Meriahkan HUT Pramuka ke-65, KKM 28 UNIBA dan Warga Perkuat Semangat Kebersamaan
Tulisan dari Abdul Hilmi Rizki tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pramuka Bukan Sekadar Seragam! KKM 28 UNIBA dan Warga Hidupkan Semangat Kebersamaan di HUT ke-65

SERANG — Suasana meriah terasa di Desa Lebak Wangi saat masyarakat bersama mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 28 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) ikut memeriahkan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pramuka ke-65. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk "Perkemahan Akbar" tersebut berlangsung dengan berbagai kegiatan yang melibatkan peserta dari berbagai kalangan.
Perkemahan Akbar menjadi salah satu kegiatan yang tidak hanya bertujuan untuk memperingati HUT Pramuka, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan antara masyarakat, peserta pramuka, pemuda, serta mahasiswa KKM yang sedang melaksanakan pengabdian di Desa Lebak Wangi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan "acara pembukaan Perkemahan Akbar". Peserta berkumpul di lokasi perkemahan dengan membawa semangat untuk mengikuti seluruh kegiatan yang telah dipersiapkan. Setelah pembukaan, suasana semakin ramai dengan berbagai perlombaan yang menguji kekompakan, kreativitas, dan semangat para peserta.
Tidak hanya perlombaan, kemeriahan juga berlanjut melalui "karnaval budaya". Peserta menampilkan beragam kreativitas dan budaya yang membuat suasana desa semakin hidup. Kegiatan ini menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian masyarakat karena peserta tidak hanya mengikuti kegiatan kepramukaan, tetapi juga menunjukkan keberagaman dan kreativitas melalui penampilan mereka.
Malam Inagurasi dan Lomba
Memasuki malam hari, kegiatan dilanjutkan dengan "malam inagurasi". Peserta berkumpul dan menikmati berbagai penampilan yang telah dipersiapkan. Suasana malam yang sebelumnya dipenuhi aktivitas perlombaan berubah menjadi lebih santai, tetapi tetap penuh semangat.
Malam inagurasi juga diisi dengan berbagai lomba dan kegiatan hiburan. Tawa dan sorak peserta terdengar ketika masing-masing kelompok menunjukkan kemampuan dan kekompakannya. Momen tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk saling mengenal dan membangun keakraban.
Namun, kegiatan belum berakhir. Hingga malam semakin larut, peserta mengikuti kegiatan “Merajut Mimpi”. Dalam kegiatan ini, peserta diajak untuk berbagi harapan, cita-cita, dan impian yang ingin dicapai di masa depan.
Kegiatan tersebut berlangsung hingga dini hari. Meski rasa lelah mulai terasa, peserta tetap mengikuti acara dengan antusias. Bagi sebagian peserta, kegiatan “Merajut Mimpi” menjadi salah satu bagian yang berkesan karena mereka dapat berbagi cerita dan harapan bersama teman-teman dalam suasana perkemahan.
Pagi Hari Ditutup dengan Senam dan Upacara
Setelah melewati rangkaian kegiatan hingga dini hari, aktivitas kembali dimulai pada pagi berikutnya. Peserta mengikuti "senam bersama" untuk mengawali pagi sekaligus menjaga kebugaran setelah menjalani berbagai kegiatan selama perkemahan.
Setelah senam, seluruh peserta bersiap mengikuti "upacara" . Upacara menjadi salah satu rangkaian penting dalam peringatan HUT Pramuka ke-65 sekaligus menjadi momentum untuk kembali mengingat nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian yang menjadi bagian dari pendidikan kepramukaan.
Usai upacara, rangkaian Perkemahan Akbar kemudian ditutup dengan acara "sayonara" . Suasana haru mulai terasa ketika peserta dan panitia saling berpamitan setelah melewati berbagai kegiatan bersama.
Bagi mahasiswa KKM Kelompok 28 UNIBA, keterlibatan dalam kegiatan tersebut menjadi pengalaman tersendiri. Selain turut memeriahkan HUT Pramuka, mahasiswa dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat dan ikut mengambil bagian dalam kegiatan yang mempertemukan berbagai kelompok dalam suasana kebersamaan.
Perkemahan Akbar di Desa Lebak Wangi akhirnya bukan hanya menjadi kegiatan untuk memperingati HUT Pramuka ke-65. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk "bertemu, bermain, belajar, berbagi cerita, dan membangun kebersamaan" .
Dari perlombaan hingga karnaval budaya, dari malam inagurasi hingga “Merajut Mimpi”, seluruh rangkaian meninggalkan cerita tersendiri bagi para peserta. Ketika akhirnya tiba waktunya untuk sayonara, yang dibawa pulang bukan hanya rasa lelah setelah berkemah, tetapi juga pengalaman dan kenangan yang diharapkan tetap terjaga.
Karena Pramuka bukan sekadar seragam dan kegiatan di lapangan, tetapi tentang kebersamaan, pengalaman, dan semangat untuk terus melangkah bersama.

