Arti Allahumma Sholli Ala Sayyidina Muhammad wa Ala Ali Sayyidina Muhammad

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Membaca selawat dengan lafal Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad merupakan salah satu amalan yang dianjurkan dalam Islam sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan kepada Nabi Muhammad saw.
Amalan ini dapat dilakukan dalam berbagai kesempatan sebagai bagian dari ibadah dan zikir sehari-hari.
Selain melafalkan selawat, umat Islam juga dapat mempelajari ajaran serta akhlak Rasulullah saw untuk diterapkan dalam kehidupan.
Bacaan Selawat Allahumma Sholli Ala Sayyidina Muhammad wa Ala Ali Sayyidina Muhammad
Dikutip dari myislam.org, berikut adalah lafal Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad yang berisi permohonan kepada Allah Swt. agar melimpahkan selawat kepada Nabi Muhammad saw. beserta keluarganya.
Selawat ini dapat diamalkan sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah saw. sekaligus pengingat untuk mempelajari dan meneladani ajarannya.
Tulisan Arab:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Latin:
Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala ali sayyidina Muhammad.
Artinya:
“Ya Allah, limpahkanlah selawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan kepada keluarga junjungan kami Nabi Muhammad.”
Bacaan tersebut merupakan bentuk selawat singkat yang dapat diamalkan dalam zikir harian. Kata Allahumma berarti “Ya Allah”, sedangkan sholli merupakan permohonan agar Allah Swt. melimpahkan selawat kepada Nabi Muhammad saw.
Adapun sayyidina berarti “junjungan kami”, sementara wa ala ali sayyidina Muhammad merujuk pada keluarga Nabi Muhammad saw.
Terdapat beberapa bentuk selawat dengan susunan kalimat yang berbeda. Salah satunya adalah selawat Ibrahimiyah yang diajarkan Rasulullah saw. kepada para sahabat dan dibaca dalam tasyahud salat.
Lafal selawat Ibrahimiyah yang diriwayatkan dalam hadis sahih memuat permohonan selawat dan keberkahan bagi Nabi Muhammad saw. beserta keluarga beliau, sebagaimana Allah Swt. telah melimpahkan keberkahan kepada Nabi Ibrahim a.s. dan keluarganya.
Anjuran membaca selawat juga tercantum dalam Al-Qur'an, tepatnya Surah Al-Ahzab ayat 56. Ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah Swt. dan para malaikat berselawat kepada Nabi, kemudian memerintahkan orang-orang beriman untuk berselawat dan mengucapkan salam kepada beliau.
Ayat ini menjadi salah satu landasan penting bagi umat Islam untuk membiasakan amalan selawat.
Selawat dapat dibaca setelah salat wajib, ketika berzikir, saat mengikuti majelis keagamaan, atau pada waktu luang. Umat Islam juga dapat memperbanyak selawat pada hari Jumat sebagai bagian dari amalan yang dianjurkan.
Pelaksanaannya tidak harus menunggu waktu tertentu, selama dilakukan dengan niat yang baik dan tetap memperhatikan kewajiban ibadah lainnya.
Membaca selawat hendaknya disertai usaha meneladani akhlak Rasulullah saw., seperti berkata jujur, bersikap sabar, menepati janji, dan memperlakukan sesama dengan baik.
Dengan demikian, kecintaan kepada Nabi tidak hanya diungkapkan melalui lisan, tetapi juga diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.
Membiasakan membaca selawat dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kecintaan kepada Rasulullah saw. sekaligus mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Lafal Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad dapat diamalkan secara rutin dengan memahami maknanya dan menjaga adab ketika beribadah. (Suc)
Baca Juga: Arti Barakallah Fii Umrik Lengkap dengan Contoh Ucapannya
