag dengan kesungguhan untuk menyelamatkan keindahan alam Bali dari tumpukan sampah plastik yang mencemari pantai dan laut.

Rasa meremehkan itu juga muncul karena sebagian orang dewasa terbiasa melihat perubahan dari hasil besar, bukan dari langkah kecil yang berarti.

Dua gadis ini menunjukkan bahwa perubahan sejati justru berawal dari kepedulian dan tindakan sederhana yang dilakukan dengan hati.

Saat banyak yang meragukan, mereka tetap teguh mengumpulkan tanda tangan petisi, menyuarakan kampanye lingkungan, dan berjuang agar pemerintah mendengar aspirasi mereka.

Keyakinan tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika Gubernur Bali menyetujui kerja sama dan menerapkan larangan terhadap plastik sekali pakai.

Sikap meremehkan terkadang muncul karena rendahnya kepercayaan pada kemampuan generasi muda untuk berpikir kritis dan bertanggung jawab.

Banyak orang belum menyadari bahwa anak-anak juga memiliki rasa empati dan kepekaan tinggi terhadap lingkungan sekitar.

Isabel dan Melati membuktikan bahwa keberanian untuk memulai jauh lebih penting daripada menunggu kesempatan datang.

Keberhasilan keduanya bahkan menginspirasi banyak anak di dunia untuk berani menyuarakan perubahan demi bumi yang lebih bersih.

Ketekunan dua gadis ini akhirnya mengubah pandangan masyarakat, baik di dalam maupun luar negeri. Apa yang awalnya dianggap mustahil justru menjadi gerakan global yang diakui oleh berbagai lembaga internasional.

Kisah Isabel dan Melati menjadi bukti bahwa suara anak-anak memiliki kekuatan besar ketika disampaikan dengan keyakinan dan ketulusan. Semangat tersebut menegaskan bahwa setiap usia memiliki peran penting dalam menjaga masa depan bumi.

Sebagai penutup, alasan banyak orang meremehkan usaha Isabel dan Melati berasal dari pandangan sempit terhadap kemampuan anak-anak.

Pemikiran tersebut terbukti keliru karena keduanya justru menunjukkan bahwa tekad dan aksi nyata dapat mengubah dunia menjadi lebih baik. (Suci)

Baca Juga: Kaitan Pembelajaran Sosial Emosional dengan Pelajaran Lain