Open Dining TransJakarta, Rute dan Informasi Layanannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Open Dining TransJakarta menawarkan cara berbeda untuk menikmati waktu makan tanpa harus menetap di satu restoran.
Meja makan ditempatkan di dalam bus tingkat dengan jendela luas yang memungkinkan suasana kota tetap terlihat selama perjalanan.
Perpaduan perjalanan dan kuliner membuat waktu makan terasa lebih dekat dengan aktivitas menikmati kota.
Open Dining TransJakarta, Paduan Kuliner dan Perjalanan
Dikutip dari smartcity.jakarta.go.id, Open Dining TransJakarta merupakan layanan wisata kuliner yang menggunakan bus tingkat sebagai tempat makan sekaligus kendaraan untuk menyusuri sejumlah kawasan Jakarta.
Perjalanan ini menghubungkan pengalaman bersantap dengan kesempatan melihat sisi kota yang berubah dari kawasan lama menuju area pusat Jakarta.
Titik keberangkatan berada di House of Tugu Jakarta, kawasan Kota Tua. Setelah seluruh tamu berada di dalam bus, perjalanan bergerak menuju kawasan Bundaran Hotel Indonesia dan kemudian kembali ke lokasi awal.
Rute tersebut memberi perubahan pemandangan yang cukup jelas sepanjang perjalanan, terutama antara bangunan bersejarah dan gedung-gedung modern.
Pengalaman di dalam bus dibuat lebih tenang dengan penataan meja seperti ruang makan. Jendela berukuran lebar memungkinkan pemandangan jalan tetap menjadi bagian dari perjalanan.
Posisi duduk yang tidak berpindah-pindah juga membuat aktivitas makan dapat berlangsung sambil menikmati perubahan suasana di luar.
Ada pula musik biola yang dimainkan secara langsung selama perjalanan. Pemandu turut memberikan cerita mengenai kawasan yang dilewati sehingga perjalanan tidak hanya diisi dengan kegiatan menyantap hidangan.
Penjelasan tersebut dapat menjadi teman selama perjalanan ketika bus bergerak dari satu kawasan ke kawasan lain.
Pilihan makanan disiapkan melalui kerja sama dengan House of Tugu Jakarta. Tersedia tiga jenis set menu, yakni Dutch-Indies Peranakan, Nusantara, dan Japanese.
Setiap paket mencakup hidangan pembuka, salad, makanan utama, serta hidangan penutup, ditambah minuman selamat datang dan air mineral.
Dutch-Indies Peranakan Set memiliki pengalaman tambahan berupa tur bertema sejarah Batavia selama sekitar 30 menit. Dalam sesi tersebut, pengunjung dapat melihat koleksi artefak yang tersimpan di House of Tugu Jakarta.
Pilihan Nusantara dan Japanese Set dapat menjadi alternatif bagi yang ingin menikmati jenis hidangan berbeda.
Pada tahap awal layanan, tersedia dua waktu perjalanan setiap hari, yaitu pukul 16.00 WIB dan 18.15 WIB. Satu perjalanan berlangsung sekitar 1 jam 25 menit dengan kapasitas hingga 30 orang.
Waktu keberangkatan tersebut memungkinkan pengalaman berlangsung menjelang sore hingga malam, ketika perubahan pemandangan kota dapat dinikmati sepanjang rute.
Tarif yang tercantum mulai dari Rp500.000 per orang. Biaya tersebut sudah mencakup perjalanan dengan bus wisata dan satu set menu.
Tiket tersedia melalui aplikasi TJ serta Klook, sedangkan kebutuhan reservasi privat dapat dikoordinasikan dengan House of Tugu Jakarta.
Konsep seperti ini memberi ruang bagi pengalaman yang lebih pelan di tengah ritme Jakarta yang padat.
Makan malam tidak hanya menjadi jeda untuk mengisi tenaga, tetapi juga kesempatan menikmati perjalanan, musik, cerita kota, dan pemandangan tanpa perlu berpindah dari meja makan.
Bagi yang ingin mencoba pengalaman kuliner dengan suasana berbeda, Open Dining TransJakarta memadukan perjalanan singkat dan hidangan dalam satu rangkaian.
Detail jadwal, kapasitas, serta pemesanan tetap perlu diperiksa sebelum berangkat agar pilihan sesi sesuai dengan rencana. (Khoirul)
Baca Juga: Rute Transjakarta Bundaran Senayan Ancol untuk Para Pengunjung
