Konten dari Pengguna

Teks Lagu Ondel-Ondel yang Masih Populer hingga Kini

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi teks lagu Ondel-Ondel. Foto: Pexels.com/Jeffry Surianto
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi teks lagu Ondel-Ondel. Foto: Pexels.com/Jeffry Surianto

Teks lagu Ondel-Ondel masih sering dicari sebagai bagian dari upaya mengenal warisan budaya Betawi yang terus hidup di tengah perkembangan Jakarta.

Lagu daerah memiliki peran penting sebagai sarana pelestarian budaya karena memuat nilai kehidupan, kebiasaan masyarakat, serta identitas suatu daerah sejak dahulu.

Kesenian Betawi tetap menjadi bagian yang melekat dalam berbagai perayaan budaya, pertunjukan tradisional, hingga kegiatan resmi yang menampilkan kekayaan budaya Jakarta.

Teks Lagu Ondel-Ondel untuk HUT Jakarta

Ilustrasi Ondel-Ondel. Foto: Pexels.com/Jeffry Surianto

Teks lagu Ondel-Ondel merupakan lirik lagu daerah Betawi yang telah diwariskan secara turun-temurun dan dikenal luas oleh masyarakat Jakarta maupun berbagai daerah di Indonesia.

Dikutip dari rri.co.id, lagu ini sering dinyanyikan saat pertunjukan ondel-ondel, festival budaya, hingga perayaan Hari Ulang Tahun DKI Jakarta.

Sebagai lagu rakyat, pencipta lagu ini tidak diketahui secara pasti karena telah berkembang dari generasi ke generasi.

Berikut adalah lirik lengkap lagu Ondel-Ondel.

Nyok, kite nonton ondel-ondel

Nyok, kite ngarak ondel-ondel

Ondel-ondel ade anaknye

Anaknye ngiger ter-iteran

Mak, bapak ondel-ondel ngibing

Ngarak penganten disunatin

Goyangnye asyik endut-endutan

Nyang ngibing igel-igelan

Plak gumbang gumplak plak plak

Gendang nyaring ditepak

Yang ngiringin nandak

Pade surak-surak

Tangan iseng jailin

Kepale anak ondel-ondel

Taroin puntungan

Rambut kebakaran

Anak ondel-ondel jejingkrakkan

Kepalenye nyale bekobaran

Yang ngarak pade kebingungan

Disiramin aer comberan

Lirik tersebut menggunakan bahasa Betawi yang menjadi ciri khas masyarakat Jakarta.

Beberapa kosakata seperti "nyok", "kite", "ngibing", "nandak", dan "igel-igelan" menggambarkan percakapan sehari-hari yang akrab di lingkungan masyarakat Betawi.

Penggunaan bahasa daerah menjadi salah satu alasan lagu ini tetap memiliki identitas yang kuat.

Ondel-ondel merupakan boneka raksasa khas Betawi yang sejak lama dipercaya sebagai simbol perlindungan masyarakat dari berbagai gangguan.

Seiring perkembangan zaman, fungsi ondel-ondel semakin luas sebagai ikon budaya Jakarta yang tampil dalam berbagai pertunjukan seni, pawai budaya, hingga penyambutan tamu penting.

Isi lagu menggambarkan suasana meriah ketika ondel-ondel diarak sambil menari diiringi tabuhan gendang.

Irama lagu yang ceria membuatnya mudah diingat oleh berbagai kalangan. Bagian lirik tentang anak ondel-ondel menambah unsur jenaka yang menjadi karakter khas lagu rakyat Betawi.

Bunyi "plak gumbang gumplak plak plak" menirukan suara alat musik pengiring, terutama gendang yang dimainkan dengan ritme cepat.

Penggambaran bunyi tersebut membuat pendengar seolah berada di tengah arak-arakan budaya yang dipenuhi tarian dan musik tradisional.

Lagu daerah seperti Ondel-Ondel tidak hanya berfungsi sebagai hiburan. Lagu ini juga menjadi media untuk mengenalkan bahasa Betawi kepada generasi muda sekaligus menjaga keberlangsungan budaya daerah.

Melalui lagu tersebut, berbagai unsur budaya seperti seni tari, musik tradisional, hingga tradisi masyarakat dapat terus dikenal.

Popularitas lagu Ondel-Ondel tetap bertahan hingga sekarang karena masih sering diputar pada perayaan ulang tahun Jakarta, festival budaya, kegiatan sekolah, maupun pertunjukan wisata.

Lagu ini bahkan menjadi salah satu lagu daerah Betawi yang paling mudah dikenali oleh masyarakat Indonesia.

Upaya pelestarian budaya Betawi juga terus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Salah satu rencana besar yang telah diumumkan adalah menampilkan 500 ondel-ondel pada peringatan HUT ke-500 Kota Jakarta pada tahun 2027.

Boneka-boneka tersebut akan dirancang oleh sejumlah desainer ternama untuk menghadirkan tampilan yang lebih modern tanpa menghilangkan nilai filosofis yang dimiliki ondel-ondel sebagai ikon budaya Betawi.

Program tersebut menjadi bagian dari penguatan budaya Betawi sebagai budaya utama Jakarta sesuai amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta.

Pemerintah daerah juga mendorong penggunaan unsur budaya Betawi dalam berbagai kegiatan resmi, termasuk pemakaian busana adat pada acara pemerintahan.

Teks lagu Ondel-Ondel tetap menjadi bagian penting dari warisan budaya Betawi yang terus hidup melalui berbagai pertunjukan seni dan perayaan budaya.

Pelestarian lagu daerah menjadi langkah nyata untuk menjaga identitas budaya Jakarta agar tetap dikenal lintas generasi. (Shofia)

Baca Juga: Lirik Aldis Burger Song yang Trending di TikTok dan Reels