Doa Maulid Nabi Lengkap, Bacaan yang Dapat Diamalkan dalam Peringatan

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Doa Maulid Nabi dapat dibaca dalam rangkaian peringatan kelahiran Nabi Muhammad saw.
Bacaan yang digunakan dapat berupa doa menyambut bulan Rabiul Awal, selawat, hingga doa yang memohon kebaikan dan keberkahan.
Setiap bacaan memiliki makna yang berkaitan dengan penghormatan kepada Rasulullah saw. serta permohonan kepada Allah Swt.
Doa Maulid Nabi Menyambut Rabiul Awal
Dikutip dari kotasemarang.baznas.go.id dan quran.nu.or.id, berikut adalah doa Maulid Nabi lengkap dengan tulisan Arab, latin, dan artinya yang dapat dibaca dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad saw.
1. Doa Menyambut Bulan Rabiul Awal
Arab:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي خَاتِمَةِ شَهْرِنَا هَذَا، وَأَقْدِمْ عَلَيْنَا رَبِيعَ الْأَوَّلِ بِصَلَاحِ الْبَلَادِ وَالْعِبَادِ، وَدَفْعِ الْبَلَاءِ وَالْفَسَادِ، وَتَفْرِيجِ كَرْبِ أُمَّةِ حَبِيبِكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْخَلْفِ وَالْبَادِ، يَا كَرِيمُ يَا جَوَادُ.
Latin:
Allaahumma baarik lanaa fii khootimati syahrinaa haadza, wa aqdim 'alainaa Robii'ul awwali bisholaahil balaadi wal 'ibaadi wa daf'il balaa-i wal fasaadi watafriiji karbi ummati habiibika Muhammad shollallaahu 'alaihi wasallama fil kholfii wal baadi, yaa Kariim yaa Juwaad.
Artinya:
“Ya Allah, berkahilah kami di penghujung bulan ini dan datangkanlah kepada kami bulan Rabiul Awal dengan kebaikan bagi negara dan orang-orang di dalamnya. Angkatlah bala dan kerusakan serta hilangkanlah kesedihan dan kesusahan umat Nabi Muhammad saw., wahai Yang Maha Mulia dan Maha Dermawan.”
Bacaan tersebut dapat digunakan ketika memasuki bulan Rabiul Awal. Doa ini tercantum dalam Kitab Bughyatu Thalib fi Safinah karya Habib Ali bin Ahmad bin Abdullah bin Thalib bin Ali bin Hasan Al Athas.
2. Shalawat Ummi
Arab:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ.
Latin:
Allaahumma shalli 'alaa Muhammad 'abdika wa rasuulikan-nabiyyil ummiyyi wa 'alaa aalihi wa shahbihi wa sallim.
Artinya:
“Ya Allah, limpahkanlah shalawat-Mu kepada Muhammad, hamba, Nabi dan Rasul-Mu, seorang Nabi yang ummi, serta kepada keluarga dan para sahabatnya.”
Selawat ini dapat dibaca sebagai bagian dari rangkaian peringatan Maulid. Isi doanya secara khusus memohon selawat dan salam untuk Nabi Muhammad saw., keluarga, serta para sahabat beliau.
3. Selawat Nariyah
Arab:
اللَّهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِي تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ، وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ، وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ، وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ، وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ، وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيمِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ فِي كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُومٍ لَكَ.
Latin:
Allahumma shalli shalatan kamilatan wa sallim salaman tamman 'ala sayyidina Muhammadinil-ladzi tanhallu bihil-'uqadu wa tanfariju bihil-kurabu wa tuqdla bihil-hawaju wa tunalu bihir-ragha'ibu wa husnul-khawatimi wa yustasqal-ghamamu biwajhihil-karimi wa 'ala alihi wa shahbihi fi kulli lamhatin wa nafasin bi'adadi kulli ma'lumin laka.
Artinya:
“Ya Allah, limpahkanlah selawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, kesusahan dapat dilenyapkan, keperluan dapat terpenuhi, serta apa yang didambakan dan husnul khatimah dapat diraih. Limpahkanlah pula selawat kepada keluarga dan para sahabatnya pada setiap detik dan embusan napas sebanyak bilangan segala sesuatu yang Engkau ketahui.”
Selawat Nariyah dapat dibaca dalam rangkaian Maulid bersama bacaan selawat lainnya. Isinya menekankan permohonan kepada Allah Swt. agar memberikan kemudahan, memenuhi kebutuhan, dan menganugerahkan akhir kehidupan yang baik.
4. Doa Pembuka Maulid
Arab:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. أَبْتَدِئُ الْإِمْلَاءَ بِاسْمِ الذَّاتِ الْعَلِيَّةِ، مُسْتَدِرًّا فَيْضَ الْبَرَكَاتِ عَلَى مَا أَنَالَهُ وَأَوْلَاهُ. وَأُثَنِّي بِحَمْدٍ مَوَارِدُهُ سَائِغَةٌ هَنِيَّةٌ، مُمْتَطِيًا مِنَ الشُّكْرِ الْجَمِيلِ مَطَايَاهُ. وَأُصَلِّي وَأُسَلِّمُ عَلَى النُّورِ الْمَوْصُوفِ بِالتَّقَدُّمِ وَالْأَوَّلِيَّةِ، الْمُنْتَقِلِ فِي الْغُرَرِ الْكَرِيمَةِ وَالْجِبَاهِ.
Latin:
Bismillâhirraḫmânirraḫîm. Abtadi’ul-imlâ’a bismidz-dzâtil-‘aliyyah, mustadirran faidlal-barâkâti ‘alâ mâ anâ lahu wa aulâh. Wa utsannî biḫamdin mawâriduhu sâ’ighatun haniyyah, mumtathiyan minasy-syukril-jamîli mâ thâyâh. Wa ushallî wa usallimu ‘alan-nûril-maushûfi bit-taqaddumi wal-awwaliyyah, al-muntaqili fil-ghuraril-karîmati wal-jibâh.
Artinya:
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Aku memulai pembacaan dengan nama Dzat Yang Mahatinggi, seraya memohon limpahan keberkahan atas apa yang Allah berikan dan karuniakan. Aku memuji dengan pujian yang baik dan menyenangkan, serta menempuh jalan syukur yang indah. Aku berselawat dan mengucapkan salam kepada cahaya yang memiliki kedudukan terdahulu dan keutamaan, yang berpindah pada orang-orang mulia dan dahi-dahi yang luhur.”
Bacaan tersebut merupakan bagian pembuka dalam teks Maulid yang mengawali kisah tentang Nabi Muhammad saw. Setelahnya, rangkaian dapat diteruskan dengan kisah kelahiran, nasab, masa kecil, serta perjalanan kehidupan Rasulullah saw.
5. Doa Memohon Keridaan dan Petunjuk
Arab:
وَأَسْتَمْنِحُ اللهَ تَعَالَى رِضْوَانًا يَخُصُّ الْعِتْرَةَ الطَّاهِرَةَ النَّبَوِيَّةَ، وَيَعُمُّ الصَّحَابَةَ وَالْأَتْبَاعَ وَمَنْ وَالَاهُ. وَأَسْتَجْدِيهِ هِدَايَةً لِسُلُوكِ السُّبُلِ الْوَاضِحَةِ الْجَلِيَّةِ، وَحِفْظًا مِنَ الْغَوَايَةِ فِي خِطَطِ الْخَطَاءِ وَخُطَاهُ.
Latin:
Wa astamniḫullâha ta‘âlâ ridlwânan yakhushshul-‘itratath-thâhiratan-nabawiyyah, wa ya‘ummush-shaḫâbata wal-atbâ‘a wa man wâlâh. Wa astajdîhi hidâyatan lisulûkis-subulil-wâdliḫatil-jaliyyah, wa ḫifdhan minal-ghawâyati fî khithathil-khathâ’i wa khuthâhu.
Artinya:
“Aku memohon kepada Allah Taala keridaan yang khusus bagi keluarga Nabi yang suci, serta mencakup para sahabat, para pengikut, dan orang-orang yang mencintainya. Aku juga memohon kepada-Nya petunjuk untuk menempuh jalan yang jelas dan terang, serta perlindungan dari kesesatan dalam berbagai jalan kesalahan.”
Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa doa dalam peringatan Maulid tidak hanya berisi selawat untuk Nabi Muhammad saw. Permohonan juga dapat mencakup keridaan Allah, petunjuk dalam menjalani kehidupan, serta perlindungan dari kesesatan.
Pemilihan bacaan dapat disesuaikan dengan rangkaian acara Maulid yang dilaksanakan. Bacaan Arab sebaiknya disertai latin dan arti agar setiap kalimat yang dilafalkan dapat dipahami maknanya dengan baik.
Rangkaian bacaan tersebut memuat selawat, permohonan keberkahan, doa keselamatan, serta permintaan petunjuk kepada Allah Swt. Doa Maulid Nabi dapat dibaca bersama-sama dalam acara peringatan Maulid maupun secara pribadi sesuai dengan kebutuhan ibadah. (Suci)
Baca Juga: Teks Pildacil Maulid Nabi 2026, Bisa Jadi Referensi untuk Anak
