Cara Mengisi Daftar Riwayat Hidup dengan Benar

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar riwayat hidup merupakan dokumen yang memuat identitas, riwayat pendidikan, pengalaman, serta keterampilan seseorang untuk keperluan tertentu. Cara mengisi daftar riwayat hidup perlu diperhatikan dengan baik.
Dalam proses melamar pekerjaan, dokumen ini membantu perekrut menilai kesesuaian latar belakang pelamar dengan posisi yang ditawarkan.
Oleh sebab itu, setiap bagian perlu diisi secara jelas, lengkap, dan sesuai dengan data diri.
Cara Mengisi Daftar Riwayat Hidup Sesuai Data Diri
Cara mengisi daftar riwayat hidup dapat dilakukan dengan melengkapi setiap bagian sesuai data diri dan tujuan penggunaannya.
Dokumen ini bisa dibuat secara manual di atas kertas atau diketik menggunakan aplikasi pengolah kata, seperti Microsoft Word.
Berikut adalah langkah-langkah yang perlu diperhatikan, dikutip dari corporatefinanceinstitute.com.
1. Mengisi Identitas Diri
Bagian pertama berisi nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, alamat tempat tinggal, nomor telepon, serta alamat email aktif.
Tuliskan data sesuai keadaan sebenarnya agar pihak yang membaca dokumen dapat mengenali pemiliknya dan menghubunginya jika diperlukan. Untuk keperluan melamar pekerjaan, gunakan alamat email yang terlihat profesional.
2. Menuliskan Riwayat Pendidikan
Cantumkan jenjang pendidikan yang pernah ditempuh, mulai dari tingkat sekolah hingga pendidikan terakhir. Setiap keterangan sebaiknya dilengkapi nama institusi dan tahun masuk atau kelulusan.
Jika memiliki prestasi akademik yang relevan, seperti penghargaan atau nilai tertentu, keterangan tersebut dapat ditambahkan untuk memperkuat profil.
3. Mencantumkan Pengalaman Kerja
Bagi yang sudah pernah bekerja, tuliskan nama perusahaan, jabatan, serta periode bekerja. Jelaskan pula tugas utama dan pencapaian yang berkaitan dengan pekerjaan tersebut.
Susun pengalaman dari yang paling baru menuju pengalaman sebelumnya agar riwayat karier lebih mudah ditelusuri.
Pelamar yang belum memiliki pengalaman kerja dapat mengisi bagian ini dengan pengalaman magang, organisasi, atau kegiatan sukarela yang relevan.
4. Menambahkan Keterampilan
Bagian keterampilan memuat kemampuan yang mendukung tujuan penggunaan daftar riwayat hidup.
Contohnya meliputi penguasaan bahasa asing, kemampuan mengoperasikan komputer, penggunaan perangkat lunak tertentu, komunikasi, atau keterampilan teknis sesuai bidang pekerjaan.
Pilih kemampuan yang benar-benar dikuasai dan dapat dijelaskan ketika ditanyakan saat wawancara.
5. Menuliskan Prestasi dan Sertifikat
Prestasi akademik, penghargaan dalam pekerjaan, serta sertifikat pelatihan dapat dicantumkan untuk melengkapi profil.
Sertakan nama penghargaan atau sertifikat dan tahun perolehannya. Bagian ini tidak wajib diisi jika tidak memiliki prestasi yang relevan.
6. Memperhatikan Format dan Kerapian
Gunakan susunan yang teratur, ukuran huruf yang mudah dibaca, serta judul bagian yang jelas. Pilih jenis huruf sederhana, seperti Arial atau Times New Roman, dengan ukuran sekitar 10–12 poin.
Panjang dokumen disesuaikan dengan kebutuhan, pengalaman, dan ketentuan pihak penerima. Periksa kembali ejaan, angka, tanggal, serta nomor kontak sebelum dokumen dikirimkan.
7. Menyesuaikan Isi dengan Tujuan
Daftar riwayat hidup untuk melamar pekerjaan sebaiknya menonjolkan pengalaman dan keterampilan yang sesuai dengan posisi yang dituju.
Sementara itu, dokumen untuk keperluan sekolah atau organisasi dapat disesuaikan dengan data yang diminta. Hindari menambahkan keterangan yang tidak relevan atau informasi pribadi yang tidak diperlukan.
Dengan menerapkan cara mengisi daftar riwayat hidup secara tepat, dokumen akan terlihat lebih terstruktur dan membantu pembaca mengenali latar belakang pemiliknya.
Pastikan seluruh data ditulis secara jujur, lengkap, dan rapi sebelum diserahkan kepada pihak yang membutuhkan. (Shfia)
Baca Juga: Contoh Biografi Diri Sendiri dan Cara Membuatnya sebagai Panduan
