Bromo Ditutup sampai Kapan? Cek Informasi Terbarunya di Sini

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kebakaran melanda kawasan Gunung Bromo dan membuat aktivitas wisata dihentikan sementara. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan Bromo ditutup sampai kapan bagi wisatawan yang telah merencanakan kunjungan.
Penutupan dilakukan untuk menjaga keselamatan pengunjung, petugas, serta masyarakat yang berada di sekitar kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
Kawasan Bromo juga masih membutuhkan penanganan setelah kebakaran sebelum kegiatan wisata dapat kembali berjalan seperti biasa.
Gunung Bromo Ditutup sampai Kapan Pasca Kebakaran Melanda?
Bromo ditutup sampai kapan? Dikutip dari Instagram @bbtnbromotenggersemeru, penutupan kawasan wisata Gunung Bromo diberlakukan sejak Sabtu, 8 Agustus 2026 pukul 22.00 WIB hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Sampai saat ini, belum ada tanggal resmi pembukaan kembali karena pengelola masih menunggu hasil evaluasi kondisi kawasan setelah kebakaran.
Karena itu, seluruh akses masuk Taman Nasional Bromo Tengger Semeru masih ditutup sementara, termasuk Cemorolawang, Wonokitri, Jemplang, Coban Trisula, dan Senduro.
Penutupan tersebut dilakukan setelah kebakaran melanda sejumlah area di kawasan Gunung Bromo. Setelah penanganan selama 12 hari, seluruh titik api akhirnya berhasil dipadamkan.
Meski demikian, padamnya api belum berarti kawasan dapat langsung dibuka karena petugas masih perlu memastikan tidak ada bara atau titik panas yang dapat memicu kebakaran kembali.
Untuk memastikan kondisi tersebut, petugas melanjutkan penanganan melalui proses mop up dan pendinginan.
Kegiatan ini dilakukan dengan memeriksa area bekas kebakaran, menyiram sejumlah lokasi yang masih memerlukan penanganan, serta melakukan patroli untuk memantau kondisi kawasan.
Dengan langkah tersebut, petugas dapat memastikan area terdampak benar-benar aman sebelum kawasan nantinya dibuka kembali.
Proses penanganan itu melibatkan petugas gabungan dari BBTNBTS, Manggala Agni, TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, Masyarakat Peduli Api, masyarakat, dan relawan.
Semua petugas menjalankan tugas sesuai kondisi di lapangan, mulai dari pemadaman hingga pemeriksaan kawasan setelah api berhasil dikendalikan.
Sementara itu, aktivitas wisata tetap dihentikan agar proses penanganan dapat berlangsung tanpa mengganggu keselamatan pengunjung.
Kondisi tersebut juga membuat wisatawan yang telah memiliki jadwal kunjungan perlu menyesuaikan rencana perjalanan. Bagi wisatawan dengan jadwal kunjungan pada 9–11 Agustus 2026 atau selama masa penutupan, pengelola menyediakan pilihan reschedule atau refund.
Reschedule dapat dilakukan tanpa biaya dan berlaku hingga 31 Desember 2026, sedangkan refund diberikan secara penuh setelah data pembayaran selesai diverifikasi.
Untuk mengajukan reschedule atau refund, wisatawan perlu mengisi formulir yang disediakan pengelola dan melampirkan bukti pembayaran.
Selanjutnya, proses konfirmasi dilakukan melalui WhatsApp atau email setelah data yang dikirimkan selesai diperiksa.
Batas pengisian formulir ditetapkan sampai 31 Agustus 2026, sedangkan proses refund diperkirakan berlangsung selama 3–14 hari kerja setelah verifikasi.
Dengan demikian, Bromo ditutup sampai kapan masih belum dapat dipastikan karena belum ada keputusan mengenai tanggal pembukaan kembali.
Pengelola akan menentukan pembukaan setelah kondisi kawasan dinilai aman dan seluruh penanganan pascakebakaran selesai dilakukan. Sampai keputusan tersebut diumumkan secara resmi, wisatawan sebaiknya tidak memaksakan kunjungan melalui akses yang masih ditutup. (Shofia)
Baca Juga: Harga Tiket Bromo Sekarang yang Perlu Diketahui Wisatawan
