Mahasiswa KKN UNSIKA Dorong Digitalisasi Sarana dan UMKM Desa Cibogogirang
Tulisan dari KKN Unsika desa Cibogogirang tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam upaya meningkatkan aksesibilitas informasi dan mendukung pengembangan ekonomi lokal, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) melaksanakan program digitalisasi sarana, prasarana, dan UMKM di Desa Cibogogirang melalui program "LOKADES – Lokasi Digital Desa".
Kegiatan yang berlangsung pada 3-11 Januari 2026 ini memanfaatkan platform Google Maps untuk memetakan dan mendaftarkan berbagai fasilitas desa serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mudah diakses oleh masyarakat.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, akses informasi hingga tingkat desa masih menjadi tantangan. Sejumlah sarana prasarana desa dan UMKM belum terdata serta terpetakan secara digital, sehingga menyulitkan masyarakat maupun pendatang dalam menemukan fasilitas umum dan usaha lokal, serta menghambat optimalisasi potensi desa.
Program LOKADES hadir sebagai upaya menjawab tantangan tersebut dengan meningkatkan aksesibilitas informasi lokasi sarana, prasarana desa, dan UMKM melalui pemanfaatan teknologi digital. Selain memudahkan masyarakat menemukan fasilitas dan usaha lokal, program ini juga menghimpun data awal terkait kebutuhan serta potensi pengembangan digital pelaku UMKM sebagai dasar perumusan program lanjutan.
Kegiatan LOKADES dilaksanakan melalui pendekatan langsung ke lapangan dengan melibatkan pelaku UMKM Desa Cibogogirang, warga usia produktif yang memiliki usaha rumahan, aparatur pemerintah desa, serta masyarakat.
Mahasiswa KKN mendatangi langsung lokasi usaha dan fasilitas desa untuk memperkenalkan diri, menjelaskan secara singkat tujuan kegiatan, serta menghimpun informasi awal terkait usaha dan lokasi yang bersangkutan.
Data yang diperoleh meliputi nama dan jenis usaha, alamat, nomor kontak, jam operasional, serta kondisi lokasi, sekaligus menjadi ruang dialog singkat untuk mendengarkan aspirasi dan harapan pelaku UMKM terhadap pengembangan usaha berbasis digital.
Selanjutnya, data tersebut digunakan untuk pendaftaran dan pembaruan lokasi 10 - 15 UMKM serta sarana prasarana desa pada platform Google Maps, disertai pengambilan titik koordinat dan dokumentasi foto agar informasi dapat diakses secara akurat oleh masyarakat.
Selama proses berlangsung, mahasiswa KKN juga memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM dan perangkat desa agar mampu memahami mekanisme pendaftaran lokasi digital, sehingga ke depannya mereka dapat melakukan pembaruan data secara mandiri dan hasil kegiatan dapat berkelanjutan setelah masa KKN berakhir.
Selain berfokus pada pendaftaran lokasi UMKM dan fasilitas desa, kegiatan LOKADES juga dilengkapi dengan penggalian informasi terkait kebutuhan serta harapan pelaku UMKM terhadap pengembangan usaha berbasis digital. Upaya ini dilakukan untuk memperoleh gambaran awal mengenai kondisi dan potensi digitalisasi usaha di tingkat desa.
Penggalian informasi dilakukan melalui diskusi singkat dan wawancara sederhana dengan pelaku UMKM, khususnya terkait minat dan kesiapan mereka dalam memanfaatkan platform digital lainnya, seperti layanan pesan-antar daring (ShopeeFood, GoFood, dan GrabFood) serta promosi usaha melalui media digital.
Informasi yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bahan pemetaan potensi dan rekomendasi pengembangan UMKM ke depan, serta menjadi masukan bagi pemerintah desa dalam merumuskan program lanjutan untuk mendukung UMKM berbasis digital.
Koordinator Mahasiswa Desa (Kormades) KKN UNSIKA di Desa Cibogogirang, Rival Alpakhril Habib Kosasih, menyampaikan bahwa program LOKADES merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung transformasi digital desa agar Desa Cibogogirang lebih dikenal oleh masyarakat luas dan memudahkan akses informasi, sekaligus membantu pelaku UMKM meningkatkan visibilitas usahanya.
Ia berharap pelaksanaan KKN di Desa Cibogogirang dapat memberikan kontribusi yang nyata bagi warga serta mengembangkan potensi masyarakat melalui program kerja yang telah diterapkan, sehingga mampu meninggalkan hasil yang positif dan bermanfaat dalam jangka panjang.
Sementara itu, salah satu pelaku UMKM yang terlibat dalam program kerja digitalisasi UMKM, Kamal Rasid, menilai bahwa program ini sangat membantu, khususnya dalam aspek promosi usaha. Menurutnya, sebagian besar pelaku UMKM memiliki keterbatasan dalam memasarkan produk secara mandiri. Dengan adanya pendampingan digitalisasi, UMKM dapat mulai mengenalkan usahanya ke pasar yang lebih luas melalui media digital, sehingga membuka peluang perkembangan usaha ke depannya.
Ia juga menambahkan bahwa di tengah pesatnya perkembangan bisnis berbasis online, UMKM perlu beradaptasi agar tidak tertinggal. Digitalisasi dinilai menjadi solusi agar usaha konvensional tetap mampu bersaing, terutama bagi produk-produk khas seperti makanan olahan dan kerajinan lokal. Selama ini promosi masih terbatas pada lingkungan sekitar atau melalui jaringan pribadi, sehingga kehadiran program digitalisasi diharapkan dapat memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masa depan UMKM.
Kegiatan diakhiri dengan proses pengecekan kelengkapan serta ketepatan data yang telah dikumpulkan. Selanjutnya, mahasiswa KKN melaksanakan dokumentasi dan penyusunan laporan sebagai bentuk pertanggungjawaban kegiatan, sekaligus melakukan pemantauan untuk memastikan seluruh lokasi sarana, prasarana, dan UMKM telah tercantum di Google Maps dengan informasi, foto, serta titik koordinat yang akurat.
Melalui program LOKADES, diharapkan masyarakat dapat dengan mudah mengakses lokasi fasilitas desa, sementara pemerintah desa memiliki data digital yang terstruktur sebagai dasar pengelolaan dan pengembangan desa. Program ini menjadi langkah awal pemanfaatan teknologi digital yang berkelanjutan dalam pelayanan informasi desa, serta mendukung peningkatan visibilitas dan potensi pengembangan UMKM Desa Cibogogirang di masa mendatang.

