QRIS dan UMKM: Benarkah Pembayaran Digital Meningkatkan Penjualan?

Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Ekonomi, Universitas Pamulang.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Khinanty Cahyaningtyas tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saat ini, pembayaran menggunakan QRIS sudah cukup mudah ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Ketika membeli makanan, minuman, atau barang di UMKM, kita sering melihat pilihan pembayaran melalui QRIS. Tidak hanya toko besar, banyak warung dan usaha kecil juga sudah menyediakan metode pembayaran tersebut. Menurut saya, hal ini menunjukkan bahwa perkembangan teknologi mulai membawa perubahan dalam kebiasaan masyarakat dalam melakukan transaksi.
Bagi konsumen, QRIS memberikan kemudahan karena pembayaran dapat dilakukan melalui ponsel tanpa harus membawa uang tunai. Misalnya, ketika ingin membeli makanan tetapi sedang tidak membawa uang cash, transaksi tetap bisa dilakukan selama tersedia QRIS. Kemudahan seperti ini tentu dapat membantu penjual karena konsumen memiliki lebih banyak pilihan dalam melakukan pembayaran.
Namun, muncul pertanyaan apakah penggunaan QRIS benar-benar dapat meningkatkan penjualan UMKM. Menurut saya, jawabannya tidak bisa langsung disimpulkan hanya dari penggunaan QRIS. Penjualan sebuah usaha dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti harga produk, kualitas barang, lokasi usaha, pelayanan, promosi, dan kondisi daya beli konsumen.
Fenomena tersebut menarik jika dilihat dari sudut pandang ekonometrika. Ekonometrika dapat digunakan untuk melihat hubungan antara berbagai variabel ekonomi berdasarkan data. Dalam kasus ini, penggunaan QRIS dapat dijadikan salah satu variabel yang ingin dilihat hubungannya dengan penjualan UMKM. Dengan begitu, kita tidak hanya berasumsi bahwa penggunaan QRIS menyebabkan penjualan meningkat, tetapi dapat melihat hubungan tersebut secara lebih terukur.
Hal yang perlu diperhatikan adalah adanya faktor lain yang juga dapat memengaruhi penjualan. Misalnya, sebuah UMKM mengalami peningkatan penjualan setelah menggunakan QRIS. Peningkatan tersebut belum tentu sepenuhnya disebabkan oleh QRIS. Bisa saja pada waktu yang sama usaha tersebut melakukan promosi, mendapatkan lebih banyak pelanggan, atau menjual produk yang sedang diminati masyarakat.
Menurut saya, hal seperti inilah yang membuat ekonometrika penting dalam memahami persoalan ekonomi. Kita tidak cukup hanya melihat bahwa dua hal terjadi secara bersamaan, kemudian langsung menganggap salah satunya sebagai penyebab. Ada berbagai faktor yang perlu diperhatikan agar hubungan antarvariabel dapat dipahami dengan lebih tepat.
QRIS sendiri tetap menjadi salah satu bentuk perkembangan pembayaran digital yang memberikan kemudahan bagi UMKM maupun konsumen. Namun, penggunaan QRIS bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan sebuah usaha. Kualitas produk, harga, pelayanan, promosi, dan kemampuan memahami kebutuhan konsumen juga tetap menjadi bagian penting dalam meningkatkan penjualan.
Dari hal sederhana seperti transaksi menggunakan QRIS, kita sebenarnya dapat melihat penerapan ekonometrika dalam kehidupan sehari-hari. Ekonometrika bukan hanya tentang angka, rumus, atau perhitungan statistik, tetapi juga dapat digunakan untuk memahami hubungan berbagai fenomena ekonomi yang terjadi di sekitar kita.
