Konten dari Pengguna

Sultan Agung Memindahkan Pusat Pemerintahan Mataram ke Mana? Simak di Sini

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sultan Agung Memindahkan Pusat Pemerintahan Mataram dari Kotagede ke?, Unsplash/ewen cloarec
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sultan Agung Memindahkan Pusat Pemerintahan Mataram dari Kotagede ke?, Unsplash/ewen cloarec

Sultan Agung memindahkan pusat pemerintahan Mataram dari Kotagede ke Karta, selatan Kotagede. Dalam sejarah Indonesia, Sultan Agung merupakan salah satu penguasa Kesultanan Mataram yang terkenal.

Dikutip dari situs kebudayaan.jogjakota.go.id, Sultan Agung Hanyokrokusumo merupakan raja Kesultanan Mataram yang memerintah dari tahun 1613 sampai tahun 1645. Memiliki sebutan Raden Mas Rangsang, Sultan Agung bernama asli Raden Mas Jatmika.

Dia adalah putra dari Prabu Hanyokrowati dengan Ratu Mas Adi Dyah Banowati. Sultan Agung naik tahta dalam usia 20 tahun.

Ke Mana Sultan Agung Memindahkan Pusat Pemerintahan Mataram?

Ilustrasi Sultan Agung Memindahkan Pusat Pemerintahan Mataram dari Kotagede ke?, Unsplash/Dimas Wardana

Dikutip dari situs makamkotagede.bantulkab.go.id dan ppid.gunungkidulkab.go.id, Sultan Agung memindahkan pusat pemerintahan Mataram dari Kotagede ke Kerto atau Karta.

Daerah tersebut berada kurang lebih 5 kilometer arah selatan Kotagede. Saat ini, daerah Kerto bernama Padukuhan Kerto, Kalurahan atau Desa Pleret, Kapanewon atau Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Setelah tidak lagi menjadi pusat pemerintahan Mataram, Kotagede menjadi tempat suci untuk raja-raja Kesultanan Mataram. Di tempat tersebut, para leluhur Sultan Agung dimakamkan.

Dikutip dari situs makamkotagede.bantulkab.go.id, kebudayaan.jogjakota.go.id, dan ppid.gunungkidulkab.go.id, pada masa pemerintahannya, Kesultanan Mataram mencapai puncak kejayaannya. Mataram bahkan menjadi disegani oleh kerajaan lainnya.

Wilayah kekuasaan Kesultanan Mataram mencakup seluruh Pulau Jawa (kecuali wilayah Batavia dan Banten) dan seluruh Pulau Madura, serta sebagian Blambangan.

Di masa pemerintahannya, peradaban kebudayaan Kesultanan Mataram naik ke tingkat yang lebih tinggi. Sultan Agung juga terkenal mempunyai banyak keahlian, yaitu dalam bidang politik, militer, sosial, budaya, dan ekonomi.

Sejumlah peninggalan Sultan Agung yang terkenal, yaitu Tari Bedoyo Ketawang, penulisan Kitab Sastra Gending yang berisikan falsafah hidup Jawa, dan penanggalan Jawa yang memadukan perhitungan penanggalan Islam atau Hijriah dan Hindu atau caka.

Sampai saat ini, penanggalan Jawa masih digunakan oleh sebagian masyarakat Jawa. Sultan Agung juga adalah penguasa lokal pertama yang melakukan perlawanan dengan Belanda secara besar-besaran.

Perlawanan tersebut dilakukan oleh Sultan Agung pada 1628 dan 1629.

Sultan Agung memindahkan pusat pemerintahan Mataram dari Kotagede ke Karta atau Kerto. Setelah Sultan Agung meninggal dunia, putranya yang bernama Raden Mas Sayidin diangkat sebagai raja Mataram sesuai dengan wasiat sang ayah. (Mey)

Baca juga: Pokok Pikiran Ki Hadjar Dewantara yang Berkaitan dengan Pendidikan