Makna Lagu Sambutlah Denada yang Bercerita tentang Kerinduan dan Cinta

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Makna lagu Sambutlah Denada berkaitan dengan kisah cinta yang disampaikan melalui lirik tentang kerinduan kepada seseorang yang dicintai.
Nuansa romantis terasa melalui ungkapan perasaan yang muncul ketika jarak membuat dua orang tidak dapat bertemu.
Lagu “Sambutlah” diciptakan oleh Johandi Yahya, sedangkan musiknya digarap oleh Alden Luhukay.
Makna Lagu Sambutlah Denada dan Lirik Lengkap
Dikutip dari YouTube DENADA INDONESIA, makna lagu Sambutlah Denada berpusat pada rasa rindu yang muncul ketika seseorang terpisah dari kekasihnya.
Perasaan tersebut perlahan berubah menjadi kegelisahan karena sosok yang dicintai terus terbayang dalam pikiran, mulai dari wajah hingga hangatnya pelukan.
Keinginan untuk kembali dekat kemudian disampaikan melalui permintaan agar sang kekasih datang, menggenggam tangan, menerima cintanya, serta memberikan ketenangan dari rasa resah yang dialami.
Ungkapan tidak ingin berjauhan juga memperlihatkan kuatnya kebutuhan emosional untuk tetap bersama orang yang dicintai.
Kerinduan dalam lagu ini tidak berhenti pada keinginan untuk bertemu, tetapi turut memengaruhi kondisi batin ketika perpisahan berlangsung.
Kesunyian membuat bayangan sang kekasih semakin jelas hingga sulit memejamkan mata, sedangkan jarak yang belum berakhir membuat perasaan asmara terasa semakin kuat.
Ketika pertemuan tidak terjadi, tokoh dalam lirik merasakan kesulitan menjalani keadaan tanpa orang yang dicintai.
Pengulangan permintaan untuk menerima cinta, meredakan resah, dan mendekap rindu pada bagian akhir semakin menegaskan keinginan untuk kembali memperoleh kedekatan dalam hubungan tersebut.
Berikut adalah liirk lagu lengkapnya:
Di saat rindu kembali datang
Perasaan resah pun semakin dalam (semakin)
Menyelinap ke hati perlahan-lahan (dalam)
Lalu hangat pelukmu terus terbayang-bayang (terbayang-bayang)
Hanya namamu terucap gelisah
Semakin kuredam, aku semakin gundah
(Datanglah, oh, Kekasih, tambatan hati ini)
(Genggamlah tangan ini, jangan lepaskan lagi)
Sambutlah (sambutlah), sambut cintaku
Lepaskan (lepaskan) resah jiwaku
Dekaplah (dekaplah), dekap rinduku
Tak ingin (tak ingin) ku jauh darimu
Di saat rindu kembali datang
Terlintas raut wajahmu dengan senyuman
Di kesunyian hati yang begitu dalam
Membuat mataku tak mampu terpejam
Mengapa, oh, Kasih? Aku tak mengerti
Di dada ini, asmara semakin menjadi
Saat ku tak jumpa, jiwaku pun tersiksa
Sungguh, aku tak mampu pabila kau tak ada
Sambutlah, sambut cintaku (sambutlah cintaku)
Lepaskan (resah jiwa ini) resah jiwaku
Dekaplah, dekap rinduku
Tak ingin (aku tak ingin) ku jauh darimu
Sambutlah (di saat rindu kembali datang)
Sambut cintaku (terlintas raut wajahmu dengan senyuman)
Lepaskan (di kesunyian hati yang begitu dalam)
Resah jiwaku (membuat mataku tak mampu terpejam)
Dekaplah (mengapa, oh, Kasih? Aku tak mengerti)
Dekap rinduku (di dada ini, asmara semakin menjadi)
Tak ingin (saat ku tak jumpa, jiwaku pun tersiksa)
Ku jauh darimu (sungguh, aku tak mampu pabila kau tak ada)
Ha-ah-ah
Sambutlah
Ha-ah-ah
Lagu ini menempatkan rasa rindu sebagai dorongan utama untuk kembali mendekat kepada orang yang dicintai. Makna lagu Sambutlah Denada juga memperlihatkan keinginan untuk memperoleh ketenangan melalui cinta dan kedekatan setelah terpisah oleh jarak. (Suc)
Baca Juga: Makna Lagu My Friend Mark Lee Lengkap dengan Liriknya
