Apakah Barca Lolos Copa del Rey? Cari Tahu di Sini

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apakah Barca lolos Copa del Rey menjadi pertanyaan yang mencuat setelah duel semifinal penuh tekanan di Camp Nou.
Pertandingan dua leg mempertemukan dua tim dengan karakter permainan berbeda dan strategi kontras sepanjang laga.
Hasil akhir ditentukan bukan hanya oleh satu kemenangan, melainkan akumulasi skor yang dihitung secara agregat.
Apakah Barca lolos Copa del Rey
Apakah Barca lolos Copa del Rey? Dikutip dati stekom.ac.id, awabannya adalah tidak, karena Barcelona gagal membalikkan defisit agregat saat menghadapi Atlético Madrid pada semifinal musim 2025/2026.
Leg kedua berlangsung pada 4 Maret 2026 dini hari WIB di Stadion Camp Nou. Pada pertandingan tersebut, Barcelona meraih kemenangan meyakinkan dengan skor 3-0.
Namun kemenangan itu belum cukup untuk mengamankan tiket final karena pada leg pertama Barcelona kalah telak 0-4 di kandang Atletico. Skor agregat akhirnya menjadi 3-4 untuk keunggulan Atletico Madrid.
Sepanjang leg kedua, Barcelona tampil dominan sejak menit awal. Tim asuhan Hansi Flick menguasai sekitar 70 persen penguasaan bola dan mencatatkan 17 tembakan, dengan delapan di antaranya tepat sasaran.
Atletico Madrid lebih banyak bertahan dan hanya mencatatkan tujuh tembakan dengan penguasaan bola sekitar 30 persen.
Gol pertama Barcelona tercipta pada menit ke-29 melalui Marc Bernal yang memanfaatkan umpan silang rendah dari Lamine Yamal. Skor berubah menjadi 1-0 dan menipiskan agregat menjadi 1-4.
Menjelang akhir babak pertama, tepatnya pada menit 45+5, Barcelona mendapatkan penalti setelah pelanggaran terhadap Pedri di dalam kotak terlarang.
Raphinha sukses mengeksekusi penalti tersebut sehingga skor menjadi 2-0 dan agregat sementara 2-4.
Memasuki babak kedua, Barcelona terus meningkatkan tekanan. Atletico Madrid bertahan dengan disiplin tinggi di bawah arahan Diego Simeone.
Gol ketiga Barcelona lahir pada menit ke-72 lewat sundulan Marc Bernal yang menyambut umpan silang Joao Cancelo di tiang jauh. Skor menjadi 3-0 dan agregat berubah menjadi 3-4.
Namun, gol keempat yang sangat dibutuhkan tidak kunjung tercipta hingga peluit panjang berbunyi.
Beberapa peluang emas dari Bernal dan Lamine Yamal gagal dimaksimalkan. Kiper Atletico melakukan penyelamatan penting yang menjaga keunggulan agregat tetap aman.
Secara performa individu, Marc Bernal layak disebut sebagai pemain paling berpengaruh dengan dua golnya. Lamine Yamal menjadi motor serangan lewat dribel dan kreativitas di sisi sayap.
Raphinha turut berkontribusi lewat gol penalti yang menjaga asa hingga menit akhir. Di kubu Atletico, lini pertahanan tampil solid meski terus ditekan sepanjang laga.
Kemenangan 3-0 menunjukkan kapasitas Barcelona untuk mendominasi pertandingan besar.
Akan tetapi, defisit empat gol dari leg pertama terlalu berat untuk dikejar dalam satu pertandingan. Sistem agregat dua leg menjadi faktor penentu yang tidak dapat dihindari.
Apakah Barca lolos Copa del Rey akhirnya terjawab dengan tersingkirnya Barcelona di babak semifinal meski menang di leg kedua.
Hasil tersebut menegaskan bahwa konsistensi dalam dua pertemuan menjadi kunci utama pada kompetisi sistem gugur seperti Copa del Rey. (Khoirul)
Baca Juga: Kapan Leg 2 Barca vs Atletico Madrid? Ini Informasi Lengkapnya
