Susunan Acara Apel Hari Santri 2026 sebagai Panduan Pelaksanaan

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Peringatan Hari Santri Nasional memiliki makna penting bagi pesantren dan masyarakat Muslim di Indonesia. Susunan acara apel Hari Santri 2026 perlu dipersiapkan agar kegiatan berlangsung tertib, khidmat, dan sesuai tujuan peringatan.
Tahun ini, Hari Santri mengangkat tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” yang menekankan peran santri dalam membangun masa depan bangsa.
Peringatan ini juga menjadi momentum untuk meneruskan nilai perjuangan ulama dan santri melalui pengabdian di berbagai bidang kehidupan.
Susunan Acara Apel Hari Santri 2026
Berikut adalah susunan acara apel Hari Santri 2026 yang dapat dijadikan pedoman untuk menyelenggarakan upacara pada Kamis, 22 Oktober 2026.
Dikutip dari kemenag.go.id, Kementerian Agama menetapkan pelaksanaan upacara secara serentak pada pukul 07.00 waktu setempat. Urutan kegiatan berikut juga dapat disesuaikan dengan kondisi penyelenggara tanpa mengurangi ketertiban dan kekhidmatan upacara.
Persiapan peserta apel. Panitia mengatur barisan santri, pengasuh pesantren, guru, tamu undangan, dan peserta lainnya sesuai tempat yang telah ditentukan. Petugas juga memastikan perlengkapan upacara tersedia sebelum acara dimulai.
Pemimpin apel memasuki lapangan. Peserta diminta menempati barisan masing-masing, kemudian pemimpin apel mengambil posisi untuk memulai kegiatan.
Penghormatan kepada pemimpin apel. Pemimpin barisan menyiapkan peserta dan memberikan laporan kepada pemimpin apel bahwa seluruh peserta telah siap mengikuti upacara.
Pengibaran bendera Merah Putih. Petugas melaksanakan pengibaran bendera dengan tertib, diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Seluruh peserta mengikuti prosesi dengan sikap hormat.
Mengheningkan cipta. Peserta diajak mengenang jasa para pahlawan, termasuk perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Pembacaan Pancasila dan teks pendukung. Pemimpin apel dapat memandu pembacaan Pancasila, dilanjutkan dengan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 serta ikrar santri apabila tercantum dalam pedoman panitia.
Amanat pembina apel. Pembina menyampaikan pesan tentang tema Hari Santri 2026, yaitu “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.” Amanat dapat menyoroti pentingnya ilmu, karakter, tradisi pesantren, inovasi, kemandirian, serta kontribusi santri bagi bangsa.
Pembacaan doa. Doa dipanjatkan untuk keselamatan bangsa, kemajuan pesantren, dan kelancaran pengabdian santri dalam kehidupan sosial maupun kebangsaan.
Laporan akhir dan penghormatan. Pemimpin apel melaporkan bahwa rangkaian upacara telah selesai, kemudian memimpin penghormatan sebelum meninggalkan lapangan.
Penutupan dan pembubaran peserta. Peserta diarahkan meninggalkan lokasi dengan tertib. Panitia dapat melanjutkan kegiatan pendukung, seperti pramuka santri, ekoteologi, atau expo kemandirian pesantren.
Urutan tersebut merupakan contoh susunan yang bisa digunakan panitia, bukan daftar resmi yang seluruh rinciannya telah ditetapkan dalam sumber.
Karena itu, petugas perlu memeriksa pedoman resmi dan arahan penyelenggara setempat sebelum menentukan susunan final.
Pelaksanaan apel Hari Santri perlu mengutamakan kedisiplinan, kesederhanaan, dan penghormatan terhadap nilai kebangsaan serta perjuangan santri.
Dengan persiapan yang matang, susunan acara apel Hari Santri 2026 dapat menjadi panduan untuk menyelenggarakan peringatan yang tertib dan bermakna. (Shofia)
Baca Juga: Lirik Hari Santri yang Patut Diketahui Umat Islam
