Cara Vote FFI 2026 Lewat Situs Resmi Festival Film Indonesia

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagaimana cara vote FFI 2026? Informasi penting bagi penonton yang ingin ikut menentukan film dan insan perfilman favoritnya di ajang Piala Citra tahun ini.
Ada tiga kategori yang bisa dipilih dalam FFI 2026, yakni Film Pilihan Penonton, Aktor Pilihan Penonton, dan Aktris Pilihan Penonton.
Cara Vote FFI 2026 untuk Berbagai Kategori di Vidio
Mengutip Instagram resmi @festivalfilmid, cara vote FFI 2026 bisa dilakukan melalui platform Vidio. Tahun ini, penonton punya kesempatan untuk ikut menentukan film, aktor, dan aktris favorit lewat kategori Pilihan Penonton.
Tidak perlu bingung mencari tempat untuk memberikan suara. Ikuti langkah-langkah berikut agar pilihannya tercatat.
Buka aplikasi Vidio melalui ponsel atau akses platform Vidio, lalu login ke akun pribadi.
Cari menu Festival Film Indonesia 2026. Berdasarkan panduan yang dibagikan, menu ini berada di bagian kanan bawah aplikasi.
Pilih kategori voting yang ingin diikuti.
Tentukan film, aktor, atau aktris favorit.
Klik tombol Vote untuk menyelesaikan pemilihan.
Sebelum memilih, cek kembali kandidat yang tersedia supaya tidak salah memberikan suara. Voter bisa menentukan pilihan berdasarkan film yang paling berkesan atau penampilan aktor dan aktris yang menurutmu paling kuat.
Jadi, bukan cuma menikmati film di layar, penonton juga bisa ikut memberi dukungan kepada karya dan insan perfilman Indonesia yang menurut penonton paling layak mendapat apresiasi. Periode voting yang berlangsung di Vidio, yaitu 5 Oktober–15 November 2026.
Kategori Pilihan Penonton FFI 2026
Ada tiga kategori yang bisa dipilih masyarakat, yaitu:
Film Pilihan Penonton, untuk film yang paling disukai.
Aktor Pilihan Penonton, untuk aktor favorit.
Aktris Pilihan Penonton, untuk aktris yang penampilannya paling membekas.
Komite Festival Film Indonesia (FFI) 2026 membuka kesempatan ini agar masyarakat bisa ikut terlibat dalam perayaan perfilman nasional.
Daftar kandidat film berasal dari 25 film cerita panjang yang lolos tahap seleksi awal FFI 2026 dan telah ditayangkan kepada publik melalui bioskop maupun platform streaming di Indonesia.
FFI 2026 mengusung tema Askala Karya Sinema Indonesia. Kata Askala berasal dari bahasa Sanskerta dan memiliki makna yang berkaitan dengan sinar, cahaya, serta harapan. Tema ini menggambarkan sinema sebagai cahaya yang dapat menerangi kehidupan.
Pengumuman Nominasi FFI 2026
Festival Film Indonesia 2026 mengumumkan daftar nominasi pada Senin, 12 Oktober 2026, di Gedung Perusahaan Film Negara (PFN), Jakarta. Pengumuman ini mencakup film cerita panjang, film noncerita panjang, serta penghargaan khusus untuk karya kritik film.
Pembacaan nominasi dilakukan oleh Direktur Utama PFN Riefian Fajarsyah, Ketua Komite FFI 2026 Ario Bayu, Ketua Bidang Penjurian Budi Irawanto, dan Ketua Bidang Program Prilly Latuconsina.
Duta FFI 2026 Nirina Zubir dan Morgan Oey turut hadir, dengan penampilan Ifa Fachir dalam acara tersebut.
Masyarakat juga dapat menyaksikan pengumuman nominasi melalui kanal YouTube Festival Film Indonesia, Kementerian Kebudayaan, Indonesiana TV, dan Vidio.
Tahun ini, FFI menerima 531 karya dari berbagai bidang perfilman, mulai dari film cerita, animasi, dokumenter, hingga kritik film.
Khusus penjurian tahap nominasi film cerita panjang, prosesnya melibatkan 85 anggota Akademi Citra serta perwakilan asosiasi profesi perfilman. Malam puncak penganugerahan Piala Citra FFI 2026 dijadwalkan berlangsung pada 20 November 2026.
Daftar Nominasi FFI 2026
Berikut daftar nominasi berdasarkan kategori yang diumumkan.
1. Film Cerita Panjang Terbaik
Para Perasuk
Dopamin
Ghost in the Cell
Na Willa
Operasi Pesta Copet
2. Sutradara Terbaik
Edwin — Monster Pabrik Rambut
Wregas Bhanuteja — Para Perasuk
Bernardus Raka — Nobody Loves Kay
Joko Anwar — Ghost in the Cell
Kimo Stamboel — Abadi Nan Jaya
3. Pemeran Utama Pria Terbaik
Nicholas Saputra — Tukar Takdir
Abimana Aryasatya — Ghost in the Cell
Martino Lio — Badut Gendong
Ardit Erwandha — Tunggu Aku Sukses Nanti
Angga Aldi Yunanda — Para Perasuk
4. Pemeran Utama Perempuan Terbaik
Marsha Timothy — Tukar Takdir
Shenina Cinnamon — Dopamin
Christine Hakim — Semua Akan Baik-baik Saja
Luisa Adreena — Na Willa
Meriam Bellina — Senin Harga Naik
5. Pemeran Pendukung Pria Terbaik
Yoga Pratama — Ghost in the Cell
Aming — Ghost in the Cell
Kristo Imanuel — Operasi Pesta Copet
Didik Nini Thowok — Monster Pabrik Rambut
Teuku Rifnu Wikana — Dopamin
6. Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik
Maudy Ayunda — Para Perasuk
Sarah Sechan — Tunggu Aku Sukses Nanti
Kawai Labiba — Operasi Pesta Copet
Lydia Kandou — Ikatan Darah
Raihaanun — Semua Akan Baik-baik Saja
7. Penulis Skenario Asli Terbaik
Teddy Soeria Atmadja — Dopamin
Evelyn Aprilia — Tunggu Aku Sukses Nanti
Wregas Bhanuteja, Defi Mahendra, dan Alicia Angelina — Para Perasuk
Joko Anwar — Ghost in the Cell
Rino Sarjono dan Edy Khemod — Operasi Pesta Copet
8. Penulis Skenario Adaptasi Terbaik
Mouly Surya — Tukar Takdir
Johanna Wattimena dan Bernardus Raka — Nobody Loves Kay
Ryan Adriandhy — Na Willa
9. Film Dokumenter Panjang Terbaik
Planet of Love
A Distorted Individual
Tonggo Gedhek
The Last Supper (Whisper)
I Saw Her in Motion
10. Film Dokumenter Pendek Terbaik
Shard Objects
Sino
Discordia
Murdijati Gardjito
Mae Menjaga Masjid
11. Film Animasi Pendek Terbaik
Drowned in Internet
Calabai
Stories of Sahaba: Tahlah Ibn Ubaydullah - The Living Martyr
Enigma Wajah Arca
Nyanyian di Angkringan
12. Film Cerita Pendek Terbaik
Mothers are Mothering
αLPα
Amelia, Amelia
Malam Sepanjang Nafas
Dihapus dari Peta
13. Pengarah Sinematografi Terbaik
Vera Lestafa, I.C.S. — Dopamin
Yadi Sugandi — Na Willa
Gunnar Nimpuno, I.C.S. — Para Perasuk
Yudi Datau, I.C.S. — Semua Akan Baik-baik Saja
Ical Tanjung, I.C.S. — Ghost in the Cell
14. Pengarah Artistik Terbaik
Ong Hari Wahyu dan Edy Wibowo — Para Perasuk
Dennis Sutanto — Ghost in the Cell
Rini Sri Handayani — Na Willa
Ahmad Zulkarnaen dan Wahyu Efata — Ikatan Darah
Menfo Tantono — Monster Pabrik Rambut
15. Penata Efek Visual Terbaik
Gaga Nugraha Ramadhan — Badut Gendong
Abby Eldipie dan Kalvin Irawan — Ghost in the Cell
Mattebox Visualworks — Abadi Nan Jaya
David A. Widya P., Concetta CFX, dan Dalang Digital Studio — Na Willa
Bintang Adi Pradana dan Harris Reggy — Monster Pabrik Rambut
16. Penyunting Gambar Terbaik
Hendra Adhi Susanto — Senin Harga Naik
Ryan Purwoko — Tunggu Aku Sukses Nanti
Aline Jusria — Dopamin
Cesa David Luckmansyah — Semua Akan Baik-baik Saja
Aline Jusria — Operasi Pesta Copet
17. Penata Suara Terbaik
Siti Asifa Nasution dan Satrio Budiono — Na Willa
Fery Setiawan — Semua Akan Baik-baik Saja
Sutrisno dan Satrio Budiono — Para Perasuk
Arief Budi Santoso dan Fajar Yuskemal — Abadi Nan Jaya
Waim Ahmad Fahreizi dan Andre Harihandoyo — Tunggu Aku Sukses Nanti
18. Penata Musik Terbaik
Yudhi Arfani dan Zeke Khaseli — Tukar Takdir
Aghi Narottama — Ghost in the Cell
Aria Prayogi dan Rahardian Winursito — Badut Gendong
Yennu Ariendra — Para Perasuk
Yudhi Arfani dan Zeke Khaseli — Nobody Loves Kay
19. Pencipta Lagu Tema Terbaik
Sal Priadi — “Kepala, Pundak, Kerja Lagi” (Monster Pabrik Rambut)
Ipang Lazuardi — “Tandeman” (Operasi Pesta Copet)
Alvin Witarsa — “Semua Akan Baik-baik Saja” (Semua Akan Baik-baik Saja)
Tony Dwi Setiaji dan Joko Anwar — “The Town was Gone” (Ghost in the Cell)
Arya Aditya Ramadhya, Ilman Ibrahim Isa, dan Anindyo Baskoro — “Sikilku Iso Muni” (Na Willa)
20. Penata Rias Terbaik
Eva Sheba — Monster Pabrik Rambut
Novie Ariyanti — Ghost in the Cell
Aktris Handradjasa — Ikatan Darah
Gunawan Saragih, Prio Prabu, dan Cherry Irawan (rias efek) — Badut Gendong
Astrid Sambudiono (rias efek) dan Albasirun Ucok — Abadi Nan Jaya
21. Penata Busana Terbaik
Monika Paska — Ghost in the Cell
Astrid Rosiana Ishak — Na Willa
Muthiara A. Revana — Monster Pabrik Rambut
Gemailla Gea Geriantiana — Badut Gendong
Gizza Ossiatzki — Operasi Pesta Copet
22. Karya Kritik Film Terbaik
“Dunia Setinggi Mata Na Willa” — Sony Triantoro
“Meankolia dalam Aruna dan Lidahnya” — Anton Kurnia
“Antara Adat dan Aparat: Menyisir Spiritualitas dan Represi di Kabut Berduri (2024)” — Gladhys Elliona
“Tubuh dan Ruang yang Hilang dalam Pangku” — I Ngurah Gede Adi Putra
“Kerja-kerja Sineas Mengekalkan Politik Dinasti di Abadi Nan Jaya” — Yulaika Romadhani
Sudah menemukan film, aktor, atau aktris yang paling didukung? Langsung buka Vidio dan berikan suara sebelum periode voting berakhir. Yuk, ikut meramaikan FFI 2026 dan tunjukkan bahwa film Indonesia punya tempat istimewa di hati penontonnya. (Fikah)
Baca juga: Daftar Film Japanese Film Festival 2026, Ada Berbagai Genre
